Silvia Natalia Didaulat sebagai Pemimpin Muda untuk Iklim 4, Menginspirasi Perubahan Lingkungan

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 16 Desember 2024 - 23:14 WIB

50567 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan — Silvia Decmerry Natalia Gea, S.AP yang sering disapa Silvia dikenal sebagai sosok pemuda inspiratif peduli lingkungan yang asal dari Kepulauan Nias kemahiran Kota Gunungsitoli.

Silvia kembali menorehkan prestasi gemilang dengan terpilih sebagai “Pemimpin Muda untuk Iklim 4”. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kontribusi luar biasa dalam upaya perlindungan lingkungan, pengelolaan sampah, dan pengembangan energi terbarukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan Pemimpin Muda untuk Iklim 4 diselenggarakan oleh Plan Indonesia bersama Teens Go Green Indonesia untuk memberi kesempatan bagi kaum muda dalam memahami dan mendapatkan pendampingan terkait aksi adaptasi krisis iklim dan lingkungan” ungkap Silvia di Medan, Senin (16/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Urban Nexus, program ketahanan dan kemanusiaan yang didukung oleh ANCP-DFAT dan Plan Australia. Pada Pemimpin Muda untuk Iklim 4 kali ini, dukungan juga diberikan oleh Daya Selaras Group, sebuah perusahaan yang bergerak pada isu keberlanjutan dengan memperhatikan proses yang menggunakan pendekatan ekonomi sirkular.

Silvia menyampaikan bahwa dari 255 pendaftar se-Indonesia, hanya terpilih 15 Pemimpin Muda dan saya salah satu yang termilih bahkan satu-satunya wakil dari Sumatera Utara di antara para penerima penghargaan.

Pencapaian ini buah konsistensi dan komitmen terhadap penyelamatan lingkungan hidup.
Tentu hal ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa sebagai perempuan muda bisa berkontribusi, berperan aktif dan mampu menjadi pemimpin dalam giat isu iklim dan lingkungan.


Silvia menyebutkan sebagai sosok yang dikenal aktif dalam isu-isu lingkungan telah melakukan inisiasisi partisipatif dan memimpin berbagai kegiatan penyelamatan lingkungan yang berdampak baik bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Salah satu pencapaian besarnya adalah mendirikan Ecoeducare sebagai wadah inisiasi program edukasi berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik terkait pengelolaan sampah.

Program ini berawal dari hasil penelitiannya yang mengungkap rendahnya sosialisasi pengelolaan sampah khusunya di Kota Medan.

Melalui Ecoeducare berhasil melibatkan berbagai stakeholders sekolah, masyarakat, dan perusahaan dalam kampanye edukasi dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, tutur Silvia.


Bahkan, peran Silvia sebagai pemimpin diperkuat dengan keterlibatannya dalam proyek KABAYA (Kampung Pesisir Berdaya). Dalam proyek ini, ia memimpin pengelolaan Bank Sampah HORAS BAH (Hayuk Olah Sampah Menjadi Berkah) di Kampung Nelayan Seberang.

Bersama masyarakat setempat, ia menginisiasi program BERLIAN (Bank Sampah HORAS BAH Edukasi, Recycle, dan Olah Limbah Minyak) yang bertujuan mengolah limbah minyak goreng agar tidak mencemari laut.

Adanya masalah pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak goreng di Kampung Nelayan, Silvia terpanggil bersama Ecoeducare melakukan inisiatif edukasi pengelolaan limbah minyak goreng kepada masyarakat termasuk mendukung pemasaran produk daur ulang Bank Sampah HORAS BAH.

Melalui upaya ini, masyarakat pesisir tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

“Saya ingin beraksi untuk mencegah limbah hanya terbuang sia-sia. Padahal, banyak hal yang bisa kita optimalkan dari limbah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Silvia.
“Menjadi Pemimpin Muda untuk Iklim 4 adalah tanggung jawab besar, tetapi saya percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil.

Saya ingin terus memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk peduli terhadap lingkungan,” ujar Silvia saat diwawancarai.

Penghargaan sebagai Pemimpin Muda untuk Iklim 4 ini tidak hanya mengukuhkan posisi Silvia sebagai tokoh lingkungan muda yang berpengaruh, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru dengan lembaga dan organisasi lingkungan nasional maupun internasional.

Dengan dukungan dan pengakuan ini, saya berharap dapat memperkuat inisiatif-inisiatif penyelamatan lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan termasuk perluasan Ecoeducare, pemberdayaan komunitas pesisir melalui proyek KABAYA.


Pada April 2024, saya juga terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam acara World Cleanup Day Impact and Sustainable Asia Conference 2024 yang diselenggarakan di Georgetown, Malaysia. Partisipasinya dalam konferensi internasional ini semakin memperkuat perannya sebagai pemuda yang aktif di kancah global dalam mengampanyekan pengelolaan sampah dan keberlanjutan.

Setelah perjalanan panjang dari 255 peserta se-Indonesia, terpilih 15 orang hebat sebagai Pemimpin Muda untuk Iklim 4. Silvia merasa bangga menjadi salah satu dari mereka, dan satu-satunya dari Sumatera Utara serta perempuan. “Untuk kesekian kalinya rasa bangga bisa membuktikan kalau perempuan juga hebat, perempuan bisa menjadi pemimpin!” ujar Silvia dengan semangat penuh optimisme.

Kedepan, saya bertekad untuk terus menginspirasi generasi muda agar peduli terhadap isu iklim. “Saya ingin anak-anak muda tahu bahwa kita semua punya peran dalam menjaga bumi ini. Setiap tindakan kecil, jika dilakukan bersama, akan membawa perubahan besar,” pungkasnya penuh semangat.

Sebagai generasi muda yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, saya membuktikan bahwa perubahan iklim bukan sekadar tanggungjawab pemerintah ataupun instansi teekait melainkan tanggungjawab bersama.

Dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata, saya harapkan kolaborasi bersama menjadi simbol harapan bagi generasi muda Indonesia dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Ketua Umum MPSU Angkat Bicara Terkait Polemik SPPG Binjai 2 Kecamatan Medan Denai Kota Medan
Merasa Dizalimi, Keluarga Korban Pencurian Menangis dan Bentangkan Spanduk Presiden Prabowo Usai Sidang di Pengadilan Negeri Medan
Wartawan Disuruh Polisi Nangkap Maling Malah Dipenjara dan DPO, Keluarga Kembali Surati Presiden Prabowo Subianto, Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman
Tidak Tepati Janjinya Menyelesaikan Kasus Viral Wartawan Nangkap Maling Masuk Penjara, Masyarakat Kecil Adukan Kapolrestabes Medan Ke Presiden Prabowo, Komisi III dan Kapolri !
Ketua Laskar Gibran Sumut Samson Sembiring Bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Binjai, Bahas Penguatan UMKM
Ahli Hukum Pidana Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum : Kasus Korban Nangkap Maling Jadi Tersangka Itu Tidak Sah, Prematur dan Layak Dihentikan, Bukti Tidak Jelas!
Perketat Pengawasan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Kelas I Medan Geledah 24 Kamar Hunian WBP dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang
Perkuat Komitmen Bersih Narkoba, 115 Pegawai dan 350 WBP Lapas Kelas I Medan Dinyatakan Negatif Tes Urine

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WIB

Audiensi di Komdigi, Bupati Takalar Dorong Program 112, Desa Digital dan Peningkatan Akses Internet

Senin, 25 Mei 2026 - 08:56 WIB

Jalin Silaturahmi, Dengan Aparat Kecamatan

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:38 WIB

Babinsa Bersama Masyarakat Melaksanakan Gotong Royong Bersama Masyarakat di Wilayah Binaan

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:04 WIB

Police Go To Campus: Ditlantas Polda Riau Edukasi 150 Mahasiswa STIKES Payung Negeri Soal Keselamatan dan Lingkungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:41 WIB

BPN KKTP Gelar Webinar Nasional Qurban Syar’i dan Sehat Sambut Idul Adha 1447 H

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:06 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Padi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:25 WIB

Menjalin Silaturahmi, Babinsa Koramil 08/Blangpegayon Komsos Bersama Warga Binaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:05 WIB

GERTAM LTT PADI SAWAH GAYO LUES TERUS DIPERKUAT MELALUI PENDAMPINGAN PPL

Berita Terbaru