Yudi Suseno Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Forkopimda Demi Kondusifitas Pemasyarakatan Sumut

RADAR NEWS

- Redaksi

Selasa, 3 Juni 2025 - 22:32 WIB

50486 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Dalam upaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, aman, dan tertib, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Sumatera Utara, Drs. Yudi Suseno, Bc.IP., S.Pd., M.Si, terus menekankan pentingnya sinergitas antara jajaran pemasyarakatan dengan aparat keamanan dan penegak hukum lainnya, termasuk unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Yudi menginstruksikan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka. UPT) Pemasyarakatan di Sumut untuk secara rutin membangun dan memperkuat koordinasi demi menjamin stabilitas serta kondusifitas di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di wilayahnya masing-masing.

Saat ditemui awak media, Selasa (3/6), Yudi menyatakan langkah ini tidak hanya sebagai bagian dari tugas fungsional pemasyarakatan, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari akselerasi reformasi yang sedang digelorakan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. yang dikenal gigih dalam mendorong transformasi kinerja berbasis kolaborasi, keterbukaan, dan penguatan pengawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program akselerasi yang dicanangkan oleh Pak Menteri Imipas Agus Andrianto menyasar pada penguatan sistem keamanan, pembinaan, serta pelayanan publik yang bermartabat dalam seluruh lini pemasyarakatan,” sebutnya.

Dalam kerangka besar pembenahan ini, Yudi Suseno secara konsisten merespons dengan menggelorakan semangat sinergitas lintas sektor, yang diyakininya sebagai fondasi utama dalam menciptakan lapas dan rutan yang tidak hanya tertib, namun juga berdaya guna bagi pembinaan warga binaan.

Dikatakan, melalui pendekatan yang berbasis koordinasi intensif dengan TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, hingga pemerintah daerah, seluruh elemen diinstruksikan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjalin kolaborasi erat demi mengantisipasi gangguan keamanan, potensi kerusuhan, serta penyelundupan narkoba dan barang terlarang lainnya ke dalam lapas rutan.

Arahan Yudi Suseno ini sekaligus menjadi respons konkret terhadap salah satu dari 21 Perintah Strategis yang diluncurkan oleh Dirjen PAS Irjen Pol. Drs. Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum.

Di mana dalam perintah strategis tersebut secara tegas ditekankan pentingnya “penguatan sinergitas aparat penegak hukum dan pemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam maupun di luar tembok lembaga pemasyarakatan.

Kakanwil Yudi Suseno juga menyampaikan bahwa Dirjenpas Mashudi, dalam berbagai arahannya, menekankan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak bisa dipisahkan dari peran stakeholder eksternal.

“Kolaborasi aktif antar institusi bukan hanya memperkuat fungsi pengawasan, namun juga mempercepat realisasi pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel,” terangnya.

Maka tak heran bila di bawah kepemimpinan Yudi Suseno, berbagai UPT Pemasyarakatan di Sumut terus berupaya menjalin komunikasi yang intens dengan Polres, Kodim, Kejari, hingga camat dan kepala daerah setempat.

Hasilnya mulai terlihat, dengan meningkatnya intensitas kegiatan pengamanan terpadu, patroli bersama, sidak gabungan, serta kesepakatan antar lembaga untuk saling memberi informasi cepat dalam menangani potensi gangguan keamanan di dalam blok hunian.

Selain itu, beberapa lapas rutan juga menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dalam program pembinaan kemandirian berbasis keahlian kerja, sebagai bentuk sinergi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong fungsi reintegrasi sosial yang efektif.

Langkah-langkah ini membuktikan bahwa instruksi Menteri Imipas Jenderal (Purn) Agus Andrianto dan strategi Dirjen PAS Irjen Pol. Mashudi benar-benar direspons secara konkret di lapangan, khususnya oleh Kanwil DitjenPAS Sumut.

Koordinasi yang diintensifkan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban jangka pendek, melainkan juga membangun fondasi sistem pemasyarakatan yang lebih kuat, berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial, bukan sekadar pemidanaan.

Pentingnya menjaga harmoni dan kepercayaan antar institusi diakui Yudi Suseno sebagai kunci utama keberhasilan.

Yudi pun kerap turun langsung ke lapangan, mengevaluasi kesiapan UPT dalam menghadapi dinamika keamanan, serta memberikan pembekalan agar setiap kepala lapas dan rutan memahami pentingnya komunikasi yang cepat, tepat, dan terbuka dengan aparat penegak hukum di wilayahnya.

Dengan strategi ini, Sumatera Utara berada dalam jalur yang benar menuju pemasyarakatan modern yang tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan mempercepat terciptanya keadilan restoratif.

Langkah terobosan ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi besar dalam tubuh pemasyarakatan bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi gerakan nyata yang terus bergerak, menyatu dengan denyut nadi keamanan dan pembangunan di daerah.(AVID)

Berita Terkait

Ketua Umum MPSU Angkat Bicara Terkait Polemik SPPG Binjai 2 Kecamatan Medan Denai Kota Medan
Merasa Dizalimi, Keluarga Korban Pencurian Menangis dan Bentangkan Spanduk Presiden Prabowo Usai Sidang di Pengadilan Negeri Medan
Wartawan Disuruh Polisi Nangkap Maling Malah Dipenjara dan DPO, Keluarga Kembali Surati Presiden Prabowo Subianto, Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman
Tidak Tepati Janjinya Menyelesaikan Kasus Viral Wartawan Nangkap Maling Masuk Penjara, Masyarakat Kecil Adukan Kapolrestabes Medan Ke Presiden Prabowo, Komisi III dan Kapolri !
Ketua Laskar Gibran Sumut Samson Sembiring Bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Binjai, Bahas Penguatan UMKM
Ahli Hukum Pidana Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum : Kasus Korban Nangkap Maling Jadi Tersangka Itu Tidak Sah, Prematur dan Layak Dihentikan, Bukti Tidak Jelas!
Perketat Pengawasan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Kelas I Medan Geledah 24 Kamar Hunian WBP dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang
Perkuat Komitmen Bersih Narkoba, 115 Pegawai dan 350 WBP Lapas Kelas I Medan Dinyatakan Negatif Tes Urine

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:06 WIB

Pabrik PT Hopson Diduga Nekat Produksi Meski Disanksi, Negara Dinilai Kalah oleh Keberanian Perusahaan di Gayo Lues

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:25 WIB

Festival Ceria Anak Bangsa di TK Negeri 2 Blangkejeren Jadi Ruang Edukasi, Seni, dan Kebersamaan Anak-Anak

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:45 WIB

Babinsa Koramil 06/Tripe Jaya Bersama Masyarakat Bantu Petugas PLN Pasang Kabel Listrik

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:20 WIB

Aktivitas Ilegal PT Hopson Tak Pernah Benar-Benar Berhenti, Di Mana Ketegasan Aparat Lingkungan?

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:16 WIB

Negara Seolah Lumpuh, PT Hopson Kembali Operasi Saat Status Masih Dibekukan Pemerintah Aceh

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:46 WIB

Masjid Suhada Desa Rikit Terendam Banjir Tahunan hingga ketinggian 1 mtr, Warga memohon Pemkab Aceh Tenggara Segera Bangun Solusi Permanen

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:22 WIB

Krisis Kepercayaan terhadap Pengawasan Lingkungan Menguat, PLT KPPH VIII Gayo Lues Diminta Bertanggung Jawab

Senin, 18 Mei 2026 - 22:30 WIB

Asap Cerobong PT Hopson Kembali Mengepul Saat Malam, Dugaan Pembangkangan Hukum Lingkungan di Gayo Lues Kian Terbuka

Berita Terbaru

REGIONAL

Jalin Silaturahmi, Dengan Aparat Kecamatan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:56 WIB