Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap dampak bencana alam, Komandan Kodim (Dandim) 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi akses jalan menuju Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Peninjauan tersebut dilakukan guna melihat secara langsung dampak kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu.
Peninjauan ini menjadi langkah konkret TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Diketahui, banjir bandang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan putusnya jembatan penghubung antara Desa Pining dan Desa Pasir Putih. Akibatnya, mobilitas masyarakat lumpuh total, baik untuk aktivitas perekonomian, pendidikan, maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Putusnya akses vital tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat setempat, mengingat jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama penghubung antar desa. Kondisi ini mendorong Kodim 0113/Galus untuk segera melakukan peninjauan guna merumuskan langkah-langkah strategis dan solusi cepat agar akses jalan kembali dapat digunakan oleh masyarakat.
Di lokasi peninjauan, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H. menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menentukan langkah antisipasi serta penanggulangan tanggap darurat bencana banjir. Ia menjelaskan bahwa bencana yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami rusak berat akibat terjangan banjir bandang.
“Peninjauan ini kami lakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan dan menentukan langkah-langkah yang tepat dalam rangka penanggulangan bencana, khususnya perbaikan akses jalan dan jembatan yang terputus,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim 0113/Galus juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir dan di sekitar bantaran sungai, agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi dan potensi terjadinya bencana susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir. Bencana alam datangnya tidak bisa kita prediksi, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Kodim 0113/Galus, lanjut Dandim, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik demi mempercepat pemulihan akses jalan dan menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu mempercepat proses penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.
Dengan adanya peninjauan ini, masyarakat Desa Pasir Putih dan sekitarnya berharap agar perbaikan akses jalan dan jembatan dapat segera direalisasikan, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.






































