Banda Aceh, Kamis 14 Mei 2026, Ali Hasyimi presiden Mahasiswa universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, sekaligus putra beutong Sangat kecewa kebijakan yang di ambil Oleh pemerintah Aceh dan Pemerintah daerah terhadap izin tambang yang beroprasi di kecamatan beutong banggala, kabupaten nagan Raya.
Penolakan demi penolakan terus di suarakan Oleh Masyarakat beutong ateuh banggala agar tambang jangan beroprasi di tanah kelahiran mereka, penolakan itu jelas, bukan tidak ada sebabnya mengingat beutong ateuh banggala hari ini belom pulih total Dari bencana hidrometeorologi beberapa bulan yang lalu.
Saya Sebagai putra beutong Sangat kecewa Terhadap kebijak Pemerintah Aceh Dan Pemerintah daerah hari ini, padahal mereka memikirkan solutif terhadap pemulihan bencana yang Sudah terjadi berapa bulan yang lalu bukan izin tambang yang di persembahkan kepada Masyarakat beutong ateuh banggala, ” Guna utak geuyu seumike, Guna hate geuyu peurasa” itu kalimat yang cocok saya ucapkan kepada Pemerintah Aceh Dan Pemerintah daerah hari ini, sadis Dengen ucapan saya.? Lebih sadis lagi kebijakan Pemerintah kepada Rakyat nya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belom genap satu tahun bencana yang melanda beutong ateuh banggala Dan kondisi di lapangan pun belom begitu pulih tapih Pemerintah menghadiahkan izin tambang ke beutong ateuh banggala.
Seharusnya Pemerintahan Aceh Dan Pemerintah nagan Raya berkalaborasi untuk memikirkan bagaimana solusi yang konkret untuk menumbuhkan perekonomian Masyarakat di beutong ateuh banggala karena bencana hidrometeorologi kemarin, bukan izin tambang yang di berikan.
Menurut camat beutong ateuh banggala (zulkifli) alue badeuk masuk wilayah administratif beutong ateuh banggala, kami berharap Pemerintahan nagan Raya segera menyelesaikan porsoalan batas wilayah Dengen Pemerintah Aceh tengah jangan sampai klaim mengklaim wilayah tersebut. (*)






































