**Kondisi SMA Negeri 1 Pining di Gayo Lues Rusak Berat Pasca Banjir November 2025, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tekankan Perlunya Pembenahan Menyeluruh**

REDAKTUR

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 19:48 WIB

50439 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PINING, ACEH — Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Murthalamuddin, S.Pd. M.Sp., ke SMA Negeri 1 Pining di Kabupaten Gayo Lues beberapa waktu lalu mengungkap kerusakan yang cukup parah pada sarana dan prasarana pendidikan akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak November 2025. Hampir seluruh bangunan sekolah mengalami rusak berat, mulai dari retaknya dinding ruang kelas, ambruknya sebagian atap, hingga kerusakan pada lantai, meja kursi, laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya yang terendam air cukup lama. Kondisi ini tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan ratusan siswa dan guru yang masih harus beraktivitas di lingkungan sekolah tersebut.

 

Dalam tinjauannya, Murthalamuddin menyampaikan langsung kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pining, Gemasih Ganti Nireta S.Pd. M.Pd, bahwa kerusakan yang terjadi memerlukan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar perbaikan parsial. “Kami melihat langsung di lapangan bahwa hampir semua bangunan mengalami kerusakan berat. Fondasi yang tergerus air, dinding yang retak hingga pondasi, atap yang bocor parah, serta banyak peralatan belajar yang rusak tidak bisa lagi digunakan. Ini butuh penanganan komprehensif agar sekolah bisa kembali berfungsi optimal,” ujarnya kepada Gemasih di sela-sela peninjauan. Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Aceh akan segera menyusun proposal pembiayaan rekonstruksi yang lebih mendasar, baik melalui anggaran provinsi maupun mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dan pihak terkait lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Gemasih menjelaskan bahwa banjir November 2025 datang secara mendadak setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Gayo Lues selama beberapa hari berturut-turut. Air sungai yang meluap mencapai ketinggian hampir dua meter di area sekolah, merendam seluruh kompleks selama berhari-hari. Banyak dokumen penting, buku pelajaran, komputer, peralatan laboratorium IPA, dan perlengkapan administrasi ikut hanyut atau rusak tidak bisa diperbaiki. Sejak saat itu, proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara darurat. Sebagian siswa belajar di ruangan yang relatif lebih aman, sebagian lagi di tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan sumber daya yang ada, termasuk membersihkan lumpur dan melakukan perbaikan sementara. Namun, tanpa intervensi besar dari pemerintah, sulit untuk kembali normal,” tutur Gemasih.

 

Kerusakan di SMA Negeri 1 Pining menjadi gambaran nyata kerentanan infrastruktur pendidikan di daerah rawan bencana alam seperti Aceh. Kabupaten Gayo Lues yang berada di dataran tinggi dengan banyak sungai dan lereng perbukitan sering mengalami banjir bandang dan longsor, terutama pada musim hujan yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim. Data historis menunjukkan beberapa sekolah di wilayah serupa pernah mengalami nasib serupa, sehingga pembelajaran kerap terganggu selama berbulan-bulan. Di SMA Negeri 1 Pining sendiri yang memiliki lebih dari 400 siswa, dampaknya terasa sangat signifikan. Banyak siswa yang tinggal di daerah sekitar harus melewati jalan yang masih terdampak banjir untuk sampai ke sekolah, sementara sebagian orang tua memilih menahan anaknya di rumah karena khawatir kondisi bangunan yang tidak layak.

 

Murthalamuddin menegaskan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah Aceh meski dihadapkan pada berbagai tantangan bencana. Pihak dinas telah melakukan pendataan kerusakan secara detail bersama tim teknis dan akan mengkoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mempercepat proses rehabilitasi. Sementara menunggu rekonstruksi permanen, pihak sekolah didorong untuk memanfaatkan bantuan sementara seperti tenda sekolah, buku pelajaran pengganti, serta dukungan psikososial bagi siswa yang sempat trauma akibat banjir. “Kita tidak boleh membiarkan generasi muda kehilangan hak pendidikannya hanya karena infrastruktur yang rusak. Pembenahan menyeluruh ini harus dilakukan secepat mungkin dengan standar bangunan yang lebih tangguh terhadap bencana, misalnya dengan elevasi bangunan yang lebih tinggi dan penggunaan material yang lebih kuat,” tegasnya.

 

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan aspirasinya. Beberapa orang tua siswa dan tokoh masyarakat yang turut mendampingi berharap agar perbaikan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pengajaran pascabencana. Gemasih menambahkan bahwa semangat siswa dan guru untuk terus belajar tetap tinggi meski dalam kondisi yang sulit. Banyak di antara mereka yang ikut membersihkan sekolah secara gotong royong sejak banjir surut. Namun, tanpa dukungan yang memadai, semangat tersebut dikhawatirkan akan pudar seiring berjalannya waktu.

 

Kasus rusaknya SMA Negeri 1 Pining ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan yang berbasis mitigasi bencana di seluruh Aceh. Dengan topografi yang berbukit dan curah hujan yang tinggi pada musim tertentu, sekolah-sekolah di wilayah pedalaman seperti Gayo Lues memerlukan perhatian khusus agar tidak berulang kali menjadi korban fenomena alam. Dinas Pendidikan Aceh berjanji akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran untuk memperkuat standar bangunan sekolah baru dan merehabilitasi yang sudah ada agar lebih resilien. Bagi Gemasih dan seluruh civitas akademika SMA Negeri 1 Pining, harapan utama kini tertuju pada realisasi janji pembenahan menyeluruh tersebut, sehingga proses pendidikan dapat segera pulih dan siswa dapat belajar dengan tenang di lingkungan yang aman dan nyaman.

Berita Terkait

Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
TEBANG PILIH HUKUM DI BALIK JERUJI BESI!  Skandal 10 Klaster Mewah Ilegal di Lapas Cibinong Akhirnya Hancur Diratakan Ekskavator
Jerry Massie Kritik Keras Jokowi, Sebut Pemerintahannya Kental dengan Kontroversi Pernyataan dan Janji yang Tak Kunjung Terbukti
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
DPP LPPI: Ombudsman Tendensius, Bangunan di Area SAE Lapas Cibinong Dijelaskan sebagai Rumah Dinas Jabatan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:09 WIB

​Bantu Pulihkan Akses Ekonomi Pasca-Bencana, Kodim 0113/Gayo Lues Lansir Material Pembangunan 15 Jembatan Perintis Garuda Merah Putih

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Dan Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian Bersinergi Bantu Warga Panen Jagung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Anjangsana Babinsa Komsos dengan Perangkat Desa Tingkatkan Kebersamaan di Wilayah Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 22:05 WIB

Setelah Sebelumnya Aksi Damai,Kini Buruh Tani Korban Koperasi Gotong Royong Melayangkan Surat Desak Agar Digelar RDP 

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Anggota Pos Ramil Dabun Gelang dan Yon TP 855/Raksaka Dharma kebut penyelesaian jembatan gantung

Rabu, 30 September 2026 - 14:54 WIB

Jalin Silaturahmi bersama Masyarakat Desa Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 14:38 WIB

Non Gamstop Casinos UK official site: explore safe platforms with top bonuses and fast

Berita Terbaru