Ketua Umum PPA Minta Pemerintah Responsif, Layani Aspirasi Mahasiswa

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:47 WIB

50377 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meugah.com | Banda Aceh – Gelombang demonstrasi mahasiswa kembali terjadi di sejumlah titik di Aceh. Aksi ini dipicu oleh kebijakan Pemerintah Aceh terkait Pergub Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Mahasiswa menuntut agar Pemerintah Aceh segera mencabut pergub tersebut karena dianggap lahir tanpa kajian yang matang serta minim transparansi data. Mereka juga menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi hak dasar masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

Menanggapi situasi ini, Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) menyampaikan sikap tegas sekaligus imbauan kepada Pemerintah Aceh agar bersikap terbuka dan responsif terhadap aspirasi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah Aceh harus melayani tuntutan mahasiswa dengan baik dan memberikan ruang diskusi yang terbuka. Ini adalah bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Mari kita bicara secara terbuka,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan keberadaan para wakil rakyat dan pimpinan daerah dalam menghadapi situasi ini.

“Di mana wakil rakyat dan pimpinan Pemerintah Aceh? Hadapi mahasiswa, layani mereka dengan baik. Jangan menghindar. Sajikan data secara tepat dan terbuka,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar tidak ada tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

“Hindari segala bentuk ancaman terhadap mahasiswa. Ini adalah hak mereka dalam negara demokrasi. Pemerintah harus hadir sebagai pelindung, bukan penekan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa sejatinya hanya membutuhkan penjelasan yang rasional dan berbasis data.

“Mahasiswa hanya perlu penjelasan yang logis dan didukung data yang cukup. Jika data itu benar dan kuat, tidak ada alasan untuk takut menyampaikannya kepada publik,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan pengalaman panjangnya dalam dunia pendidikan sebagai dasar pandangannya.

“Pengalaman saya sebagai Rektor selama 21 tahun memimpin mahasiswa menunjukkan bahwa mereka adalah kelompok yang berpikir logis. Pendekatan dialog dan keterbukaan adalah kunci, bukan tekanan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa mahasiswa adalah kelompok yang rasional, sehingga pendekatan dialog menjadi solusi terbaik untuk meredam potensi konflik.

“Mahasiswa adalah manusia logika. Berikan ruang diskusi agar tidak terjadi aksi anarkis dan tidak menimbulkan korban dari rakyat Aceh. Jangan biarkan situasi ini berjalan tanpa solusi,” katanya.

Dalam pernyataannya, ia juga menyoroti akar permasalahan utama dari polemik ini, yaitu kebijakan yang dianggap prematur.

“Masalah terbesar dalam kasus ini adalah kebijakan yang diambil secara prematur, tanpa didasari riset dan pengumpulan data yang valid. Ini yang kemudian menimbulkan masalah besar di lapangan,” jelasnya.

Ia menyarankan agar pemerintah mencabut sementara pergub tersebut apabila data dan kesiapan belum memadai.

“Jika pemerintah belum siap dengan data yang kuat, sebaiknya pergub tersebut dicabut terlebih dahulu sampai semuanya benar-benar siap,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa layanan JKA merupakan hak dasar masyarakat Aceh yang tidak boleh dikurangi, meskipun terdapat keterbatasan anggaran.

“Kekurangan anggaran jangan dijadikan alasan untuk memotong hak rakyat. Pemerintah harus mencari solusi, termasuk membuka peluang sumber pendanaan lain seperti hibah dari berbagai kementerian, baik dalam negeri maupun luar negeri, serta menggali sumber-sumber baru untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak dasar rakyat merupakan amanat undang-undang yang menjadi tanggung jawab pemerintah.[]

Berita Terkait

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Brigjen Guslin Bersama Kemendagri dan Pemkab Gayo Lues Pantau Normalisasi Sungai Aih Bobo, Upaya Tekan Risiko Luapan Air Diperkuat
Pemerintah Pusat dan Pemkab Gayo Lues Perkuat Sinergi, 16 Alat Berat Disiapkan untuk Percepatan Penanganan Pascabanjir
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
Kapolres Bireuen Hadiri Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XXXVIII Universitas Islam Aceh
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Maju dengan Nomor Urut 2, Asep Saputra Siap Bawa Semangat Baru untuk Desa Talagasari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Turnamen Futsal Antarpelajar di Bekasi, Upaya Bangun Generasi Berprestasi dan Cinta Damai

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38 WIB

WARGA RT 11 RW 05 Kel.Pamoyanan Kec. CICENDO PROTES PENCABUTAN SPANDUK DI 4 PAGAR RUMAH PRIBADI 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Inspektorat KBB Luncurkan WBS Terintegrasi Berbasis AI, Lapor Jadi Lebih Mudah dan Aman

Berita Terbaru

BANYUASIN

Polres Banyuasin Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Musi 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 17:03 WIB