Transformasi TPS 3R Ciracas: Dari Pengelolaan Sampah Jadi Produksi Pupuk Organik Murah untuk Ketahanan Pangan

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 11:28 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 5 Oktober 2025 — Warga RW 09 Ciracas, Jakarta Timur, bersama Koalisi Persampahan Nasional dan Baintelkam Polri menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Transformasi TPS 3R: Dari Pengelolaan Sampah Menuju Unit Produksi Pupuk Organik Murah untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, bertempat di Sekretariat Karang Taruna RW 09 Kelurahan Ciracas, pada Jumat (03/10) sore.

Kegiatan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), agar tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi pusat inovasi lingkungan dan ekonomi lokal. Melalui transformasi ini, TPS 3R diharapkan mampu menghasilkan pupuk organik murah dan berkualitas untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RW 09 Ciracas Triyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga.

Dalam sesi paparan, AKBP M. Zaldi, S.E., Kanit Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Baintelkam Polri, menjelaskan peran strategis Polri dalam memastikan program lingkungan berjalan sesuai regulasi. Ia menegaskan bahwa TPS 3R dapat menjadi embrio ekonomi lokal jika dikelola dengan benar. “Ketika warga memanfaatkan pupuk organik hasil TPS 3R untuk menanam sayur dan buah, mereka sedang membangun benteng pangan di tingkat komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional, memaparkan konsep detail transformasi TPS 3R menjadi unit produksi pupuk organik murah. Ia mencontohkan, setiap rumah tangga di RW 09 menghasilkan sekitar 0,5–1 kg sampah organik per hari. Jika dikelola baik, dapat menghasilkan puluhan kilogram pupuk kompos tiap minggu. “Sampah yang kita buang setiap hari sesungguhnya mengandung energi kehidupan. Ketika kita olah menjadi pupuk, kita sedang menanam harapan bagi masa depan pangan bangsa,” katanya.

Rusdi Legowo, aktivis lingkungan, menambahkan penjelasan praktis mengenai teknik pengomposan sederhana, mulai dari pemisahan sampah organik hingga proses fermentasi menggunakan bahan alami. Ia menyebut, penggunaan pupuk organik secara konsisten bisa meningkatkan hasil panen 20–30 persen, khususnya pada tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan bayam.

Usai sesi diskusi, warga mengikuti praktik langsung pemanfaatan pupuk organik hasil TPS 3R, termasuk cara penggunaan yang tepat di lahan dan pot tanaman.

Sebagai tindak lanjut, disepakati pembentukan Kelompok Pengelola TPS 3R RW 09, yang akan mendapat pelatihan lanjutan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan. Kelompok ini juga akan mengembangkan pemasaran pupuk organik melalui koperasi lingkungan serta membuat label dan sertifikasi sederhana untuk menjaga mutu produk.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara warga, pengurus RW, dan narasumber untuk menjadikan TPS 3R RW 09 Ciracas sebagai model pengelolaan sampah produktif berbasis ketahanan pangan.

Melalui kolaborasi ini, warga Ciracas diharapkan mampu menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan kebersihan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Berita Terkait

Peringati Hari Juang Kartika Ke-80, Kodim 1426 Takalar Gelar Kerja Bakti Bersama 
Pernyataan Resmi Presiden JA-NTB LSKHP HAMDIN Terkait Isu Pelaporan Anggota DPR RI Hj Mahdalena
Kajian BEM FH UNISBA“Membaca Ulang Pasal-Pasal KUHAP Yang Simpang Siur
Kasus Bom SMAN 72 Jadi Pengingat, Roki Apris Dianto Ingatkan Ancaman Radikalisme di Kalangan Pelajar
Operasional Dapur SPPG Sumurbandung dalam Pusaran Kritik: Limbah Mengalir ke Drainase, Dokumen Wajib Diduga Belum Lengkap
Orasi Keras FPNM di Depan Mapolda NTB: Kapolda Dituntut Patahkan Dugaan Publik Soal Perlindungan Gubernur dalam Kasus BTT

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:53 WIB

TMMD ke-128 Kodim Abdya Genjot Infrastruktur MCK, Progres Terus Meningkat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:07 WIB

Gotong Royong Massal, TNI dan Warga Gunung Cut Benahi Lingkungan Desa

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:46 WIB

TMMD ke-128 Kodim Abdya Pacu Pembukaan Jalan Pegunungan, Progres Capai 30 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim Abdya Genjot Pembangunan MCK di Gunung Cut

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:37 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga, Rumah Tak Layak Huni di Gunung Cut Direhab

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:28 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim Abdya Gotong Royong Bersihkan Masjid Al Mukaramah Bersama Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:54 WIB

Semangat TMMD 128: Satgas Kodim Abdya Gotong Royong Bersihkan Masjid

Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB

TMMD Abdya Tuai Apresiasi, Kades: Program Ini Nyata Dirasakan Masyarakat

Berita Terbaru