Masjid Suhada Desa Rikit Terendam Banjir Tahunan hingga ketinggian 1 mtr, Warga memohon Pemkab Aceh Tenggara Segera Bangun Solusi Permanen

REDAKTUR

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:46 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, masjid Suhada yang terletak di Desa Rikit, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali menjadi perhatian masyarakat setempat akibat banjir tahunan yang terus berulang setiap kali musim hujan tiba. Selama bertahun-tahun, masjid yang menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan warga ini selalu tergenang air dengan ketinggian antara 50-100cm.

Genangan air yang kerap berlangsung hingga dua hingga tiga minggu ini bukan hanya mengganggu pelaksanaan ibadah shalat lima waktu dan shalat Jumat, tetapi juga merusak fasilitas masjid. Karpet, mimbar, sound system, hingga Alquran sering basah dan rusak. Dinding masjid yang terbuat dari bata juga mulai menghitam karena kelembaban yang tinggi, sementara lantai dasar yang rendah membuat air mudah masuk dan sulit surut. Menurut warga setempat, masjid yang dibangun sejak awal 1990 an ini berada di dataran yang relatif rendah dan berdekatan dengan aliran anak sungai yang kurang terkelola. Saat hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di sekitar Kecamatan Bambel, air dengan cepat mengalir ke permukiman dan tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai. Akibatnya, Masjid Suhada yang seharusnya menjadi tempat yang tenang dan suci justru berubah menjadi kolam besar setiap tahunnya. Imam masjid bersama pengurus takmir telah berkali-kali melakukan berbagai upaya. Mereka pernah membuat saluran air manual di sekitar masjid, menaikkan lantai sebagian ruangan dengan cor semen, serta membersihkan lumpur dan sampah setelah banjir surut. Namun semua itu hanya solusi sementara. Begitu musim hujan datang kembali, masalah yang sama muncul lagi. “Masjid ini bukan hanya tempat shalat, tapi juga pusat pendidikan anak-anak mengaji, majelis taklim, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kalau terus begini setiap tahun, kami khawatir semangat warga untuk beribadah akan menurun. Anak-anak juga jadi trauma melihat masjid mereka seperti danau,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Rikit.(dedi harianto), aspirasi secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar segera melakukan intervensi. Mereka berharap ada tiga langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, normalisasi dan pendalaman saluran air serta anak sungai di sekitar desa.

Kedua, pembuatan drainase yang lebih besar dan sistem pompa air jika diperlukan.

Ketiga, pertimbangan peninggian lantai masjid secara permanen disertai pembangunan talud atau sheet pile di sisi yang rawan banjir.

Beberapa tokoh masyarakat dan pemuda Desa Rikit menyatakan bahwa mereka siap mendukung penuh apabila Pemkab Aceh Tenggara menurunkan tim untuk survei dan menyusun desain penanganan. Mereka juga berharap agar aspirasi ini dapat didengar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tenggara serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masalah banjir di Masjid Suhada bukanlah kasus tunggal di Kecamatan Bambel. Beberapa masjid dan meunasah lain di wilayah dataran rendah juga mengalami masalah serupa, meski tidak separah Masjid Suhada. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat persoalan tata kelola air dan drainase wilayah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Dengan kondisi geografis Aceh Tenggara yang memiliki curah hujan cukup tinggi pada musim tertentu, penanganan banjir secara terencana dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Warga Desa Rikit berharap agar Masjid Suhada, sebagai salah satu simbol keberagamaan dan persatuan masyarakat, dapat segera terbebas dari ancaman genangan air agar dapat berfungsi secara maksimal sebagai rumah ibadah yang layak dan nyaman. Aspirasi ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan tahunan semata, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata dari pemerintah daerah sehingga Masjid Suhada dapat kembali menjadi kebanggaan dan pusat peradaban keagamaan bagi masyarakat Desa Rikit dan sekitarnya (Wahidin)

Berita Terkait

Negara Seolah Lumpuh, PT Hopson Kembali Operasi Saat Status Masih Dibekukan Pemerintah Aceh
Krisis Kepercayaan terhadap Pengawasan Lingkungan Menguat, PLT KPPH VIII Gayo Lues Diminta Bertanggung Jawab
Asap Cerobong PT Hopson Kembali Mengepul Saat Malam, Dugaan Pembangkangan Hukum Lingkungan di Gayo Lues Kian Terbuka
Pembangkangan PT Rosin Dinilai Menginjak Keputusan Pemerintah dan Menguji Wibawa Negara di Aceh
PW GPA DKI Jakarta Nilai Irjen Agus Suryonugroho Pantas Sandang Bintang Tiga
Pasca Pembekuan oleh Pemerintah Aceh, Aktivitas PT Rosin Diduga Masih Jalan, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun
Waspada Penipuan Digital, Bank Aceh Syariah Tekankan Pentingnya Perlindungan Data Nasabah
SD Negeri 9 Blangkejeren Buka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2026

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:32 WIB

KOPVITNAS Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Lindungi Objek Vital Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:28 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, KOPVITNAS Targetkan Sistem Obvitnas yang Tangguh, Pelantikan dan Pengukuhan KOPVITNAS Periode 2026–2031

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:23 WIB

Pelantikan KOPVITNAS Berlangsung di Bogor, Fokus Jaga Obvitnas, Pelantikan dan Pengukuhan KOPVITNAS Periode 2026–2031

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:23 WIB

Babinsa Tumbuhkan Rasa Kebersamaan Dengan Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa Binaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:20 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani cabe merah

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:15 WIB

Bersama Warga Babinsa Koramil 05/Pining gotong royong membersihkan jalan menuju perkebunan warga desa Ekan Kec. pining Kab. Galus

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:11 WIB

Babinsa Gotong Royong Bantu Warga Pemasangan Pipa Air Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:34 WIB

Langkah Awal Pembangunan Jembatan Gantung di Di Kecamatan Tripe Jaya Dimulai Dengan Pembersihan

Berita Terbaru