Aksi Premanisme di Kantor Polisi, Mualem Desak Usut Tuntas hingga Aktor Intelektual

RADAR NEWS

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 02:26 WIB

50347 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS. – Kecaman keras dilontarkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyusul insiden brutal yang menimpa seorang warga asal Kota Langsa di dalam lingkungan Polda Metro Jaya. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan tamparan telak bagi wibawa institusi penegak hukum.

Dalam pernyataannya usai menjenguk korban di Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026), Mualem menegaskan bahwa kejadian tersebut mencerminkan kegagalan serius dalam menjamin keamanan masyarakat, bahkan di ruang yang seharusnya steril dari aksi premanisme.

“Atas nama rakyat Aceh, saya mengecam keras. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, ini penghinaan terhadap rasa keadilan,” tegasnya dengan nada tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tidak masuk akal jika aksi pengeroyokan yang diduga melibatkan puluhan orang bisa terjadi di dalam kantor polisi tanpa adanya pembiaran. Ia menilai, kejadian ini mengindikasikan adanya kelalaian fatal, bahkan membuka ruang dugaan keterlibatan pihak internal.

“Kalau di dalam kantor polisi saja seseorang bisa dikeroyok, lalu di mana lagi masyarakat bisa merasa aman? Ini bukan lagi soal kecolongan, ini soal tanggung jawab yang harus dipertanyakan,” ujarnya tajam.

Mualem secara terbuka mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk tidak bermain setengah hati dalam menangani kasus ini. Ia meminta pengusutan dilakukan hingga ke akar, termasuk membongkar kemungkinan adanya aktor intelektual dan oknum aparat yang ikut bermain di balik layar.

“Jangan hanya pelaku lapangan yang dikorbankan. Siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada oknum aparat, harus diungkap dan ditindak tegas,” katanya.

Ia juga mengingatkan, jika kasus ini tidak ditangani secara transparan dan serius, maka konsekuensinya adalah runtuhnya kepercayaan publik—khususnya masyarakat Aceh—terhadap institusi kepolisian.

“Jangan sampai masyarakat menilai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Ini momentum pembuktian bagi kepolisian,” tambahnya.

RADARNEWS menilai, insiden ini bukan sekadar kasus kriminal, tetapi sudah masuk pada level krisis kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Terlebih, korban diduga diserang oleh lebih dari 20 orang yang disebut sebagai preman bayaran, dan ironisnya terjadi di hadapan aparat.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (26/3/2026) di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya, saat korban Faisal Amsco tengah menjalani agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit di Jakarta Selatan.

Mualem pun menegaskan pentingnya perlindungan maksimal terhadap korban dan saksi, serta meminta seluruh elemen masyarakat Aceh di perantauan untuk turut mengawal jalannya proses hukum.

“Kalau ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan terulang. Ini harus menjadi garis merah—tidak boleh ada ruang bagi premanisme, apalagi di dalam institusi hukum,” pungkasnya.

LAPORAN TIM RADARNEWS
FERNANDO. H

Berita Terkait

Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara
Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara
Kepala Inspektorat Banda Aceh Dicopot Dan Jadi Tersangka Hubungan Sejenis di Ruang Kerja
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Ground Check Hotspot di Desa Gasing, Polisi Pastikan Tidak Ada Api Aktif

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Betung Edukasi Warga Taja Raya II

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Polres Banyuasin Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol Rony Samtana atas Amanah Baru di Polda Sumsel

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:36 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Brigpol Nursalam, Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Untuk Dukung Swasembada Pangan”.

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Respons Cepat, Polisi Padamkan Kebakaran Lahan di Talang Buluh

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:55 WIB

TNI-Polri, BPBD dan Warga Bersama Padamkan Karhutla di Desa Gasing

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Betung Edukasi Warga Biyuku

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Respons Laporan Warga, Polisi dan MPA Padamkan Karhutla di Sungai Pinang

Berita Terbaru