Radarnews.co.id,Banyuasin: Arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah tidak begitu berdampak pada angkutan pedesaan (angdes). terminal alang-alang lebar jurusan pangkalan balai, sekitar 10 angdes yang ngetime, justru sepi penumpang.
Banyak sopir angkutan berwarna hijau mudah itu nganggur, sembari menunggu calon penumpang. Bahkan dalam sehari, mereka pernah tak menarik alias tak ada penumpang yang diangkut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rusman sutoyo, salah satu sopir angdes mengakui sekarang ini banyak penumpang bus yang tak lagi naik angdes. Alasannya mayoritas telah dijemput oleh keluarganya di luar terminal, Tak hanya itu, menjamurnya travel gelap juga menjadi pemicu sepinya penumpang angdes di Banyuasin, Padahal seharusnya, momen arus mudik dan balik lebaran, menjadi berkah bagi sopir angdes, namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.
“Perbedaannya jauh dibanding yang dulu, ya ada penurunan penumpang. Ya setiap tahun seperti ini, sepi sekarang,” katanya saat dikonfirmasi Radarnews.co.id, Rabu (18/3/2026).
“Apalagi kan banyak yang punya mobil sendiri, mobil pribadi, jadinya ya sekarang penumpang angdes sepi,” tambahnya.
Rusman sutoyo setiap harinya mangkal di depan masjid jumhuriah pangkalan balai mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.Pria berusia 50 tahun itu ngetime bersama rekan-rekannya sesama sopir angdes.
Pada momentum arus mudik dan balik Idul Fitri tahun ini, ia dalam sehari hanya dua kali jalan atau pergi pulang (PP). Penumpang yang ia antar yakni tujuan Pangkalan balai.
Dari Terminal alang-alang lebar,ia mematok tarif Rp13 ribu, ke pangkalan balai,sedangkan ke sembawa 10 ribu. dan ke sukamoro 5 ribu Ia berharap, angdes diperhatikan pemerintah daerah, agar keberadaannya tidak mati.(Husnen)






































