LABUHANBATU UTARA, RADARNEWS –
Gerah dengan peredaran barang haram yang kian merajalela, sekelompok ibu-ibu (emak-emak) di Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) nekat melakukan aksi berani. Mereka menggeruduk sebuah lokasi yang diduga kuat menjadi “kampung narkoba” berkedok lapak judi dan biliar di kawasan Kampung Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi penggerebekan sepihak ini direkam oleh salah seorang warga dan mendadak viral di media sosial. Berdasarkan rekaman video tersebut, warga secara terang-terangan menunjuk sebuah rumah mewah yang diduga milik pasangan suami istri berinisial U dan K. Pasutri tersebut dituding sebagai bandar besar narkotika jenis sabu yang mengendalikan bisnis haram di wilayah tersebut.
Gadai Motor hingga Fasilitas Biliar: Beroperasi 24 Jam Nonstop
Mirisnya, lapak tempat transaksi dan pesta sabu tersebut dibangun tepat di samping rumah mewah milik terduga bandar. Menurut penuturan warga dalam video, tempat maksiat tersebut seperti tidak tersentuh hukum dan selalu beroperasi bebas selama 24 jam penuh, mulai dari pagi hingga malam hari.
Saat kamera merangsek masuk ke dalam gubuk atau gudang semi permanen itu, terlihat jelas pemandangan yang mencengangkan. Sejumlah pria tampak asyik berkumpul. Beberapa di antaranya sedang bermain judi kartu di dekat meja biliar, sementara beberapa pria lainnya tertangkap kamera sedang mengisap sabu menggunakan alat isap (bong).
Tak hanya itu, di halaman rumah terduga bandar juga terlihat deretan sepeda motor yang terparkir. Warga menduga keras kendaraan-kendaraan tersebut merupakan barang gadaian dari para pecandu yang tidak mampu membayar sabu, bahkan diduga kuat beberapa di antaranya merupakan barang hasil tindak kriminal jalanan.
Warga Pertanyakan Ketegasan Polisi dan Adanya Dugaan ‘Beking’
Kemarahan emak-emak di lokasi memuncak karena bisnis haram ini terkesan dibiarkan bebas tanpa ada tindakan dari aparat penegak hukum setempat. Perekam video dengan nada tinggi berulang kali menantang terduga bandar untuk keluar dan mempertanyakan mengapa mereka tidak kunjung ditangkap.
“Kenapa si Uki buka bandar sabu di sini enggak ditangkap? Ada apa? Apa hebatnya si Uki di Kanopan ini? Apa hebatnya si Uki di Labura ini? Siapa sebenarnya si Uki ini?” teriak wanita dalam video tersebut dengan nada geram.
Indikasi adanya pihak yang membentengi (bekingan) bisnis ini juga mencuat setelah kamera menyorot coretan cat kuning di dinding pagar rumah yang berbunyi: “Dilarang masuk, si ribut diancam KBR”. Warga pun mempertanyakan siapa sosok di balik inisial ‘KBR’ yang diduga digunakan untuk menakut-nakuti masyarakat yang protes.
Dengan viralnya video ini, warga Kabupaten Labuhan Batu Utara menaruh harapan besar dan mendesak keras kepolisian setempat, khususnya Polres Labuhan Batu, untuk segera turun tangan membasmi lapak narkoba tersebut secara total demi menyelamatkan masa depan generasi muda setempat.
Apakah emak-emak di Aceh Tenggara, Tanoh Alas Metuah, Bumi Sepakat Segenap, akan menunjukkan powernya demi menjaga anak-anak yang dicintai agar terhindar dari bahaya narkoba ke depannya?
RADARNEWS menyatakan sikap tegas mendukung warga yang memberantas peredaran narkoba, sekaligus mendesak Polres mengusut tuntas bandar yang diduga beroperasi bebas.
RADARNEWS juga meminta perlindungan bagi saksi atas ancaman intimidasi serta berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas.
LAPORAN TIM RADARNEWS.
FERNANDO. H.






































