Terobosan Otomotif Berbahan Kayu, Fawaz Salim Hadirkan Jimny dan VW Safari Skala Asli

Redaksi

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:59 WIB

50570 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung , radarnews.co.id — Kreativitas dan keberanian berinovasi kembali ditunjukkan oleh seorang pengusaha muda asal Bandung, Fawaz Salim, yang berhasil menciptakan terobosan unik di dunia otomotif.

Ia membangun ulang dua mobil klasik legendaris, Suzuki Jimny LJ80 dan Volkswagen Type 181, dengan material utama kayu. Menariknya, kendaraan tersebut dibuat dalam skala 1:1 dan tetap dapat berfungsi normal sebagai kendaraan operasional.

Berbeda dengan miniatur kendaraan yang biasa dijumpai di toko suvenir, karya Fawaz menghadirkan mobil kayu berukuran asli yang dapat dikendarai di jalan. Ide unik tersebut lahir sekitar enam bulan lalu, ketika ia membeli unit mobil klasik yang kondisinya sudah rusak berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih melakukan restorasi menggunakan pelat besi seperti pada umumnya, Fawaz justru memanfaatkan pengalaman panjangnya di bidang kerajinan kayu yang telah ia tekuni sejak tahun 1998.

Dengan keterampilan tersebut, ia kemudian merancang dan membangun ulang bodi kendaraan menggunakan kayu Sonokeling, jenis kayu keras yang dikenal memiliki kekuatan, ketahanan, serta nilai estetika tinggi.

“Awalnya saya membeli unit mobil yang kondisinya sudah sangat rusak. Dari situ muncul ide untuk membuat sesuatu yang berbeda. Karena saya sudah lama berkecimpung di dunia kayu, akhirnya saya mencoba membangun ulang bodinya menggunakan kayu,” ujar Fawaz saat ditemui di Bandung.

Ia menjelaskan bahwa bahan baku kayu Sonokeling yang digunakan didatangkan dari Kalimantan karena memiliki ukuran batang yang besar dan kualitas yang baik untuk kebutuhan konstruksi bodi kendaraan. Fawaz juga memastikan bahwa material kayu yang digunakan berasal dari sumber yang legal.

“Kayunya dari Kalimantan karena ukurannya besar dan kualitasnya bagus. Kami pastikan semuanya legal, ada izin dan cap dari Perhutani untuk bodinya,” jelasnya.
Proses pengerjaan mobil kayu tersebut memerlukan ketelitian tinggi, mulai dari pembentukan rangka, pengukuran presisi, hingga penyesuaian dengan struktur kendaraan asli.

Fawaz mengakui bahwa proyek pembangunan Suzuki Jimny LJ80 yang tengah ia kerjakan masih belum mencapai tahap sempurna.

Hal itu disebabkan oleh keterbatasan acuan bodi asli yang membuat proses penyelarasan dimensi menjadi lebih menantang. Meski demikian, hasil karyanya tetap berhasil menarik perhatian banyak pecinta otomotif maupun masyarakat umum.

Keunikan mobil berbodi kayu ini tidak hanya terletak pada materialnya, tetapi juga pada keberhasilannya menggabungkan unsur seni kerajinan dengan teknologi otomotif. Karya tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dapat lahir dari keberanian mencoba pendekatan yang berbeda.

Dengan mengusung konsep ramah lingkungan dan nilai estetika tinggi, mobil kayu buatan Fawaz Salim kini menjadi salah satu karya kreatif yang mencuri perhatian di dunia otomotif tanah air.

Tak sedikit pecinta kendaraan klasik yang penasaran melihat langsung hasil perpaduan antara seni pertukangan kayu dan desain mobil legendaris tersebut.

Bagi Fawaz, proyek ini bukan sekadar eksperimen, melainkan bentuk dedikasi untuk menunjukkan bahwa kreativitas anak bangsa mampu melahirkan karya unik yang bernilai seni sekaligus fungsional.

Berita Terkait

Bayu Umbara Komandani Upacara Sumpah Pemuda Jabar, Gaungkan Persatuan dan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum SWI Iskandar Buka UKW di Banjarmasin, Dorong Lahirnya Wartawan Profesional dan Berkompeten
900 Hektare Hutan Rakyat Pajagan Terancam Gundul, Ribuan Kubik Kayu Jati-Mahoni Mengalir ke Penggergajian Besar di Situraja
Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo
Maju dengan Nomor Urut 2, Asep Saputra Siap Bawa Semangat Baru untuk Desa Talagasari
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
Turnamen Futsal Antarpelajar di Bekasi, Upaya Bangun Generasi Berprestasi dan Cinta Damai
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Kompak dan Bersinergi, Satgas TMMD dan Warga Gotong-royong Rehab Masjid dan Tempat Wudhu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Antisipasi Lonjakan Harga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Pantau Harga Ikan Di Pasar Tradisional Wilayah Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:37 WIB

KODIM 0113/GAYO LUES KORAMIL 09/PUTRI BETUNG ​TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Tebangun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang dampingi Penyaluran Makan Bergisi Gratis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Musim Hujan, Babinsa Ingatkan Warga Waspada Bencana Alam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:31 WIB