SMPA Dukung Kejati Aceh Usut Dugaan Korupsi Dana Beasiswa BPSDM Sebesar Rp 420 Miliar demi Masa Depan

RADAR NEWS

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025 - 01:00 WIB

501,549 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati Aceh) dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana beasiswa yang bersumber dari anggaran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh. Total anggaran yang diduga bermasalah mencapai Rp 420,5 miliar. SMPA menilai, upaya Kejati Aceh ini merupakan langkah penting dalam menjaga integritas sektor pendidikan dan menegakkan nilai keadilan sosial di Tanah Rencong.

Ketua Umum SMPA, Aziz Arkan Hakiki, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan sektor fundamental yang menentukan masa depan Aceh. Karena itu, menurutnya, setiap penyimpangan dalam pengelolaan dana pendidikan, terlebih dana beasiswa, harus diungkap secara transparan, tuntas, dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa semangat penegakan hukum dalam sektor ini tidak boleh berhenti di tengah jalan atau terhambat oleh kekuatan-kekuatan tertentu.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kejati Aceh atas langkah beraninya menelusuri dugaan korupsi dalam dana beasiswa. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal moral dan tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Aceh yang seharusnya menikmati haknya untuk belajar,” ujar Arkan dalam pernyataan tertulisnya yang diterima media, Jumat (31/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arkan menyayangkan adanya dugaan penyimpangan dalam program beasiswa yang semestinya digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas generasi muda Aceh. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kejahatan moral yang merampas hak anak muda untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan setara. Bagi SMPA, dana beasiswa adalah amanah yang harus dikelola dengan tanggung jawab penuh, bukan dijadikan ladang kepentingan pribadi atau kelompok.

“Satu rupiah pun yang dikeluarkan dari anggaran pendidikan punya dampak besar bagi keluarga miskin yang menggantungkan harapan pada pendidikan anaknya. Maka, penyalahgunaan dana ini bukan hanya korupsi administratif — tapi juga pengkhianatan terhadap cita-cita keadilan sosial,” tambahnya.

SMPA mendorong agar Kejati Aceh tetap konsisten dan profesional dalam menangani kasus ini. Organisasi mahasiswa tersebut menaruh harapan besar terhadap kredibilitas proses hukum yang berlangsung, serta mendorong agar siapa pun yang teridentifikasi terlibat, tanpa pandang bulu, diproses secara terbuka dan bertanggung jawab di mata hukum serta publik.

Selain memberikan apresiasi terhadap kinerja Kejati Aceh, SMPA juga menggarisbawahi pentingnya memperkuat sistem tata kelola pendidikan di Aceh. Mereka menilai bahwa kasus ini menjadi momentum introspektif bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meninjau ulang mekanisme distribusi beasiswa serta akuntabilitas lembaga pengelola. Program pendidikan harus disusun dengan prinsip transparansi serta berpihak pada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

“Bagi kami, bersihnya dunia pendidikan adalah kunci bagi terwujudnya masyarakat Aceh yang beradab, cerdas, dan bermartabat. Karena itu, SMPA akan terus mengawal isu-isu pendidikan dan mendukung penuh proses penegakan hukum yang berpihak kepada kebenaran dan keadilan,” tegas Arkan.

Sebagai organisasi yang berangkat dari semangat idealisme dan kepedulian atas kondisi sosial masyarakat, SMPA berkomitmen untuk tetap konsisten dalam perannya sebagai kelompok kontrol publik. Mereka juga menyatakan akan terus memperjuangkan integritas di sektor pendidikan dan mendesak agar sektor ini dijauhkan dari praktik-praktik koruptif yang merusak masa depan generasi.

Dengan dukungan dari elemen mahasiswa seperti SMPA, upaya pemberantasan korupsi, khususnya dalam sektor pendidikan, diharapkan terus mendapatkan legitimasi publik. Penegakan hukum yang jujur dan tegas diharapkan tak hanya menjadi efek jera, tetapi juga langkah korektif untuk membangun Aceh yang lebih bersih dan berkeadilan.

buat berita gaya kompas Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati Aceh) dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana beasiswa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh yang mencapai total anggaran sebesar Rp 420.528.771.210.

Ketua Umum SMPA, Aziz Arkan Hakiki, menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor fundamental dalam membangun masa depan Aceh. Oleh karena itu, setiap penyimpangan yang terjadi dalam pengelolaan dana pendidikan harus diusut secara tuntas, transparan, dan berkeadilan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kejati Aceh atas langkah beraninya menelusuri dugaan korupsi dalam dana beasiswa. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal moral dan tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Aceh yang seharusnya menikmati haknya untuk belajar,” ujar Arkan.

Menurutnya, dugaan penyimpangan dana beasiswa merupakan bentuk kejahatan moral yang merampas hak generasi muda untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dana beasiswa adalah amanah, dan penyalahgunaannya merupakan pengkhianatan terhadap nilai keadilan sosial.

“Kami berharap Kejati Aceh tetap teguh, profesional, dan tidak gentar dalam mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab di hadapan hukum dan publik,” tambahnya.

SMPA memandang, momentum ini harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan sistem beasiswa di Aceh. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memastikan agar setiap program pendidikan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan berpihak kepada mahasiswa yang membutuhkan.

“Bagi kami, bersihnya dunia pendidikan adalah kunci bagi terwujudnya masyarakat Aceh yang beradab, cerdas, dan bermartabat. Karena itu, SMPA akan terus mengawal isu-isu pendidikan dan mendukung penuh proses penegakan hukum yang berpihak kepada kebenaran dan keadilan,” tutup Aziz Arkan Hakiki.

Sebagai organisasi mahasiswa yang berpikir kritis dan berlandaskan idealisme, Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA) berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga integritas publik dan memperjuangkan nilai keadilan sosial demi masa depan Aceh yang lebih baik. (*)

Berita Terkait

Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Bea Cukai Aceh Gagalkan Dugaan Penyelundupan 2,9 Kg Emas ke Malaysia
Pastikan Struktur Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya
Pasca-Penerbitan SP3, Tim Kuasa Hukum Muhammad Amin dkk Layangkan Somasi Terbuka Terkait Dugaan ‘Trial by the Press’
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan
Di Balik Sukses HUT Bhayangkara ke-80, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo Jadi Simbol Kekompakan dan Semangat Pengabdian

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Anggota Koramil 08/Blangpegayon Dan Personil Yon TP 855/RD Melaksanakan Pengecatan Jembatan Gantung

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jembatan Gantung Perintis Garuda I di Desa Kendawi selesai diresmikan, Warga Dapat Beraktivitas Kembali

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Cek Kesiapan Paskibraka Jelang Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Bersama Ketua Persit Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WIB

AKSI NYATA PEMULIHAN DARI BENCANA ALAM GABUNGAN TNI & WARGA GOTONG ROYONG MASAL PEMBANGUNAN JEMBATAN MERAH PUTIH

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Kebut Finishing Pembangunan Jembatan Gantung Demi Keselamatan dan Kesejahteraan Warga Masyarakat Desa Binaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Laksanakan Jum’at Bersih, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren dan Masyarakat Bersihkan Munasha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat Diduga Keracunan MBG, Bupati dan Kapolres Karo Langsung Tinjau 

Berita Terbaru