KAB.BANDUNG, RADAR NEWS.CO.ID // Perumahan Parahyangan Garden City di Jalan Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mulai diserahterimakan kepada pembeli. Tahap awal ini menandai dimulainya penghunian di salah satu proyek perumahan baru di wilayah Bandung Raya.
Direktur Utama Parahyangan Garden City Bapak Samuel Koshan mengatakan proses serah terima kunci merupakan bagian dari penyelesaian pembangunan tahap pertama.
“Ini menjadi awal terbentuknya lingkungan hunian bagi para pembeli yang sudah melakukan akad sebelumnya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan perumahan tersebut berlangsung di atas lahan sekitar 12 hektare dengan konsep kawasan terpadu yang terdiri dari tiga klaster. Klaster Isana menjadi tahap pertama yang diserahterimakan, dengan tingkat penjualan diklaim telah mencapai sekitar 90 persen.
“Harga kami pasti kompetitif. Tapi kita punya nilai lebih fasilitas dan kualitas,” jelasnya.
Hadirnya proyek hunian baru ini dinilai relevan dengan masih tingginya kebutuhan rumah di Jawa Barat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, masih terdapat sekitar 2,1 juta rumah tangga di Jawa Barat yang belum memiliki hunian tetap.
Secara nasional, backlog perumahan atau jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah juga masih cukup besar. Pada 2025, angka backlog tercatat sekitar 9,6 juta, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,9 juta.
“Semoga dengan hadirnya perumahan ini jadi alternatif pilihan bagi warga yang belum punya hunian, karena angka backlog kita masih besar,” papar dia.
Di tengah kondisi tersebut, pembangunan kawasan perumahan baru seperti di Margaasih menjadi salah satu upaya untuk menambah pasokan hunian, khususnya di kawasan penyangga Kota Bandung yang terus mengalami pertumbuhan penduduk.
Secara lokasi, perumahan ini berada di wilayah yang terhubung dengan sejumlah akses utama, termasuk jalur menuju pintu Tol Baros dan Tol Margaasih. Kawasan sekitarnya juga telah dilengkapi berbagai fasilitas umum seperti sekolah, layanan kesehatan, hingga pusat aktivitas ekonomi warga.
Selain unit hunian, pengembang juga menyebut akan menyiapkan area komersial yang direncanakan mulai dipasarkan dalam waktu dekat.
Untuk pembiayaan, proyek ini bekerja sama dengan sejumlah perbankan dalam penyediaan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi konsumen.
Salah satu pembeli, Oki Riawan (38), mengaku telah menerima kunci rumah dan berencana segera menempati unitnya.
“Lokasinya dekat dengan tempat kerja, jadi memudahkan aktivitas sehari-hari,” katanya. **






































