Gayo Lues — Suasana penuh kekhusyukan dan kehangatan keluarga mewarnai senja di kawasan Tanah Gayo, tepatnya di Hotel Nusa Indah, Kabupaten Gayo Lues, pada Senin (16/3/2026). Ratusan hati bersatu dalam satu niat dan harapan, bukan untuk sekadar menunaikan ibadah buka puasa, melainkan untuk menebarkan kebaikan melalui momentum berharga di bulan Ramadhan. Ikatan Keluarga Raudhatul Hasanah (IKRH), yang terdiri dari sekitar 200 anggota dan keluarganya, menggelar acara buka puasa bersama dengan mengundang 72 santri sebagai tamu istimewa.

Mengusung tema “Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan”, kegiatan ini hadir sebagai wujud nyata dari kesadaran bersama bahwa Ramadhan adalah bulan pelatihan untuk berbagi. Hadirin yang hadir sejak pukul 16.30 WIB tampak memenuhi ruangan utama hotel, duduk bersila di atas tikar yang telah disiapkan panitia, menciptakan nuansa santai namun tetap terasa khidmat. Kehadiran 72 santri yang duduk di barisan depan menjadi pusat perhatian, di mana mereka tidak hanya diperlakukan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai saudara seiman yang sedang menuntut ilmu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya sebelum azan Magrib berkumandang, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah komitmen moral untuk terus menjaga tali silaturahmi dan empati kepada sesama. “Malam ini, kita berkumpul bukan karena status atau harta, tetapi karena iman. 72 santri yang hadir di sini adalah representasi dari generasi penerus kita yang perlu kita dukung dan sayangi. Semoga sedikit santunan dan perhatian kita bisa memotivasi mereka untuk terus berprestasi dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” ujarnya dengan suara lirih namun penuh penghayatan.
Pantauan di lapangan, interaksi antara anggota IKRH dengan para santri berlangsung sangat cair. Tak jarang terlihat para bapak dan ibu anggota keluarga menyodorkan takjil atau sekadar menepuk pundak santri dengan ramah. Tawa kecil terdengar pecah ketika salah seorang santri yang masih duduk di bangku sekolah dasar menceritakan kisah lucu di asramanya kepada salah satu senior IKRH. Momentum ini seolah meleburkan batasan usia dan latar belakang, menyisakan rasa kekeluargaan yang murni.
Salah satu perwakilan santri, atas nama rekan-rekannya, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh anggota IKRH. “Kami sangat senang dan terharu bisa diajak buka puasa di tempat seindah ini. Semoga apa yang Bapak dan Ibu lakukan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, tidak hanya di Ramadhan ini tapi selamanya,” ucapnya dengan wajah berseri. Pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin yang hadir.
Makan malam yang disajikan berupa hidangan khas Gayo dan masakan Indonesia pada umumnya dinikmati bersama setelah doa buka puasa dipimpin oleh salah satu tokoh agama setempat. Di sela-sela menikmati hidangan, agenda silaturahmi terus berlanjut. Para anggota IKRH berkeliling menyapa meja para santri, memastikan mereka makan dengan kenyang. Tidak lupa, di akhir acara, panitia menyerahkan bingkisan santunan kepada masing-masing santri sebagai bekal untuk kebutuhan sehari-hari mereka di pesantren.
Kegiatan yang ditutup dengan shalat Magrib berjamaah dan doa bersama ini meninggalkan pesan mendalam bagi para pesertanya. Di tengah derasnya arus modernisasi yang terkadang membuat manusia lupa pada tetangganya, IKRH membuktikan bahwa semangat gotong royong dan peduli sesama di tanah Gayo masih hidup dan kuat. “Tebar kebaikan” bukan lagi sekadar slogan di spanduk, melainkan telah menjadi aksi nyata yang dirasakan langsung oleh 72 santri dan ratusan keluarga yang hadir malam itu. Harapannya, berkah yang diraih pada malam ini akan menjadi energi positif bagi seluruh anggota untuk terus berbuat baik hingga Ramadhan berikutnya tiba.(wahid)






































