KBB Tingkatkan Kewaspadaan Zoonosis dengan Pembentukan Kader Siaga

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 08:31 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cipatat, KBB – radar news .co.id <> Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia, dengan membentuk dan melatih Kader Siaga Zoonosis (Kasizo). Langkah ini menegaskan komitmen KBB dalam mengimplementasikan pendekatan “One Health” yang mengedepankan kolaborasi antara kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan lingkungan.

Pada Rabu, 12 November 2025, di Aula Kecamatan Cipatat, ratusan kader masyarakat dari empat wilayah rawan, yaitu Kecamatan Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cipatat, dan Saguling, mengikuti Sosialisasi dan Pembekalan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo) yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) KBB.

Kepala Disnakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, menekankan bahwa pembentukan Kasizo bukan sekadar program ad hoc, melainkan pilar penting dalam memperkuat sistem pengendalian penyakit berbasis masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kader Siaga Zoonosis adalah mata dan telinga Pemerintah Daerah di tingkat tapak. Mereka adalah mitra strategis yang kami harapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat mengenai bahaya penyakit seperti rabies, antraks, leptospirosis, dan flu burung,” tegas drh. Wiwin.

Peran utama Kasizo mencakup pemberian edukasi proaktif, pemantauan ketat terhadap kesehatan hewan ternak dan peliharaan, serta pelaporan dini atas indikasi atau temuan kasus zoonosis.

“Melalui program pemberdayaan ini, KBB secara nyata berupaya mewujudkan visi One Health dengan menciptakan sinergi lintas sektor yang lebih cepat dan komprehensif dalam upaya pencegahan dan mitigasi,” jelasnya.

Untuk memastikan kader memiliki kompetensi yang memadai, kegiatan pembekalan ini menghadirkan narasumber utama dari pusat, yaitu drh. Agus Jaelani, M.Si dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, serta Kepala Bidang Kesehatan Hewan KBB, drh. Acep Rohimat, M.Tr.AP.

drh. Acep Rohimat menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dirancang komprehensif, mencakup pengenalan mendalam terhadap berbagai jenis zoonosis, prosedur pencegahan, serta teknik Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang efektif.

“Para kader dibekali mulai dari tata cara pencegahan, pengenalan media edukatif seperti flipchart, hingga skema penyusunan pesan kesehatan yang mudah dipahami masyarakat. Kami juga menekankan pelatihan keterampilan komunikasi dasar agar pesan kesehatan dapat tersampaikan dengan tepat sasaran,” ujar drh. Acep.

Ia berharap, dengan bekal KIE yang mumpuni, Kasizo dapat berfungsi sebagai jejaring kewaspadaan dini yang handal. “Target kami adalah setiap laporan kasus, baik dari hewan maupun dugaan penularan ke manusia, dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan melibatkan Puskesmas dan petugas kesehatan hewan di lapangan,” pungkasnya.

Program Kasizo ini menjadi penanda keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mewujudkan visi Bandung Barat Sehat dan Berdaya Saing, melalui pembangunan masyarakat yang tangguh, sadar akan kesehatan, dan peduli terhadap ekosistem hewan dan lingkungan sekitar.

Berita Terkait

Provinsi Jawa Barat Kembali Menjadi Sorotan Nasional Sebagai Provinsi Dengan Tingkat Intoleransi Tertinggi
Prabu Foundation Gelar Diskusi Penguatan Toleransi dan Pengawasan Medsos di Kalangan Anak
Lawan Anarkis dan Vandalisme, Ketua Viking Campus Himbau Masyarakat Jabar Waspada Provokasi
Demi NKRI Harga Mati, Eks Napiter Ini Siap ‘Amankan’ Natal dan Tahun Baru Bersama TNI-Polri
BAZNAS RI dan DKM Nurul Ilmi Hadirkan Al-Qur’an dalam Bahasa Isyarat, Tuli Kini Lebih Dekat dengan Kalam Ilahi
Isu Potongan BLTS Terjawab: Dua Kepala Desa Buka Data, Siap Luruskan Kesalahpahaman di Tengah Warga
BAZNAS RI Bekerja Sama dengan Yayasan Adh-Dhiya dan LPMQ Kemenag RI dalam Penyelenggaraan Program Pengimbasan ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025
Dari Bandung untuk Indonesia: XTC Indonesia Siapkan Liga Basket Pelajar Berkelas Nasional

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 06:39 WIB

Proyek Jalan Bts. Purwakarta–Subang Diduga Menyimpang dari Spesifikasi, Publik Tuntut Audit Sesuai Regulasi Teknis PUPR

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:25 WIB

BUMDes dan Pemerintah Desa Singajaya Tunjukkan Kinerja Komprehensif di Tahun 2025: Pemberdayaan, Infrastruktur, dan Layanan Sosial Meningkat Nyata

Rabu, 26 November 2025 - 17:14 WIB

Banjir Rendam Desa Rigeb, Warga Terpaksa Mengungsi dan Jalan Penghubung Lumpuh

Selasa, 25 November 2025 - 20:58 WIB

Ketua GPA Sultra Serahkan SK Bidang Sumber Daya Alam dan Mineral, Perkuat Struktur Organisasi

Kamis, 13 November 2025 - 00:48 WIB

Josephine Simanjuntak Singgung Ketimpangan Prioritas Anggaran di dalam APBD DKI Jakarta 2026 : Antara Keterpenuhan Kebutuhan Pangan Masyarakat dan Hibah Organisasi

Minggu, 9 November 2025 - 11:46 WIB

Ringankan Beban Warga Binaan Babinsa Bantu Bangun Rumah

Jumat, 7 November 2025 - 01:11 WIB

LAMR Kepulauan Meranti Sambut Kunjungan Kepala Lapas Selatpanjang

Kamis, 6 November 2025 - 23:17 WIB

Personel Koramil 1426-07/Pattallassang Ajak Komponen Pendukung Patroli Bersama 

Berita Terbaru