Menembus Pegunungan Bukit Barisan: Petualangan Tim Media RADAR.NEWS dan LENSA BHAYANGKARA

RADAR NEWS

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 01:39 WIB

50395 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Di tengah hening dan lebatnya rimba kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), tim media dari RADAR.NEWS bersama rekan dari LENSA BHAYANGKARA berhasil menuntaskan sebuah ekspedisi lapangan yang sarat tantangan. Perjalanan jurnalistik ini bukan sekadar dokumentasi visual atau peliputan biasa, melainkan sebuah langkah investigatif untuk mengangkat potensi tersembunyi dan realitas kehidupan di balik lereng Pegunungan Bukit Barisan, titik strategis yang membingkai wilayah Aceh Tenggara.

Cuaca yang bersahabat menjadi bekal utama dalam keberhasilan misi ini. Tidak turunnya hujan sepanjang perjalanan menjadi kemewahan tersendiri bagi tim yang harus berjibaku melintasi jalan rusak, tanjakan serta turunan curam, dan jurang-jurang terjal yang membentang di sepanjang jalur. “Kalau saja hujan turun, bisa dipastikan jalur yang kami lewati akan menjadi sangat berbahaya,” kata salah satu anggota tim dalam perbincangan di sela perjalanan. “Namun berkat cuaca cerah dan kerja sama yang solid, perjalanan kami dapat diselesaikan dengan baik.”

Ekspedisi ini dilakukan dalam jumlah personel terbatas, mengandalkan koordinasi, ketahanan fisik, serta kepekaan jurnalistik untuk menangkap cerita yang kerap tak tersentuh oleh sorotan media. Fokus utama kegiatan mencakup pengamatan visual terhadap kondisi hutan yang masih alami, pantauan aktivitas masyarakat sekitar kawasan konservasi, serta pemetaan potensi sumber daya alam yang selama ini masih banyak tersembunyi dari perhatian publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wilayah yang dijelajahi menyimpan kontras yang kuat: keindahan alam yang mempesona di satu sisi, dan tantangan besar dalam menjaga kelestariannya di sisi lain. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan, mulai dari pertanian hingga pemanfaatan hasil hutan, menjadi potret realitas yang menuntut perhatian langsung dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Bahkan, di beberapa titik, terlihat jejak tekanan terhadap lingkungan yang jika tidak ditangani dengan pendekatan berkelanjutan, dapat mengancam ekosistem TNGL secara keseluruhan.

Dalam keterangannya, tim menyebut bahwa ekspedisi ini dilakukan dengan semangat lebih dari sekadar peliputan. “Kami ingin membawa informasi dari daerah-daerah terpencil agar bisa menjadi perhatian publik dan pemerintah. Banyak potensi yang perlu dikembangkan, sekaligus persoalan yang harus diselesaikan dengan bijak,” ujar salah satu jurnalis.

Tim juga menegaskan bahwa peliputan dari daerah terluar dan kawasan hutan seperti ini merupakan bagian dari komitmen jurnalisme berdampak—mengedepankan akurasi fakta, empati terhadap masyarakat, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang menjadi warisan generasi mendatang.

Perjalanan ini bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir. Tim menyatakan komitmennya untuk terus terjun ke wilayah-wilayah terpencil di Aceh, terutama yang berada dalam kawasan hutan lindung seperti TNGL. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan perspektif luas mengenai betapa pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan konservasi lingkungan.

“Petualangan kali ini menjadi bukti nyata semangat dan dedikasi kami sebagai insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, meski harus menembus hutan lebat, menghadapi medan berat, serta berbagai risiko di tengah alam liar,” ungkap salah satu anggota tim.

Dengan semangat profesionalisme dan tanggung jawab sosial, mereka berharap laporan hasil ekspedisi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pelestarian lingkungan serta mendorong perhatian yang lebih besar dari pemangku kebijakan terhadap potensi dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tenggara.

Melalui kerja jurnalistik yang menyentuh akar permasalahan dan mendekatkan publik pada denyut kehidupan di wilayah-wilayah yang jarang terekspos, tim dari RADAR.NEWS dan LENSA BHAYANGKARA berharap bisa menjadi penghubung antara suara masyarakat, keindahan alam, dan arah pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa depan.

Laporan Tim:
Fernando (RADAR.NEWS)
Erizal (LENSA BHAYANGKARA)

Berita Terkait

Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah
Perdagangan Manusia Kejahatan Luar Biasa, HTW Serukan Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan bagi Korban
13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes
35 Calon Berebut 13 Kursi Anggota Majelis Pendidikan Daerah Gayo Lues Periode 2026-2031**
Jejak Pengabdian AKBP Yulhendri di Aceh Tenggara: Ketegasan, Humanisme, dan Sinergi yang Patut Dikenang
Kepala Cabang Bungkam, Publik Cemas: Isu Intimidasi dan Pelecehan di BSI Kutacane Belum Terjawab
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
SDS Terpadu Raudlatul Jannah menjadi contoh, baik di kabupaten gayo lues maupun di provinsi Aceh.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Anggota Koramil 08/Blangpegayon Dan Personil Yon TP 855/RD Melaksanakan Pengecatan Jembatan Gantung

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jembatan Gantung Perintis Garuda I di Desa Kendawi selesai diresmikan, Warga Dapat Beraktivitas Kembali

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Cek Kesiapan Paskibraka Jelang Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Bersama Ketua Persit Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WIB

AKSI NYATA PEMULIHAN DARI BENCANA ALAM GABUNGAN TNI & WARGA GOTONG ROYONG MASAL PEMBANGUNAN JEMBATAN MERAH PUTIH

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Kebut Finishing Pembangunan Jembatan Gantung Demi Keselamatan dan Kesejahteraan Warga Masyarakat Desa Binaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Laksanakan Jum’at Bersih, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren dan Masyarakat Bersihkan Munasha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat Diduga Keracunan MBG, Bupati dan Kapolres Karo Langsung Tinjau 

Berita Terbaru