Anak Asuh Kapolri Ini Bikin Heboh Dunia Kampus! Ja’far Hasibuan Juara Workshop AI di USU

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 08:03 WIB

50934 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa internasional Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus pemberi pengobatan gratis di seluruh dunia, menerima penghargaan juara pertama Workshop Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas dari Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, SKM., M.Kes., di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.

MEDAN — Di tengah sorak tepuk tangan di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), nama Muhammad Ja’far Hasibuan kembali menggema. Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat semester I itu dinobatkan sebagai juara pertama Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas.

Namun, di balik senyum dan penghargaan yang ia genggam, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, mimpi, dan pembuktian diri seorang anak bangsa yang dulu sering diremehkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, bersama Muhammad Ja’far Hasibuan, moderator Dr. Sri Malem Indirawati, dan narasumber Dr. Nasrul Z. berpose bersama usai penutupan Workshop Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas di USU.

Dari Anak Kampus yang Dibuli ke Juara AI

“Awalnya saya cuma anak kampus yang sering dibuli karena dianggap salah jurusan,” kenang Ja’far saat ditemui usai menerima penghargaan, Jumat (17/10/2025).
Ia tertawa kecil, mengenang masa-masa sulit di awal perkuliahannya. Banyak yang meremehkan langkahnya karena latar belakang pendidikannya bukan dari dunia kesehatan. Tapi justru dari sanalah tekadnya tumbuh.

Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, bersama Muhammad Ja’far Hasibuan, moderator Dr. Sri Malem Indirawati, dan narasumber Dr. Nasrul Z. berpose bersama usai penutupan Workshop Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas di USU.

“Banyak yang bilang saya salah jurusan, tapi saya tahu arah hidup saya. Dunia kesehatan bukan soal gelar dokter, tapi tentang pengabdian dan manfaat bagi orang lain,” ujarnya dengan nada mantap.

Kini, anak kampus yang dulu diragukan itu berhasil membuktikan diri. Ja’far tak hanya memahami teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), tapi juga memanfaatkannya untuk mendukung penelitian kesehatan berstandar jurnal internasional Scopus Q1.

Workshop AI: Jalan Baru Menuju Panggung Dunia

Workshop yang digelar selama dua hari (17–18 Oktober 2025) itu diadakan oleh Prodi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU, dibuka langsung oleh Dekan FKM, Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si., dengan narasumber Dr. Nasrul Z., ST., M.Kes., dan moderator Dr. Sri Malem Indirawati, SKM., M.Si.

Para peserta, terdiri dari dosen dan mahasiswa doktoral, dilatih menulis artikel ilmiah bereputasi dengan bantuan AI — mulai dari membuat ide riset, judul, hingga penyusunan metodologi berstandar Scopus Q1.

Di antara peserta yang cemerlang, nama Ja’far mencuri perhatian. Karya ilmiahnya yang memadukan riset biofarmaka dan pemanfaatan AI membuatnya terpilih sebagai juara pertama, disusul Ally Abdullah Ally, mahasiswa doktoral asal Tanzania, sebagai juara kedua.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, SKM., M.Kes., sementara pemenang kedua menerima hadiah dari Wakil Dekan II, Ir. Indra Chahaya S., M.Si.

Keberhasilan Ja’far tak bisa dilepaskan dari sosok yang ia panggil “Ayah Asuh” — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Sejak menerima beasiswa Kapolri untuk melanjutkan pendidikan S2 di USU, Ja’far menganggap dukungan itu sebagai amanah besar.
“Beasiswa ini bukan cuma bantuan biaya, tapi kepercayaan negara kepada anak bangsa. Ilmu yang tidak dibagikan adalah ilmu yang mati,” ucapnya penuh semangat.

Dari Sarjana Terbaik Indonesia ke Beasiswa Dunia

Nama Ja’far mulai dikenal sejak 2016, ketika ia dinobatkan sebagai Sarjana Terbaik 1 se-Indonesia oleh Istana Negara — mengalahkan ribuan lulusan dari berbagai universitas. Penghargaan itu merupakan hasil kerja sama antara Kemenpora, Kominfo, LKBN Antara, dan Arsip Nasional RI, serta disiarkan di berbagai televisi nasional.

Tak berhenti di situ, tiga tahun lalu Ja’far juga menerima beasiswa penuh (full scholarship) dari salah satu universitas ternama di Tiongkok untuk melanjutkan studi S2 dan S3.
Namun, niatnya berangkat sempat tertunda. “Saya ingin riset saya bisa jadi dasar pengobatan gratis bagi rakyat Indonesia. Itu cita-cita saya dari awal,” ujarnya.

Lahir dari latar sederhana, Ja’far tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian. Ia sering turun langsung ke desa-desa, menjadi relawan kesehatan, sekaligus peneliti lapangan.
“Dari desa ke desa saya belajar bahwa kesehatan bukan cuma soal obat, tapi tentang kemanusiaan,” tuturnya.

Kini, dari ruang-ruang kampus USU hingga rencana studinya di luar negeri, Ja’far membawa semangat yang sama: menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jembatan untuk menolong sesama.
Dulu dibuli karena dianggap “salah jurusan”, kini namanya dikenal sebagai ilmuwan muda berprestasi internasional yang siap mengantarkan riset Indonesia ke panggung dunia.

Berita Terkait

Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Cegah kasus korupsi, HOTMA dukung Mantan Jampidsus Kebanggaan Presiden
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP
Demo Jilit II Peserta Aksi Bawa BH, Kapolrestabes Medan Diminta Tepati Janji dan Tangkap Mamak Maling

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Antisipasi Lonjakan Harga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Pantau Harga Ikan Di Pasar Tradisional Wilayah Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang dampingi Penyaluran Makan Bergisi Gratis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Musim Hujan, Babinsa Ingatkan Warga Waspada Bencana Alam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Babinsa Koramil 01/Terangun Pantau Pembangunan KDKMP Desa Rumpi, Progres Capai 80 Persen

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:31 WIB