Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA

RADAR NEWS

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 00:42 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS — Bukan Sekadar Perjalanan panjang Politik, Tetapi Cerita tentang Keluarga, perjuangan, Pengorbanan, dan Amanah.

Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya sendiri. Namun, tidak semua perjalanan mampu menjelaskan bagaimana seseorang ditempa oleh keadaan hingga akhirnya berada di tengah pusaran didalam pengambilan keputusan publik.

Nama Yahdi Hasan Ramud, M.I.Kom., atau yang dikenal dengan inisial YHR, merupakan salah satu figur asal Kabupaten Aceh Tenggara yang perjalanan hidupnya melewati berbagai fase: keluarga, pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan hingga politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, ia duduk sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh.

Tetapi sebelum berada di gedung parlemen Aceh, ada perjalanan panjang yang harus dilaluinya.

Perjalanan itu dimulai dari Desa Kutambaru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, pada 24 Maret 1969.

Ia lahir sebagai anak pertama dari sembilan bersaudara, putra pasangan (Alm.) H. Amanuddin Ramud dan Hj. Saninye Selian.

Sang ayah merupakan seorang pendidik yang pernah mengabdi di lingkungan Departemen Agama Aceh Tenggara. Sementara ibunya berasal dari Desa Lawe Sagu, Kecamatan Lawe Bulan.

Sebagai anak sulung, Yahdi tumbuh dengan tanggung jawab yang tidak ringan.

KETIKA CITA-CITA HARUS BERHADAPAN DENGAN TANGGUNG JAWAB KELUARGA

Tidak semua cita-cita dapat ditempuh melalui jalan yang lurus.

Yahdi pernah menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Jurusan Informatika. Namun, perjalanan akademiknya sempat terhenti karena tuntutan keadaan keluarga.

Sebagai anak tertua dari sembilan bersaudara, ia memilih mengambil tanggung jawab untuk membantu keluarga dan memperhatikan masa depan adik-adiknya.

Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Di titik itu, pendidikan formal bukan satu-satunya tempat untuk belajar.

Kehidupan sendiri menjadi ruang belajar.

Tanggung jawab mengajarkan keteguhan. Kesulitan mengajarkan ketahanan. Sementara keluarga menjadi tempat pertama untuk memahami arti pengorbanan.

DARI PEKERJA, KEMUDIAN MEMBANGUN USAHA

Perjalanan Yahdi kemudian berlanjut ke dunia profesional.

Pada akhir 1987, ia menuju Aceh Selatan dan bekerja di PT Kencana Harapan, perusahaan kayu yang beroperasi di Desa Pintu Rimba, Kecamatan Trumon.

Pada 1988, ia melanjutkan perjalanan karier ke PT Kraf Aceh di Lhokseumawe dan kemudian ditempatkan di Takengon, Aceh Tengah.

Kariernya terus bergerak.

Ia kemudian mendapat penugasan di sejumlah perusahaan, termasuk PT Kiani Sakti dan PT Alas Helau di Takengon.

Namun, perjalanan profesional itu tidak selamanya berjalan mulus.

Krisis moneter yang melanda Indonesia turut memberikan dampak terhadap dunia usaha dan perusahaan tempatnya bekerja.

Ketika pekerjaan berakhir, kehidupan tidak berhenti.

Justru dari situ, naluri kewirausahaan mulai dibangun.

Pada 2002, Yahdi mendirikan CV Lawe Mbogoh di bidang transportasi dan CV Alas Gayo di bidang konstruksi.

Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan dua sisi kehidupan sekaligus: sebagai pekerja dan sebagai pelaku usaha.

KELUARGA: KEKUATAN DI BALIK PERJALANAN

Di balik perjalanan panjang seorang Yahdi Hasan Ramud, terdapat keluarga yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Yahdi menikah dengan Siti Kasmah Selian, yang lahir di Mbatumbulan Asli pada 28 Desember 1969 dan merupakan lulusan SPG tahun 1989.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak.

Andika Ressy Purna Yudha Ramud, yang mengabdi sebagai PNS di Basarnas Aceh.

  1. Muhammad Riza Qadafi Ramud, yang menekuni profesi kedokteran dan menjalani pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Syiah Kuala.

Sementara Lola Septyadi Istiqomah, S.H., merupakan sarjana hukum yang bergerak di bidang kewirausahaan.

Keluarga menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang tersebut.

Sebab di balik aktivitas politik, pekerjaan, dan pengabdian publik, selalu ada ruang kehidupan pribadi yang ikut menopang perjalanan seseorang.

MENGUATKAN DIRI DENGAN PENDIDIKAN

Pengalaman hidup kemudian dipadukan dengan penguatan kapasitas akademik.

Yahdi Hasan Ramud menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom.).

Bidang komunikasi memiliki kaitan erat dengan dunia politik dan pelayanan publik.

Di ruang parlemen, seorang wakil rakyat bukan hanya dituntut memahami persoalan, tetapi juga harus mampu mendengarkan aspirasi, berkomunikasi dengan masyarakat, menyampaikan gagasan, serta memahami dinamika kepentingan publik.

Di sinilah pengalaman akademik, profesional, sosial, dan politik bertemu.

DARI KUTAMBARU MENUJU GEDUNG PARLEMEN ACEH

Perjalanan panjang itu akhirnya membawa Yahdi Hasan Ramud ke dunia politik.

Sebagai Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, ia kini berada di lembaga yang memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Posisi tersebut bukan sekadar tempat duduk di ruang sidang.

Di balik jabatan tersebut terdapat konsekuensi berupa tanggung jawab terhadap masyarakat yang diwakili.

Aspirasi rakyat harus didengar.

Kebijakan harus diawasi.

Anggaran publik harus mendapatkan perhatian.

Dan setiap keputusan politik pada akhirnya akan bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

Karena itu, perjalanan seorang wakil rakyat seharusnya tidak berhenti pada pencapaian jabatan.

Justru setelah jabatan diperoleh, pertanggungjawaban kepada publik dimulai.

AMANAH, BUKAN SEKADAR JABATAN

Dari perjalanan hidup Yahdi Hasan Ramud, satu hal yang dapat dilihat adalah bahwa jalan menuju dunia politik bukanlah sebuah perjalanan singkat.

Ada keluarga.

Ada pengorbanan.

Ada pekerjaan.

Ada kegagalan.

Ada perjuangan membangun usaha.

Ada pendidikan.

Dan ada proses panjang sebelum akhirnya sampai ke panggung politik Aceh.

Kini tantangan yang dihadapi tentu berbeda.

Sebagai wakil rakyat, ukuran pengabdian bukan hanya seberapa tinggi posisi yang ditempati, tetapi sejauh mana amanah tersebut dijalankan secara bertanggung jawab dan terbuka kepada masyarakat.

Sebab jabatan publik pada hakikatnya adalah amanah.

Ia diberikan melalui proses politik, tetapi pertanggungjawabannya tidak berhenti kepada konstituen.

Ada masyarakat yang harus dilayani.

Ada aturan yang harus dihormati.

Ada kepentingan publik yang harus dijaga.

Dan ada sejarah yang kelak akan mencatat bagaimana sebuah jabatan digunakan.

Dari Bumi Sepakat Segenep, Yahdi Hasan Ramud telah menempuh perjalanan panjang hingga berada di panggung parlemen Aceh.

Kini, masyarakat tentu berhak melihat dan menilai bagaimana perjalanan panjang tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata, gagasan, pengawasan, serta perjuangan bagi kepentingan masyarakat Aceh.

Karena pada akhirnya, jabatan bukan tentang siapa yang duduk di kursi kekuasaan.

Jabatan adalah tentang apa yang dilakukan ketika seseorang telah diberi kepercayaan.

LAPORAN TIM RADARNEWS

FERNANDO.  HUTAURUK

Berita Terkait

ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan
Musda X Golkar Aceh Tenggara: Denny Febrian Roza Ambil Kendali, Arah Baru Partai Mulai Dipertanyakan
MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Langkah Awal Menuju Bahagia, Lamaran Cristy dan Ferdy Berlangsung Hangat

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Padang Aipda M Ibrahim, Ajak Warga Desa Karang Anyar Kec. Muara Padang Kembangkan Pekarangan Produktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Betung Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Desa Taja Raya II

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Aipda Musmulyadi, Ajak Warga Desa Suka Mulya Kec. Betung Kembangkan Pekarangan Produktif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Polres Banyuasin Gelar Subuh Keliling Serentak, Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Polsek Rambutan Evakuasi Perempuan yang Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Alzafa Residence

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Patroli Terpadu di Desa Pulau Muning, Tim Gabungan Gencarkan Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II Aipda Elan Subandi, Ajak Warga Desa Sungsang II Kec. Banyuasin II Kembangkan Pekarangan Produktif

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa Dampingi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Selasa, 20 Okt 2026 - 10:12 WIB