Guru Swasta Terpinggirkan, DPD RI Tuntut Solusi Konkret dari Pemerintah

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Selasa, 11 Februari 2025 - 22:21 WIB

50606 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadarNews.Nasional.com | Jakarta – Anggota Komite I DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, menegaskan pentingnya penyelesaian masalah guru swasta secara komprehensif dan berkelanjutan.

 

Hal ini disampaikan saat audiensi dengan Forum Guru Prioritas Swasta (FGPS) Provinsi Jawa Tengah di Gedung DPD RI, Senin, 10 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, persoalan guru swasta yang terus berulang dari rezim ke rezim harus segera ditangani secara serius, mulai dari hulu hingga hilir.

 

“Ini tidak boleh terus berulang. Kita harus serius menangani ini. Jangan hanya hit and run, lapor sana-sini, tapi tidak ada solusi nyata. Ayo kita bangun mekanisme yang jelas untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Penrad Siagian.

 

Ia menilai, langkah-langkah parsial dan tidak terstruktur selama ini hanya memperpanjang daftar masalah tanpa memberikan solusi konkret.

 

“Kita gali apa persoalannya sehingga tidak berulang, besok kita panggil lagi Menpan-RB, cakap-cakap, basa-basi, foto-foto selesai! Tapi guru swasta tetap dalam kondisi yang sama. Mereka (guru swasta) tetap saja begini. Kalau begini-begini terus pekerjaan kita di ruangan ini, saya juga bosan dan tentu akan mengurangi tingkat kepercayaan publik pada lembaga ini.,” ujarnya.

 

Penrad menekankan pentingnya pendataan masalah guru swasta secara menyeluruh, termasuk masalah regulasi yang dinilai merugikan.

 

“Kita harus data semua persoalan guru, baik swasta maupun negeri. Lalu, kita kaji ulang regulasi yang ada. Banyak peraturan menteri yang kontroversial dan bersifat parsial. Padahal, undang-undang harus berlaku untuk semua, tidak boleh diskriminatif,” jelasnya.

 

Ia juga mendorong pembentukan kelompok kerja (Pokja) khusus untuk menangani masalah ini.

 

“Kita perlu skema dan sistem yang jelas agar masalah ini bisa diselesaikan tuntas, tidak berulang terus. Jangan sampai kita hanya bermain gimik, sementara guru-guru swasta tetap menderita,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Penrad pun mengingatkan bahwa kontribusi sekolah swasta dalam pendidikan nasional sangat besar.

 

“Tanpa sekolah swasta, tidak ada pendidikan di Republik ini. Jumlah sekolah swasta di Indonesia ini hampir 62% dari total sekolah, dengan jumlah 270anribu lebih. Mereka mendidik mungkin lebih dari 75 persen anak bangsa, karena di banyak daerah remote atau 3T, ada kemungkinan sekolah swasta lebih banyak dari sekolah negeri. Tetapi, yang banyak terjadi termasuk kasus kita hari ini kenapa justru sekolah swasta yang sering didiskriminasi?” tanyanya.

 

Ia menegaskan, negara harus memberikan apresiasi dan perlindungan yang adil bagi sekolah swasta beserta tenaga-tenaga pendidiknya.

 

“Mereka sudah berkontribusi besar membangun generasi bangsa, tapi malah mendapat perlakuan tidak adil. Ini harus diluruskan,” tegasnya.

 

Kemudian, dia juga menyoroti ketakutan guru swasta mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

 

“Mereka takut diusir atau dikeluarkan dari sekolah swasta jika lulus PPPK, karena tidak ada jaminan akan ditempatkan kembali di sekolah asal. Ini masalah serius yang harus diatasi,” ujarnya.

 

Ia menilai, negara harus memastikan guru yang lulus PPPK tetap bisa berkontribusi di sekolah swasta.

 

“Apa sumbangsih negara ini terhadap dunia pendidikan swasta yang sudah berkontribusi secara mandiri dalam jumlah lebih besar dari pemerintah untuk generasi bangsa ini? Harusnya ditempatkan kembali dia di tempat itu sehingga tidak ada problem dengan sekolah swasta dan dengan yayasannya. Ini kadang kita enggak tahu apa yang jadi persoalan, makanya kita banyak omon-omon juga di sini,” tuturnya.

Penrad juga mengkritik kebijakan yang menyamakan guru K2 dengan fresh graduate.

 

“Guru honorer yang sudah mengajar 20 tahun sampai 30 tahun sudah mau pensiun dia disamakan dengan guru-guru yang baru masuk yang fresh graduate,” tuturnya

 

“Mana mungkin imbang mainnya di HP, saya saja tidak mengerti yang masih muda begini apalagi yang sudah berusia 55 sampai 60-an. Maka harus ada kebijakan-kebijakan imperatif terhadap kelompok-kelompok tertentu,” sambungnya dengan tegas.

 

Ia mengingatkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah guru honorer pada 2025.

 

“Kita sudah minta skemanya, tapi sampai sekarang belum ada. Ini tanggung jawab kita untuk mengawal dan memastikan skema itu benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.

 

Penrad menegaskan, Komite I DPD RI siap memfasilitasi penyelesaian masalah guru swasta secara nasional.

 

“Nah teman-teman ayo melalui komite seperti yang saya katakan bentuk sebuah tim, ayo kita datang semua provinsi-provinsi agar semua sekalian kita kerjakan, kita tawarkan skemanya dan kita kawan implementasinya dengan benar,” ucap Penrad.

(Shelly WS)

Berita Terkait

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Gayo Lues Gelar Tes Urine Dadakan di Polsek Blangkejeren
13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:49 WIB

Respons Laporan 110, Polisi Bersama TNI dan BNPB Tangani Kebakaran Lahan di Gasing

Sabtu, 26 September 2026 - 12:04 WIB

Dorong Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Ajak Warga Jalankan Program P2B

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Ground Check Tiga Hotspot di Muara Sugihan, Dua Lokasi Ditemukan Bekas Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 21:30 WIB

Ground Check Hotspot Temukan Titik Api di Sungai Rengit, Polisi Padamkan Karhutla Seluas 3 Hektare

Kamis, 24 September 2026 - 12:07 WIB

Ops Sikat I Musi 2026, Satreskrim Polres Banyuasin Amankan DPO Kasus Curanmor 2019

Rabu, 23 September 2026 - 20:36 WIB

Polsek Air Kumbang Ground Check Hotspot di Desa Sidomulyo, Api Masih Belum Padam

Rabu, 23 September 2026 - 20:33 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa, Bripka Bambang S, Ajak Masyarakat Desa Sungai Rengit Kec. Talang Kelapa, Dukung Program P2B, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional”.

Rabu, 23 September 2026 - 19:38 WIB

Polres Banyuasin Ikuti Latpra Ops Sikat I Musi 2026, Perkuat Kesiapan Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru

REGIONAL

Jalin Kebersamaan Babinsa Gotong Royong Bangun Masjid

Sabtu, 26 Sep 2026 - 10:53 WIB

REGIONAL

Babinsa melaksanakan komsos dengan petani Kopi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 10:47 WIB