Investigasi Radar News: Menelusuri Jejak Anggaran Buku Hukum Kute — Benarkah Ada Dana Aspirasi Negara?

RADAR NEWS

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 03:04 WIB

50280 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Dalam beberapa bulan terakhir, isu mengenai adanya “dana aspirasi negara” untuk penyusunan Buku Hukum Kute beredar luas di sejumlah desa di Aceh Tenggara. Radar News melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan apakah benar dokumen adat tersebut mendapat kucuran dana khusus dari pemerintah pusat, legislatif, ataupun skema aspirasi anggota DPR/DPRK.

Hasil penyelidikan menemukan bahwa tidak ada satu pun dasar hukum atau nomenklatur anggaran yang menunjukkan keberadaan dana aspirasi khusus untuk penyusunan Buku Hukum Kute. Informasi ini diperoleh dari dokumen anggaran daerah, regulasi Kementerian Desa, serta hasil wawancara dengan sejumlah sumber di lingkungan pemerintah desa dan pemerintahan kabupaten.

Tidak Ada di APBN, Tidak Ada di Dana Aspirasi Legislatif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim investigasi menelusuri dokumen APBN, juknis Dana Desa, hingga alur dana aspirasi legislatif. Hasilnya:
– Tidak ada kode kegiatan APBN yang menyebut “Buku Hukum Kute”.
– Tidak ada program DPR/DPRK yang secara eksplisit mengalokasikan anggaran untuk penyusunan Buku Hukum Kute.
– Tidak ada nomenklatur resmi yang mengarahkan dana aspirasi digunakan untuk pembuatan buku adat tersebut.

Seorang sumber internal di lingkungan pemerintahan daerah, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan:

“Kalau ada yang mengatasnamakan dana aspirasi negara untuk Buku Hukum Kute, itu perlu dipertanyakan. Karena dalam regulasi resmi, anggaran khusus seperti itu memang tidak ada.”

Lalu Dari Mana Dana Buku Hukum Kute Bisa Dialokasikan?

Meski tidak memiliki dana aspirasi khusus, penyusunan Buku Hukum Kute tetap bisa dibiayai secara sah melalui jalur lain. Investigasi menemukan tiga jalur sumber pendanaan yang dibolehkan:

1. Dana Desa (DD)
Melalui pos:
– Pembinaan lembaga adat
– Peningkatan kapasitas masyarakat
– Penguatan tata kelola pemerintahan desa

Sejumlah desa mengakui bahwa penyusunan Buku Hukum Kute memang pernah didanai melalui DD, tetapi harus melalui musyawarah desa dan tercatat dalam APBDes.

2. Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten
Dokumen ADD di beberapa kabupaten di Aceh memuat kegiatan:
– Pembinaan adat desa
– Pelatihan lembaga adat
– Fasilitasi peraturan adat

Kegiatan ini kadang mencakup pendampingan penyusunan Buku Hukum Kute, tetapi tidak berupa dana aspirasi khusus.

3. Fasilitasi dari DPMG dan Majelis Adat Aceh
Fasilitasi ini lebih berupa pelatihan dan pendampingan teknis, bukan anggaran khusus.

Dugaan Salah Persepsi dan Potensi Penyalahgunaan Narasi

Penelusuran Radar News mengidentifikasi adanya kemungkinan:
– Misinformasi di tingkat masyarakat mengenai sumber pendanaan.
– Penyalahgunaan istilah “aspirasi” oleh oknum tertentu untuk mengesankan seolah dana buku berasal dari partai tertentu atau dari pejabat tertentu.
– Minimnya transparansi dalam proses penganggaran di beberapa desa, sehingga masyarakat tidak mengetahui bahwa pendanaan seharusnya dibahas melalui musyawarah desa.

Seorang aktivis pemerhati tata kelola desa di Aceh Tenggara menyampaikan:

“Istilah ‘dana aspirasi untuk Buku Hukum Kute’ sering dipakai untuk membangun opini tertentu. Padahal faktanya tidak ada. Yang ada hanya anggaran desa yang seharusnya dibahas secara terbuka.”

Pertanyaan Kunci yang Ditemukan Tim Investigasi

Radar News mencatat beberapa tanda tanya yang layak diperdalam:
– Mengapa beberapa pihak mengklaim bahwa Buku Hukum Kute dibiayai dari dana aspirasi negara?
– Apakah ada motif untuk memanfaatkan narasi pendanaan tersebut demi kepentingan politik atau kelompok tertentu?
– Apakah seluruh penganggaran Buku Hukum Kute sudah diputuskan melalui musyawarah desa sesuai aturan?
– Apakah laporan penggunaan anggarannya terbuka dan dapat diakses warga?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih membutuhkan klarifikasi dari sejumlah pemangku kebijakan desa dan kabupaten.

Kesimpulan Investigatif

Berdasarkan rangkaian penelusuran dokumen, wawancara, dan pengecekan nomenklatur anggaran:
➡ Tidak ada dana aspirasi negara khusus untuk Buku Hukum Kute.
➡ Pendanaan sah yang tersedia hanya melalui DD, ADD, dan program pembinaan lembaga adat.
➡ Narasi “dana aspirasi Buku Hukum Kute” terindikasi sebagai salah persepsi atau potensi manipulasi informasi.

Radar News akan melanjutkan investigasi pada tahap berikutnya, termasuk meminta klarifikasi resmi dari perangkat desa, DPMG, dan lembaga adat kabupaten.

TIM RADAR NEWS.
FERNANDO. H

Berita Terkait

ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan
Musda X Golkar Aceh Tenggara: Denny Febrian Roza Ambil Kendali, Arah Baru Partai Mulai Dipertanyakan
MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Warga Jemur Padi, Wujud Dukungan TNI dalam Ketahanan Pangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Keakraban Dengan Warga,Babinsa Koramil 05/Pining Melaksanakan Komsos

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Puluhan Warga Desa Terlis Antusias Didaftarkan Program Perlinsos

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Tingkatkan Aksesibilitas Pedalaman, Babinsa Koramil 09/Putri Betung Bersama Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Update Data Wilayah, Babinsa Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Camat

Berita Terbaru