Waspada Cuaca Ekstrem, Ketua Tim Kongres Nasional Ajak Warga Bandung Barat “Jaga Lembur” dan Perkuat Doa
BANDUNG BARAT – radarnews.com |
Memasuki puncak musim hujan yang disertai angin kencang, masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Peringatan ini menjadi penting seiring meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sabtu (24/1/2026).
Ketua Tim Kongres Nasional, Yayat Ruhiyat, menegaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini tidak dapat dipandang semata sebagai siklus alam tahunan, melainkan sebuah peringatan serius bagi manusia untuk kembali menata hubungan yang harmonis dengan lingkungan.
Alam Memberi Peringatan
Menurut Yayat, berbagai peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus direspons secara nyata melalui langkah-langkah preventif di tingkat masyarakat dengan menghidupkan kembali semangat “Jaga Lembur”, yakni menjaga kampung halaman dari potensi bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alam seolah sedang berbicara kepada kita. Hujan deras dan angin kencang ini adalah sinyal agar manusia lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak abai terhadap kelestariannya,” ujar Yayat.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang rawan.
Tiga Poin Penting Kewaspadaan
Yayat Ruhiyat menyampaikan beberapa hal krusial yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya:
* Kesadaran Lingkungan
Masyarakat diimbau untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran air serta menjaga kawasan resapan, khususnya di wilayah perbukitan.
* Kewaspadaan Dini
Warga yang bermukim di daerah rawan longsor diminta untuk aktif memantau tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan di tebing atau perubahan kontur tanah.
* Ikhtiar Batiniyah
Selain upaya fisik, Yayat mengajak masyarakat menyeimbangkannya dengan doa dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberikan perlindungan.
Mitigasi Bencana Wilayah Perbukitan
Dengan kondisi topografi Kabupaten Bandung Barat yang didominasi perbukitan, baik di wilayah selatan maupun utara, potensi longsor menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong, termasuk membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar sebelum debit air meningkat.
“Jangan menunggu bencana datang baru kita bergerak. Jika kita menjaga alam dengan baik, maka alam pun akan menjaga kita,” pungkas Yayat. **





































