Senin, 23 Juni 2026
Kampung Tetingi mengalami musibah ketika jembatan sementara yang menjadi penghubung utama antar kampung mengalami kerusakan parah akibat air sungai meluap. Infrastruktur darurat tersebut, yang telah lama menjadi tulang punggung mobilitas warga, kini tidak lagi dapat dilewati dengan aman. Kejadian ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat karena jembatan merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan berbagai kampung sekaligus jalan menuju lahan perkebunan dan pertanian mereka.
Melihat ketergantungan tinggi terhadap jembatan tersebut, masyarakat Kampung Tetingi tidak menunggu lama untuk mengambil tindakan. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, warga berkumpul untuk memperbaiki jembatan darurat secara swadaya. Upaya kolektif ini menunjukkan komitmen masyarakat lokal untuk tetap mempertahankan konektivitas mereka meskipun tanpa dukungan penuh dari pihak pemerintah. Mereka bekerja dengan sepenuh hati, menggunakan peralatan sederhana dan materi yang tersedia, membuktikan bahwa kekuatan kebersamaan dapat mengatasi berbagai hambatan infrastruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik upaya perbaikan ini, masyarakat Desa Tetingi menyuarakan aspirasi penting mereka kepada pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Mereka meminta agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur mereka yang masih jauh dari layak. Kenyataan bahwa masyarakat harus mengandalkan jembatan sementara dalam waktu yang sangat lama menunjukkan perlunya intervensi serius dari pihak pemerintah. Masyarakat mendesak agar pembangunan infrastruktur permanen menjadi prioritas, mengingat jembatan bukan hanya berfungsi sebagai penghubung antar kampung, tetapi juga sebagai akses vital menuju sumber penghidupan mereka berupa lahan perkebunan dan pertanian.
Situasi ini menyoroti kesenjangan infrastruktur yang masih terjadi di daerah-daerah terpencil. Meskipun masyarakat Tetingi telah menunjukkan kemauan keras untuk membangun sendiri, tanggung jawab pemerintah dalam memastikan akses infrastruktur dasar yang memadai tetap tidak dapat diabaikan. Momentum ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi pemerintah Gayo Lues untuk memberikan perhatian lebih kepada pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut.






































