Pakaian yang Dikenakan Dandim 0719/Jepara Jadi Sorotan dalam Festival Budaya Pesta Lomban di Jepara

REDAKSI SULAWESI UTARA

- Redaksi

Senin, 7 April 2025 - 09:44 WIB

50534 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara, 7 April 2025 – Gelaran Festival Budaya Pesta Lomban di Jepara tahun ini tidak hanya dipenuhi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, namun juga menghadirkan momen yang memukau para pengunjung dan peserta. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah pakaian yang dikenakan oleh Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., beserta sang istri, Ny. Eniek Khoirul. Pasangan ini mengenakan pakaian khas Jepara, yaitu tenun Troso yang merupakan produk unggulan dari industri lokal.

Tenun Troso, yang berasal dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, dikenal dengan kualitasnya yang luar biasa dan motif-motif khas yang indah. Tenun ini telah lama menjadi simbol kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Jepara. Proses pembuatan tenun Troso sendiri membutuhkan keterampilan tinggi, dengan menggunakan bahan alami dan teknik yang diwariskan turun-temurun oleh para pengrajin lokal. Dalam Festival Budaya Pesta Lomban ini, Letkol Arm Khoirul Cahyadi bersama Ny. Eniek Khoirul memilih mengenakan tenun Troso dalam bentuk pakaian tradisional yang dipadukan dengan ikat kepala khas Jepara.

Penampilan mereka dengan pakaian tenun Troso mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir di festival tersebut. Pakaian yang mereka kenakan tidak hanya menunjukkan keanggunan, tetapi juga memperkenalkan kepada dunia luar mengenai potensi luar biasa yang dimiliki oleh industri tekstil di Jepara. Tenun Troso yang digunakan oleh Dandim dan istrinya tersebut merupakan hasil karya para pengrajin lokal yang telah lama dikenal di pasar domestik dan internasional, namun tetap menjadi bagian integral dari identitas budaya Jepara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival Budaya Pesta Lomban sendiri merupakan salah satu acara tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jepara dan wisatawan dari luar daerah. Selain pertunjukan seni seperti tari, musik, dan berbagai kompetisi budaya, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan lebih jauh kebudayaan dan produk lokal Jepara. Pada tahun ini, Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S. E., menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui karya-karya asli, seperti tenun Troso.

“Melalui pakaian ini, kami ingin menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Jepara, sekaligus mendukung pengrajin lokal yang telah melestarikan tradisi ini,” ujar Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S. E., dalam kesempatan wawancara. “Dengan mengenakan tenun Troso, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya mereka.”

Tak hanya itu, Ny. Eniek Khoirul juga menambahkan bahwa mengenakan tenun Troso merupakan cara untuk memperkenalkan karya seni lokal yang telah lama menjadi kebanggaan Jepara. “Pakaian ini memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mendalam, yang patut dihargai dan dipertahankan,” ujarnya.

Festival Budaya Pesta Lomban tahun ini memang lebih istimewa dengan hadirnya simbol kebanggaan lokal tersebut. Selain memperlihatkan keindahan dan kekayaan budaya, acara ini juga mendorong pengembangan industri kreatif lokal yang dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Jepara. Dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh penting seperti Dandim 0719/Jepara, diharapkan tenun Troso dan produk lokal lainnya semakin dikenal luas dan mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Ke depannya, Pesta Lomban diharapkan tidak hanya menjadi acara untuk merayakan budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan lebih banyak lagi kekayaan lokal yang dimiliki Jepara, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan pelestarian budaya daerah.

(Rud)

Berita Terkait

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
IWO Indonesia Jabar Perkuat Konsolidasi Organisasi, Puluhan Ketua DPD Satukan Langkah Menuju Rakernas II
Sambut Maulid Nabi & HUT RI ke-81, Karang Taruna RW 08 Wangunjaya Gelar Lomba Hingga Tabligh Akbar
Masjid Ihsanulhuda Dipenuhi Jamaah, K.H. Adip Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:42 WIB

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 11:06 WIB

Update Data Wilayah, Babinsa Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Camat

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

Sinergi ​Gotong Royong Babinsa, Yonif TP 855, dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues

Kamis, 24 September 2026 - 10:57 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Kopi

Kamis, 24 September 2026 - 09:17 WIB

Diduga Panik Pasca-Demo Buruh Tani, Anggota DPRD Karo Lusia Sukatendel Mendadak Gelar Rapat

Kamis, 24 September 2026 - 00:21 WIB

SlotJoint im Jahr 2026: So nutzen Sie den Willkommensbonus optimal

Rabu, 23 September 2026 - 23:45 WIB

Explore the official site of online casinos: secure access and exciting gameplay

Rabu, 23 September 2026 - 22:00 WIB

Découvrez les bonus McBookie en 2026 : maximisez vos gains dès aujourd’hui

Berita Terbaru

Oplus_131072

ACEH BARAT DAYA

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:42 WIB