Takalar l Radarnews.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif prioritas Pemerintah Pusat dan bagian dari visi Presiden RI H. Prabowo Subianto, telah bergulir di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Takalar. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi pelajar dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Di Takalar, program MBG telah menjangkau hampir seluruh satuan pendidikan, dengan sekitar 80 persen dapur MBG dilaporkan telah beroperasi untuk memasok makanan bergizi ke sekolah-sekolah. Namun, perhatian publik kini tertuju pada sebuah bangunan persiapan dapur MBG yang berlokasi di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang kab takalar (18/11/2025)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangunan yang berdiri kokoh dan telah selesai dibangun sejak awal tahun ini, menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengapa fasilitas tersebut belum difungsikan sesuai peruntukannya. Padahal, dapur MBG lainnya di Kabupaten Takalar telah aktif mendukung pelaksanaan program nasional ini.
Menurut seorang warga Pattallassang yang tidak ingin disebutkan namanya, bangunan tersebut didirikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menggunakan anggaran APBN sebagai bagian dari dukungan terhadap realisasi program MBG di Takalar. “Bangunan itu berdiri awal-awal tahun ini. Infonya untuk Dapur MBG dari program Bapak Presiden. Dibangun oleh BGN dan menggunakan APBN,” ujarnya pada Minggu, 16 November 2025.
Warga tersebut menambahkan bahwa lokasi bangunan berada di atas lahan Kodim 1426 Takalar, tepatnya di area Asrama Kodim yang memiliki lahan kosong. Pihak Kodim 1426/Takalar disebut mendukung penuh penggunaan lahan tersebut demi mempercepat realisasi program Presiden di Kabupaten Takalar. “Yang penting program Bapak Presiden bisa cepat jalan, jadi lahan area Asrama Kodim diberikan untuk dapur MBG,” tambahnya.
Warga lain yang juga enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi bangunan yang belum berfungsi tersebut. Ia menyayangkan penggunaan anggaran negara yang terkesan mubazir karena fasilitas tidak segera dimanfaatkan. “Ini uang negara. Kalau tidak difungsikan, kesannya seperti menghambur-hamburkan anggaran. Padahal kalau dipakai, bisa tepat sekali untuk sekolah anak saya di SDN Centre Takalar,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media telah berupaya menghubungi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk konfirmasi dan meminta klarifikasi terkait alasan bangunan tersebut belum difungsikan. Namun, kontak yang tersedia belum memberikan respons. Media tetap memberikan ruang kepada BGN untuk memberikan penjelasan resmi atas persoalan ini, demi memastikan transparansi pelaksanaan program MBG yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kepentingan publik.






































