Gayo Lues Dalam Pelukan Bencana

SYUKRI

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 11:26 WIB

50997 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tanah Gayo Lues yang dilingkupi sunyi, air bah turun bersama langit yang letih, membawa rumah, membawa harap, menyisakan tangis di tepi-tepi sungai yang berubah wajah.

Puluh ribuan jiwa menggigil dalam tenda darurat, anak-anak memeluk malam yang panjang, ibu-ibu menatap piring kosong, sementara bapak-bapak menimbang langkah pada jalan yang hilang ditelan longsor.

Dari sebelas kecamatan, hanya satu yang tetap berdiri tegap, yang lain tersungkur dalam pelukan tanah yang retak. Gayo Lues terkurung akses putus, jembatan runtuh, lorong-lorong negeri seperti ditelan sunyi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin berdiri di depan rakyatnya, menatap helikopter yang tak kunjung datang, menunggu logistik dan nyala harapan, sementara perut masyarakat mulai bernyanyi pilu.

Pining kelaparan, Putri Betung merintih, Tripe Jaya menunggu langkah yang tak sampai. Alat berat bergerak perlahan, seperti harapan yang diseret lumpur menuju jalan yang tertutup oleh derita.

Di posko pengungsian, doa-doa bergema: “Ya Tuhan, bukalah jalan yang tertutup ini, gerakkan tangan-tangan yang jauh agar kami tak mati kelaparan di tanah sendiri.”

Kini hujan berhenti, tapi perjalanan menuju harapan masih tertahan. Jika logistik dipikul, butuh hari-hari menyayat kaki dan napas.

Gayo Lues terdiam dalam malam panjang, listrik padam, internet hilang, tapi semangat warganya tetap menyala meski hanya seterang lilin yang hampir padam.

Di antara bumi yang retak dan sungai yang mengamuk, mereka tetap percaya: bahwa bantuan akan tiba, bahwa negeri tak akan membiarkan mereka sendiri.

Dan di balik kabut ketakutan itu, suara-suara kecil berbisik lirih bukan sekadar meminta pertolongan, melainkan memohon agar mereka tetap hidup di tanah yang mereka cintai.

Berita Terkait

Jembatan Aih Bobo Rusak Parah, Polres Gayo Lues Fokus Jaga Keselamatan Warga
Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues
Luapan Sungai Putus Akses Kampung Tetingi, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Sambil Menanti Perhatian Pemerintah
Konferensi PGRI Cabang Pining Hasilkan Pengurus Baru dan Sejumlah Program Kerja
Pembagian Rapor SDN 3 Blangkejeren Berjalan Lancar, Kepala Sekolah Tekankan Sinergi Orang Tua dan Guru
Ilhammani Putri Asal Gayo Lues Raih Nominasi Juara I Murattal Daksa Putri Grand Final MTQ Nasional
BM3 Perkuat Pemulihan Desa Tetingi lewat Tanam Raya, Bantuan Jetor, dan Lumbung Desa Berbasis Syariah
Tradisi Pemberangkatan Personel Batalyon D Pelopor Dalam Rangka Pendidikan SIP 56 Tahun 2026

Berita Terbaru