PKN: Seruan Kebenaran Tak Bisa Ditawar, Korupsi Jadi Ancaman Serius Bangsa

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 00:30 WIB

50242 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS – Nasional-  Gelombang seruan moral kembali menggema. Namun kali ini bukan sekadar imbauan normatif, melainkan peringatan keras yang menohok langsung ke kesadaran publik dan aparat penegak hukum.

Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang dipimpin langsung oleh Patar Sihotang menegaskan bahwa keberanian menyuarakan kebenaran bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah realitas hukum yang kian dipertanyakan integritasnya.

Dalam pernyataan tegasnya, Patar Sihotang menyoroti bahwa perjuangan melawan ketidakadilan, terutama korupsi, tidak boleh berhenti hanya karena tekanan, intimidasi, atau kepentingan kekuasaan. Ia menyebut, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis serius, di mana praktik korupsi telah menjelma menjadi penyakit sistemik yang menggerogoti hampir seluruh sendi kehidupan bernegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan pernah lelah menyuarakan kebenaran. Kita hanya akan kuat jika bersatu melawan kezaliman, terutama korupsi yang kini semakin terang-terangan mencederai rasa keadilan rakyat,” tegasnya.

Patar Sihotang menilai, korupsi bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah berkembang menjadi jaringan yang terstruktur dan sulit disentuh. Lebih mengkhawatirkan, ia menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum dalam institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi garda benteng terakhir keadilan.

Kondisi ini menciptakan ironi: hukum yang seharusnya melindungi justru dipersepsikan sebagai alat tawar-menawar kepentingan. Ia secara gamblang mengkritik wajah penegakan hukum yang dinilai “tajam ke bawah, tumpul ke atas”, sebuah realitas yang menurutnya bukan lagi sekadar stigma, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat luas.

Dalam banyak kasus, pelaku kejahatan kerah putih seolah mendapatkan ruang kompromi, sementara rakyat kecil justru menghadapi hukum dengan keras tanpa ampun.

“Himbauan ini bukan hanya kepada rakyat yang diminta bersuara, tetapi juga kepada para penegak hukum: masihkah berpihak pada keadilan, atau sudah menjadi bagian dari lingkaran masalah itu sendiri?” ujarnya dengan nada tajam.

Lebih lanjut, Patar menegaskan bahwa pembiaran terhadap praktik korupsi dan ketidakadilan merupakan bentuk kejahatan terselubung yang sama berbahayanya. Diamnya aparat, menurutnya, bukan netralitas, melainkan indikasi kegagalan moral dan institusional yang dapat meruntuhkan kepercayaan publik secara perlahan namun pasti.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dan awak media dalam mengawal transparansi, termasuk dalam setiap laporan, sengketa informasi publik, serta pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara. Tanpa kontrol publik yang kuat, potensi penyimpangan hanya akan semakin liar di dalam lingkaran kekuasaan dan sulit untuk dikendalikan.

Dalam penutupnya, Patar menyerukan pembenahan total di tubuh penegakan hukum. Ia mendesak agar institusi terkait berani membersihkan diri dari oknum-oknum “sampah” yang mencoreng integritas, serta menghimbau untuk kembali pada prinsip dasar: hukum harus berdiri tegak di atas keadilan, bukan di atas kepentingan.

RADARNEWS menilai, pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan alarm keras bagi seluruh pemangku jabatan. Jika korupsi terus dibiarkan dan penegakan hukum tetap berjalan pincang, maka yang runtuh bukan hanya sistem hukum itu sendiri, melainkan juga kepercayaan rakyat terhadap negara.

Di tengah situasi ini, satu hal menjadi terang: tanpa keberanian kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk bersuara dan bertindak, keadilan hanya akan tinggal slogan, dan hukum berpotensi kehilangan maknanya di mata publik.

LAPORAN TIM RADARNEWS
FERNANDO HUTAURUK

Berita Terkait

ALL STAR, Memiliki Peran Sosial Dalam Mencegah Konflik & Tawuran Remaja
Mudik Lebaran 2026 Sukses, PW GP Al Washliyah DKI: Ini Bukti Nyata Korlantas Jaga Kemanusiaan
PTUN Jakarta Disorot: Sengketa Informasi Berujung Dugaan Konflik Kepentingan Peradilan
Lantunan Yasin dan Doa Membasuh Rindu: Idul Fitri Jadi Simpul Pemersatu Keluarga Besar Almarhum Haji Mas’hud Bin Haji Saeran
Instruksi Siaga 1 Panglima TNI Sudah Tepat untuk Perkuat Keamanan Nasional
The Ultimate10K Series Powered by bank bjb: Menghubungkan Empat Kota, Menggerakkan Ekonomi, dan Menghidupkan Sport Tourism Nasional
HIMLAB Raya Jakarta Gelar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Labusel, Dorong Penguatan Pembangunan Daerah
Ken I. Pramendra: PWI LS Siap Bersinergi dengan Polri Ciptakan Situasi Kondusif Saat Lebaran

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:39 WIB

Excavator Bekerja, Satgas TMMD Wujudkan Jalan Impian Warga

Selasa, 28 April 2026 - 18:52 WIB

Masuk Hari ke-7, TMMD Abdya Fokus Bangun Infrastruktur Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 17:27 WIB

Gotong Royong Mengalir, Warga Dukung Penuh TMMD ke-128 Abdya

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

TNI dan Warga Bersatu, Pembangunan MCK Berjalan Lancar

Selasa, 28 April 2026 - 15:28 WIB

Kerja Nyata TMMD, Rumah Warga Gunung Cut Mulai Berubah

Senin, 27 April 2026 - 20:43 WIB

TMMD Abdya Tunjukkan Hasil, Rumah Nurhabibah Sudah 13,3 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:55 WIB

Rapat Evaluasi TMMD, Dansatgas Abdya Tekankan Kerja Maksimal

Senin, 27 April 2026 - 19:16 WIB

Medan Ekstrem Tak Halangi! TMMD Abdya Gas Pembukaan Jalan Gunung

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Excavator Bekerja, Satgas TMMD Wujudkan Jalan Impian Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:39 WIB

ACEH BARAT DAYA

Masuk Hari ke-7, TMMD Abdya Fokus Bangun Infrastruktur Air Bersih

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:52 WIB

ACEH BARAT DAYA

Gotong Royong Mengalir, Warga Dukung Penuh TMMD ke-128 Abdya

Selasa, 28 Apr 2026 - 17:27 WIB

ACEH BARAT DAYA

TNI dan Warga Bersatu, Pembangunan MCK Berjalan Lancar

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:56 WIB