Viral! Kapolsek Mallusetasi Diduga Intimidasi Jurnalis, Ternyata Punya Harta Rp4,25 Miliar

RADAR NEWS

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 00:21 WIB

50416 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARRU, SULAWESI SELATAN. | Nama AKP Iriansyah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat usai videonya yang diduga mengintimidasi jurnalis saat peliputan aktivitas tambang galian C di wilayah Mallusetasi tersebar luas di jagat maya. Kejadian yang berlangsung di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025 lalu, memperlihatkan perwira polisi berpangkat ajun komisaris itu mengenakan seragam dinas lengkap, menghampiri rombongan wartawan yang tengah melakukan dokumentasi dan peliputan dugaan aktivitas pertambangan ilegal. Dalam rekaman video, AKP Iriansyah terlihat menyuruh para jurnalis untuk menghentikan pengambilan gambar, bahkan meminta kartu identitas serta surat tugas peliputan dari wartawan yang berada di lokasi. Ketegangan pun tak terhindarkan di lapangan, karena sejumlah jurnalis merasa tindakan tersebut telah melampaui kewenangan serta bertentangan dengan prinsip kerja pers.

Para wartawan yang berada di lokasi saat itu sempat mengingatkan bahwa kegiatan jurnalistik memiliki perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Mereka menegaskan bahwa tindakan menghalang-halangi kerja jurnalistik termasuk bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum yang serius. Video berdurasi sekitar dua menit itu kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial dan aplikasi berbagi pesan, memicu gelombang kecaman dari masyarakat sipil, aktivis kebebasan pers, bahkan mendapat sorotan dari organisasi profesi wartawan. Banyak pihak menilai tindakan aparat tersebut mencederai spirit demokrasi dan menjadi preseden buruk bagi perlindungan jurnalis di lapangan.

Merespons cepat viralnya insiden tersebut, jajaran Polres Barru langsung mengambil langkah penanganan guna meredam gejolak dan menjaga wibawa institusi kepolisian. AKP Iriansyah dilaporkan telah diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk dimintai keterangan terkait tindakan yang dilakukan saat berada di lapangan. Kapolres Barru turut memanggil yang bersangkutan guna mendengar langsung klarifikasi dan penjelasan terkait peristiwa yang telah mencoreng citra kepolisian tersebut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan internal, AKP Iriansyah akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para jurnalis dan masyarakat atas tindakan yang terjadi. Dalam pernyataannya, ia mengakui telah bertindak kurang tepat dan menyebut bahwa insiden itu terjadi dalam kondisi di mana situasi di lapangan sempat memanas dan memicu salah tafsir atas kehadiran wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, polemik belum sepenuhnya mereda ketika publik kembali dihebohkan oleh informasi yang beredar mengenai laporan harta kekayaan AKP Iriansyah di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dokumen laporan tertanggal 11 Januari 2025, nama AKP Iriansyah tercantum memiliki total kekayaan senilai Rp4,25 miliar. Angka tersebut menarik perhatian karena tergolong besar jika dibandingkan dengan sejumlah pejabat setingkatnya, bahkan disebut-sebut melampaui jumlah harta kekayaan Kapolres Barru sendiri. Dari total kekayaan tersebut, sebagian besar berasal dari kepemilikan aset berupa tanah dan bangunan, senilai kurang lebih Rp4,1 miliar. Sisanya berasal dari kendaraan bermotor, kas dan setara kas, serta harta bergerak lainnya. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan terkait sumber kekayaan yang dimilikinya. Namun, kemunculan nilai fantastis tersebut telah memancing atensi publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas aparat dalam melaporkan kekayaan secara jujur dan terbuka.

Kasus ini menjadi refleksi penting bagi aparat penegak hukum di seluruh level untuk menjadikan perlindungan terhadap kebebasan pers sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka. Demokrasi yang sehat tidak dapat tumbuh tanpa ruang yang aman bagi wartawan dalam menjalankan profesinya. Tugas jurnalis bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga akuntabilitas publik, termasuk terhadap institusi penegak hukum. Oleh karenanya, sikap represif terhadap jurnalis bukan saja melukai etika demokrasi, tetapi juga menjauhkan aparat dari kepercayaan masyarakat. Perlu ada komitmen nyata dari seluruh institusi keamanan agar menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai fondasi negara hukum yang menjamin hak warga untuk memperoleh informasi yang jujur, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan: 🇹🇪🇦🇲 🇷🇦🇩🇦🇷
(Fernando. H)

Berita Terkait

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
IWO Indonesia Jabar Perkuat Konsolidasi Organisasi, Puluhan Ketua DPD Satukan Langkah Menuju Rakernas II
Sambut Maulid Nabi & HUT RI ke-81, Karang Taruna RW 08 Wangunjaya Gelar Lomba Hingga Tabligh Akbar
Masjid Ihsanulhuda Dipenuhi Jamaah, K.H. Adip Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Jalan Gelap Fly Over Laswi Telan Korban Jiwa, RAGA Desak Pemkot Bandung Audit Total PJU

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:32 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Dampingi Pendistribusian Pembagian Beras Bulog Untuk Warga Binaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:29 WIB

Rakornis TMMD ke-130, Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa

Rabu, 16 September 2026 - 21:52 WIB

Terkait Video Viral Pelayanan Kapus Munte,Kepala Dinas Kesehatan Karo Memberikan Klarifikasi dan Peringatan

Rabu, 16 September 2026 - 18:26 WIB

Tiga PPL dan Dua ASN Dinas Pertanian Gayo Lues Terima Piagam Penghargaan dari Presiden RI

Rabu, 16 September 2026 - 14:24 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 14:20 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Rabu, 16 September 2026 - 10:17 WIB

​Percepat Akses Ekonomi, TNI dan Warga Uning Pune Lanjutkan Gotong Royong Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Reje Bujang

Selasa, 15 September 2026 - 21:48 WIB

BC Game: вигідні бонуси та акції для любителів слотів у 2026

Berita Terbaru