Gayo Lues – Polres Gayo Lues bersama sejumlah unsur terkait bergerak cepat melayani masyarakat setelah kejadian meluapnya air Sungai Desa Badak dan putusnya jembatan utama Aih Bobo di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (23/6/2026). Peristiwa yang bermula dari curah hujan tinggi sejak malam hari tersebut menyebabkan banjir hingga menutup sebagian badan jalan dan memutus akses utama penghubung antarwilayah, termasuk jalur menuju rumah sakit.
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K melalui Kapolsek Blangkejeren, Iptu Syamsuddin, S.H, menjelaskan bahwa pelayanan masyarakat dilakukan sejak pukul 08.15 WIB di dua lokasi utama, yaitu jalan lintas Blangkejeren–Pining di dekat jembatan besar Desa Badak dan kawasan jembatan Aih Bobo di Desa Rigeb. Luapan air sungai menutupi jalan, sementara jembatan utama Aih Bobo putus terseret arus sehingga arus lalu lintas warga nyaris terhenti total.
Melihat situasi ini, Polres Gayo Lues bersama Polsek Blangkejeren, didukung personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Aceh, gabungan personel Satlantas, serta perangkat desa dan kecamatan, langsung melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas. Turun langsung di lapangan, Wakapolres Gayo Lues, Kompol Eddy Yaksa, S.Sos, beserta Wadanyon D Pelopor Satbrimob Polda Aceh, AKP Imanta Purba, memimpin penanganan di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel Polri melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik terdampak, menjaga antrean kendaraan roda dua dan empat yang melintas di wilayah Desa Badak agar tetap tertib dan aman. Untuk warga yang ingin melintas di area jembatan Aih Bobo, petugas mengarahkan masyarakat menggunakan jembatan lama yang masih bertahan. Namun, akses lewat jembatan lama ini terbatas hanya untuk kendaraan roda dua, sedangkan roda empat belum bisa dilayani karena faktor keamanan. Personel turut membantu masyarakat menyeberangkan kendaraan dengan hati-hati dan memastikan lalu lintas tetap berjalan walau dalam keterbatasan.
Selain itu, sejumlah anggota Batalyon D Brimob turut membantu warga membersihkan rumah-rumah yang terkena dampak banjir, khususnya di Desa Rigeb. Kegiatan ini dilakukan agar lingkungan warga bisa segera pulih dan risiko kesehatan akibat genangan air dapat diminimalisir.
Kondisi di Desa Badak kini berangsur membaik. Meski jalan utama masih tergenang, kendaraan bisa melintas dengan dibantu petugas yang berjaga, mengarahkan arus kendaraan agar tetap di jalur aman. Di Desa Rigeb, lalu lintas melalui jembatan lama masih berlangsung dengan pengawasan ketat petugas karena jembatan baru Aih Bobo tidak lagi dapat digunakan usai terputus diterjang arus.
Hingga pelayanan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB, tidak ditemukan korban jiwa akibat peristiwa ini. Aparat masih terus mengawasi situasi di lokasi dan bersiaga jika terjadi perubahan situasi. Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan BPBD serta pemerintah daerah agar penanganan dan perbaikan bisa segera dilakukan, termasuk antisipasi jika ke depan intensitas hujan kembali meningkat di Gayo Lues.
Kapolsek Blangkejeren menekankan bahwa keberadaan personel kepolisian di lokasi merupakan wujud nyata pelayanan dan komitmen Polri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan bisa mempercepat pemulihan serta mengembalikan aktivitas warga di Kecamatan Dabun Gelang secara normal. Upaya deteksi dini juga terus dilakukan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang mungkin kembali terjadi di wilayah Gayo Lues. (Abdiansyah)






































