GAYO LUES — Persiapan pelaksanaan Musyawarah Besar atau Mubes pemilihan anggota Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Gayo Lues terus dimatangkan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, bertempat di Aula Gedung Keistimewaan Aceh, Gayo Lues.

Mubes pemilihan anggota Majelis Pendidikan Daerah atau MPD Gayo Lues menjadi salah satu agenda penting dalam upaya memperkuat peran lembaga pendidikan daerah sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan, masukan, dan pertimbangan terhadap arah pembangunan pendidikan di kabupaten tersebut. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan anggota MPD yang memiliki kapasitas, integritas, serta kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gayo Lues.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Sekretariat MPD Gayo Lues, Syamsul Bahri, S.Pd., M.AP., menyampaikan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan mubes dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan. Sejumlah hal teknis menjadi perhatian panitia, mulai dari kesiapan tempat, administrasi peserta, tata tertib persidangan, kelengkapan dokumen, hingga pengaturan jalannya forum musyawarah.
Menurut Syamsul, mubes bukan sekadar agenda pemilihan anggota, melainkan juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan daerah. MPD memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan, saran, serta dukungan terhadap kebijakan pendidikan, terutama yang berkaitan dengan mutu layanan, pemerataan akses, pembinaan satuan pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan.
Pelaksanaan mubes selama dua hari itu akan menjadi ruang musyawarah bagi para peserta untuk membahas tahapan pemilihan anggota MPD secara terbuka dan demokratis. Panitia juga menyiapkan mekanisme agar seluruh proses berjalan sesuai prinsip keterwakilan, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan demikian, anggota MPD yang terpilih nantinya diharapkan benar-benar mampu menjalankan amanah serta memahami kebutuhan pendidikan masyarakat Gayo Lues.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gedung Keistimewaan Aceh Gayo Lues tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kapasitas tempat dan kemudahan akses bagi peserta. Panitia menilai lokasi itu cukup representatif untuk menampung jalannya forum musyawarah, termasuk sesi pembukaan, pembahasan tata tertib, penyampaian pandangan, proses pemilihan, hingga penetapan hasil mubes.
Syamsul Bahri menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan menjelang hari pelaksanaan. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan undangan, daftar peserta, perlengkapan sidang, dokumentasi, konsumsi, serta pengamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Panitia ingin memastikan setiap unsur pendukung tersedia dengan baik sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian agenda secara maksimal.
Mubes pemilihan anggota MPD Gayo Lues juga diharapkan menjadi wadah konsolidasi pemikiran dari berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pendidikan. Tantangan pendidikan di daerah memerlukan kerja bersama, baik dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan tata kelola sekolah, penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan zaman, maupun perluasan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan MPD diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui anggota yang terpilih dalam mubes, MPD Gayo Lues diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam memberikan rekomendasi yang konstruktif, berbasis kebutuhan lapangan, serta sejalan dengan arah pembangunan pendidikan daerah.
Selain aspek pemilihan, forum mubes juga menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah. Gayo Lues memiliki potensi sumber daya manusia yang perlu terus dikembangkan melalui sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Karena itu, peran lembaga seperti MPD dinilai penting dalam mengawal kebijakan pendidikan agar tetap berpihak pada kepentingan peserta didik dan masyarakat.






































