Pdt. Penrad Siagian dan Wali Kota Pematangsiantar Bahas Pendidikan, Agraria, dan Revitalisasi Pasar Horas

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025 - 10:26 WIB

50556 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RadarNews.Nasional.com | Pematangsiantar – Anggota Komite I DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, bertemu dengan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, membahas sejumlah isu penting yang menyangkut perkembangan kota.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain perkembangan kota, dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu, 19 Maret 2025 itu, Penrad juga menyampaikan persoalan terkait formasi guru agama Kristen di tahun 2025-2026.

Anggota DPD RI dari Sumatra Utara (Sumut) ini juga menyinggung konflik agraria yang ada di Kampung Baru Gurilla Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.

 

Dalam pertemuan tersebut, Penrad menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Wesly Silalahi untuk mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota modern dan sejahtera.

 

“Saya akan berjalan bersama dan mendukung wali kota menjadikan Kota Pematangsiantar lebih baik, modern, smart city, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ini membutuhkan kerja keras,” ujar Penrad dalam keterangannya, Jumat, 21 Maret 2025.

 

Salah satu isu utama yang dibahas adalah kurangnya guru agama Kristen di sekolah-sekolah negeri di Pematangsiantar.

 

Penrad meminta Wali Kota melakukan pendataan sekolah SD, SMP, dan SMA yang belum memiliki guru agama Kristen, agar dapat diajukan dalam formasi penerimaan ASN atau PPPK pada periode 2025-2026.

 

“Ini adalah hak kewargaan. Tidak hanya guru agama Kristen, jika ada kekurangan guru agama lain, sekolah wajib menyediakannya. Ini tanggung jawab negara agar siswa bisa belajar sesuai agamanya masing-masing,” ujarnya.

 

Penrad berkomitmen untuk membawa persoalan ini ke tingkat nasional dengan mengajukan permohonan ke BKD, BKN, Kemenpan RB, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Selain pendidikan, Penrad juga menyoroti konflik agraria di Gurilla yang hingga kini masih belum terselesaikan.

 

Ia mengingatkan bahwa sejak 2004, Pemerintah Kota Pematangsiantar telah membentuk tim pelepasan pemanfaatan dan penghapusbukuan lahan tersebut.

 

“Lahan itu sudah tidak bisa lagi digunakan untuk perkebunan, sesuai dengan tata ruang kota. Seharusnya, Gurilla diperuntukkan bagi pengembangan Kota Pematangsiantar,” jelasnya.

 

Untuk mempercepat penyelesaian konflik, tim wali kota dan tim Penrad akan bersinergi mencari solusi yang berpihak pada kepentingan warga.

 

Wali Kota Pematangsiantar menyambut baik langkah ini dan berkomitmen untuk segera menuntaskan permasalahan tersebut agar masyarakat mendapat kepastian hukum.

 

“Puji Tuhan, pak wali kota sangat terbuka dan berkeinginan supaya itu segera diselesaikan karena itu menyangkut warga atau masyarakat supaya mendapat kejelasan agar tidak berlarut-larut,” tuturnya.

 

Penrad juga menyoroti kasus kebakaran berulang di Pajak Horas. Ia mempertanyakan apakah kebakaran tersebut terjadi secara alami atau disengaja, mengingat pola yang terus berulang setiap beberapa tahun.

 

“Penataan kota sangat penting, dan pasar harus bisa menjadi pusat wisata, bukan hanya tempat transaksi ekonomi. Banyak kota di Jawa yang mengembangkan pasar sebagai daya tarik wisata,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa dalam membahas penataan pasar, suara pedagang harus menjadi pertimbangan utama.

 

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ia berkeinginan melakukan pertemuan dengan para pedagang untuk mendengar langsung aspirasi mereka.

 

“Kita harus mendengar apa yang menjadi harapan-harapan para pedagang. Tentu harapan pedagang adalah, mereka berdagang dan laris karena banyak pembelinya karena pasar menjadi indikator ekonomi di suatu daerah,” katanya.

 

Selain tiga isu utama tersebut, Wali Kota Wesly Silalahi juga menyampaikan berbagai aspirasi dari Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk diperjuangkan di tingkat nasional.

 

Penrad memastikan komitmennya untuk membawa permasalahan daerah ke tingkat pusat agar mendapatkan solusi konkret.

 

“Saya juga berkomitmen kepada wali kota agar segera memperjuangkan hal-hal yang tadi disampaikan,” ucap Penrad Siagian.

 

(Shelly WS)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Gayo Lues Tangkap Terduga Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi
Video Viral Ruang Bayi RS Ali Kasim Gayo Lues Porak Poranda, Kelayakan Konstruksi Rumah Sakit Dipertanyakan
Brigjen Guslin Bersama Kemendagri dan Pemkab Gayo Lues Pantau Normalisasi Sungai Aih Bobo, Upaya Tekan Risiko Luapan Air Diperkuat
Pemerintah Pusat dan Pemkab Gayo Lues Perkuat Sinergi, 16 Alat Berat Disiapkan untuk Percepatan Penanganan Pascabanjir
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Babinsa Koramil 01/Terangun Pantau Pembangunan KDKMP Desa Rumpi, Progres Capai 80 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:50 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues ​Gayo Lues

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren pantau kondisi jembatan pasca hujan deras Di Desa Binaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:11 WIB

BABINSA RAMIL PINING LAKSANAKAN GOTONG ROYONG PEMBANGUNAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Rehab Masjid Baiturrahman Kampung Gajah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Babinsa Beri Motivasi Petani Tembakau Di Desa Binaan

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Kamis, 29 Okt 2026 - 13:56 WIB