Bulog Jabar Pastikan Stok Beras Aman Selama Ramadan, Penyerapan Gabah Petani Tembus 130 Ribu Ton

Redaksi

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 16:35 WIB

50501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAR , RADARNEWS.CO.ID <> Pada era kepemimpinan Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia 2024-2029, pemerintah menetapkan satu di antara beberapa misi prioritas, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sangat berkepentingan mengakselerasi sekaligus menyukseskan misi pemerintah tersebut.

Caranya, terus memperkuat ketersediaan pangan, khususnya, komoditas beras. Tidak heran, agar stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap perkasa, Perum Bulog tetap mengagresifkan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani di berbagai wilayah, termasuk Jabar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu, seperti apa pencapaiannya di Jabar?
Nurman Susilo, Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar, menegaskan, pihaknya tidak mengurangi agresivitas penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani selama Ramadan 2026.

Nurman Susilo mengatakan, penyerapan dan pengadaan selama Ramadan 2026 tersebut termasuk upaya untuk memperkuat CBP.
Selain itu, sambungnya, juga sebagai cara untuk merealisasikan target nasional penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani pada tahun ini, yakni sebanyak 4.5 juta ton.

“Khusus Jabar, targetnya 1.012 ton, GKP (Gabah Kering Panen) atau 694.432 ton setara beras.” tandasnya.
Seiring dengan terus berlangsungnya proses pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras petani selama Ramadan 2026, Nurman Susilo membeberkan, publik Jabar tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan beras.
Pasalnya, klaim Nurman Susilo, saat ini, pihaknya mengelola CBP yang berlimpah. Volumenya, sebut dia, sekitar 592 ribu ton.

“In Syaa Allah, stok beras Jabar aman dan bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama beberapa bulan mendatang,” kata Nurman Susilo.
Nurman Susilo meneruskan, tetap agresifnya penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani ini juga merupakan kiat jajarannya demi terciptanya stabilitas harga pada level petani.

Caranya, jelas dia, melalui pembelian GKP, yang nominalnya sesuai ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilo gram
Nurman Susilo optimistis bahwa pihaknya bisa merealisasikan target pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras yang dicanangkan pemerintah kepada jajarannya hingga akhir 2026.

Indikatornya, sahut dia, perbandingan realisasi pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras antara 2025 dan tahun ini.

Tahun lalu, ungkap dia, hingga memasuki pekan kedua Maret 2026, volume penyerapannya 32.086 ton. “Tahun ini mencapai 130 ribu ton,” ujar dia.

Akan tetapi, Nurman Susilo mengatakan, pencapaian positif sulit tercapai apabila tidak ada sinergi yang kuat dan harmonis dengan seluruh stakeholder.
Yaitu, sebut dia, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota-kabupaten. Lalu, lanjutnya, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Kemudian, tambah dia, para penyuluh pertanian, termasuk para mitra pengadaan dan penggilingan serta kelompok tani,” pungkas Nurman Susilo.

Red * Heri *

Berita Terkait

Kompak dan Bersinergi, Satgas TMMD dan Warga Gotong-royong Rehab Masjid dan Tempat Wudhu
Antisipasi Lonjakan Harga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Pantau Harga Ikan Di Pasar Tradisional Wilayah Binaan
Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan
Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues
KODIM 0113/GAYO LUES KORAMIL 09/PUTRI BETUNG ​TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Tebangun
Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang dampingi Penyaluran Makan Bergisi Gratis
Musim Hujan, Babinsa Ingatkan Warga Waspada Bencana Alam
Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Berita Terbaru

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Kompak dan Bersinergi, Satgas TMMD dan Warga Gotong-royong Rehab Masjid dan Tempat Wudhu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:37 WIB

KODIM 0113/GAYO LUES KORAMIL 09/PUTRI BETUNG ​TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Tebangun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang dampingi Penyaluran Makan Bergisi Gratis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Musim Hujan, Babinsa Ingatkan Warga Waspada Bencana Alam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Berita Terbaru