BANYUASIN – Sebuah kisah memilukan mengguncang warga Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin 3 Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seorang istri berinisial E dikabarkan meninggalkan rumah dan pergi bersama lelaki lain yang diduga selingkuhannya, membiarkan suami sahnya berjuang sendiri merawat dua orang anak laki-laki mereka yang masih kecil, pada Sabtu(09/5/2026) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan warga dan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB, saat sang suami sedang bekerja di kebun menyadap karet. Dua anak laki-laki berusia 13 dan 8 tahun ditinggal sendirian di rumah, hanya berbekal makanan sederhana. Saat tetangga mengecek keberadaan ibu mereka, pintu rumah sudah terkunci dari luar, dan barang-barang pribadi milik wanita tersebut sudah tidak ada lagi di tempatnya.
Berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB,pagi minta di antar ke pangkalan balai sama keponakan yang bernama alvin dengan alasan akan pergi ke rumah saudara nya yang berada di Palembang,”setelah turun dari motor ku dia pergi jalan kaki arah simpang kedondong,”ujar Alvin.
Sang suami yang bekerja sebagai petani karet kembali ke rumah sore hari dan terkejut mendapati anak-anaknya menangis sendirian. Ia pun segera bertanya ke tetangga dan mendapatkan kabar bahwa istrinya sudah tidak ada di rumah.
Pria tersebut mengaku sudah lama curiga ada yang tidak beres dengan sikap istrinya. Ia sering melihat pesan masuk dari nomor asing dan istrinya sering keluar rumah tanpa alasan jelas. Namun ia tidak menyangka istrinya akan tega pergi meninggalkan anak-anak dan rumah tangga mereka.
“Saya sudah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sebaik mungkin, meski penghasilan pas-pasan. Saya tidak mengerti kenapa dia tega melakukan ini, meninggalkan anak-anak yang masih butuh kasih sayang ibu,” ujarnya dengan suara gemetar.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan wanita tersebut dan pasangannya belum diketahui. Sang suami berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan juga mengajukan bantuan ke perangkat desa agar dibantu pencarian serta penyelesaian masalah rumah tangganya.
Warga sekitar turut prihatin dan siap membantu meringankan beban keluarga ini, terutama kebutuhan kedua anak yang kini harus tumbuh tanpa kehadiran ibu. Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi pasangan suami istri untuk senantiasa menjaga keutuhan rumah tangga dan memikirkan nasib anak-anak yang menjadi korban atas keputusan orang tua mereka.






































