Takalar – radarnews.co.id | Dinas Pertanian Kabupaten Takalar bergerak cepat dalam merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat dikeluhkan para petani. Melalui koordinasi intensif dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, persoalan tersebut kini mulai teratasi
Rabu ,18/3/2026
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“parawangsah dalam ungkapanya Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi, khususnya dalam menunjang aktivitas pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM, terutama jenis solar subsidi.
Langkah strategis yang ditempuh Dinas Pertanian Takalar mencakup penguatan sistem distribusi BBM agar lebih tepat sasaran. Salah satu mekanisme yang tengah disiapkan adalah penerapan sistem barcode yang terintegrasi dengan data resmi dari BPH Migas.
Hasil dari kordinasi tersebut membuahkan solusi konkret bagi para petani,saat ini para petani di takalar sudah dapat membeli solar dgn syarat menunjukkan surat keterangan kepemilikan alat pertanian
petani cukup memperlihatkan surat keterangan bahwa mereka memiliki alat pertanian,seperti mesin pompa air ,traktor roda dua atau lainya “ujar parawangsah
berdasarkan surat tersebut ,petani dapat mengurus barcode di kantor dinas pertanian ,Barcode itu nantinya di gunakan sebagai syarat untuk membeli solar di SPBU terdekat sesuai Yg Domisili masing masing
Sistem ini diharapkan mampu meminimalisir penyalahgunaan serta memastikan BBM subsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak.
Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan untuk mempercepat proses verifikasi data serta penerbitan akses pembelian BBM bagi petani. Dengan sistem yang lebih tertata,
distribusi diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Sebelumnya, kelangkaan BBM di Takalar diduga dipicu oleh berbagai faktor, termasuk adanya indikasi penyalahgunaan distribusi di lapangan yang berdampak pada sulitnya petani mendapatkan solar subsidi.
Dengan adanya langkah cepat ini, pemerintah daerah berharap kebutuhan BBM petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan optimal dan produktivitas tidak terganggu.
Dinas Pertanian Takalar juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. ( D T )





































