Ketika Hukum Diduga Tunduk pada Kepentingan, Lalu Di Mana Keadilan Berpihak?

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 00:38 WIB

50113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS | OPINI |  Sampai kapan rakyat harus menyaksikan hukum dipersepsikan berjalan tidak sebagaimana mestinya? Ketika muncul anggapan bahwa proses penegakan hukum lebih ditentukan oleh kepentingan daripada oleh fakta dan aturan perundang-undangan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah perkara, melainkan wibawa negara hukum itu sendiri.

Yang lebih memprihatinkan, apabila koordinasi antarinstansi yang seharusnya menjadi instrumen untuk menegakkan keadilan justru dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai praktik yang menyimpang dari prinsip-prinsip hukum. Jika persepsi seperti ini terus menguat dan tidak dijawab dengan transparansi, maka kepercayaan publik akan semakin terkikis.

Negara ini dibangun di atas konstitusi, bukan di atas pesanan. Hukum dibuat untuk melindungi seluruh warga negara tanpa memandang jabatan, kekuasaan, ataupun kedekatan dengan penguasa. Ketika hukum kehilangan independensinya, yang lahir bukan lagi rasa keadilan, melainkan ketakutan dan ketidakpercayaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, rakyat kecil sering kali menjadi pihak yang paling cepat merasakan kerasnya penegakan hukum. Sementara itu, terhadap mereka yang memiliki kekuasaan, pengaruh, atau akses, proses hukum kerap dipersepsikan berjalan lambat atau bahkan tak kunjung memberikan kepastian. Dari sinilah lahir ungkapan yang hingga kini masih terdengar di tengah masyarakat: “Tajam ke bawah, tumpul ke atas.”

Ungkapan tersebut bukan sekadar slogan kritik. Ia merupakan peringatan bahwa keadilan tidak boleh hanya menjadi tulisan dalam undang-undang, tetapi harus nyata dalam setiap tindakan aparat dan lembaga negara.

Sudah saatnya seluruh institusi penegak hukum membuktikan bahwa hukum tidak dapat dipesan, tidak dapat diperjualbelikan, dan tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan siapa pun. Sebab ketika hukum kehilangan marwahnya, yang runtuh bukan hanya kepercayaan rakyat, tetapi juga fondasi negara hukum yang seharusnya menjadi kebanggaan diRepublik.

LAPORAN TIM RADARNEWS.

FERNANDO. HUTAURUK.

Berita Terkait

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni: Ketika Rakyat Mulai Bertanya, “Sudahkah Kami Benar-Benar Merdeka?”
Membelah Bukit, TMMD Hadirkan ‘Merah Putih’ di Gunung Cut
Lumpuhnya Keadilan Saat Hukum Melacurkan Diri Demi Uang
Proyek Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Disoal: SMP PGRI 2 Ciambar Diduga Gunakan Baja Bekas, Tak Sesuai RAB
Koperasi Merah Putih Libatkan Perangkat Desa dan Istri ASN, Masihkah Ini Milik Rakyat?
Tambang Ilegal di Hutan Unmul: Alarm Kegagalan Sistem, Saatnya Solusi Islam
Ketua IWO-I KBB: Media Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Junjung Etika dan Profesionalisme
Pemilihan Rektor IAIN Lhokseumawe, Ajang Adu Kuat Dukungan Parpol

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 22:53 WIB

Personel Pos Pol Gasing Cek Titik Api Karhutla di Dusun 2 Desa Gasing

Minggu, 20 September 2026 - 22:50 WIB

Ground Check Hotspot di Timbul Jaya, Polisi Temukan Lahan Terbakar Sekitar 1 Hektare

Minggu, 20 September 2026 - 22:48 WIB

Wujudkan Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Imbau warga Untuk Mendukung Program P2B

Jumat, 18 September 2026 - 21:38 WIB

“Dukung Ketahanan Pangan, Bripka Harun Jauhari Laksanakan Kegiatan P2B Polsek Talang Kelapa di Kel. Talang Keramat” Kec. Talang Kelapa

Jumat, 18 September 2026 - 16:19 WIB

Ground Check Hotspot di Dana Mulya, Polisi Temukan Bakaran Sabut Kelapa

Jumat, 18 September 2026 - 16:16 WIB

Polres Banyuasin Nobar Penganugerahan Kompolnas Awards 2026

Jumat, 18 September 2026 - 16:13 WIB

Nobar Kompolnas Awards 2026, Polres Banyuasin Saksikan Polda Sumsel Raih Juara 1 Kategori Polda

Kamis, 17 September 2026 - 18:54 WIB

Polisi Amankan Pelaku Pembunuhan di Pulau Rimau, Diduga Dilatarbelakangi Sakit Hati    

Berita Terbaru