Jembatan Mbarung–Kedataran Terbakar, Proyek Rp7,8 Miliar di Aceh Tenggara Jadi Sorotan

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 19:09 WIB

50290 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran yang berperan vital sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menuai sorotan. Sabtu malam, 1 November 2025, jembatan darurat yang dibangun sebagai bagian dari proyek senilai Rp7,8 miliar itu mengalami insiden pembakaran oleh orang tak dikenal.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Babussalam ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Abadi. Jembatan darurat yang semula menjadi penunjang kelancaran pekerjaan proyek kini terputus akibat api yang melalap sebagian konstruksi kayunya sepanjang dua meter. Api dilaporkan membakar bagian jembatan hingga tak lagi dapat dilalui.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sujarno, ST., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan pertama kali diterima dari petugas keamanan yang berjaga di lokasi proyek pada Minggu dini hari, sekitar pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendapat laporan dari pihak keamanan bahwa jembatan darurat di lokasi proyek telah dibakar oleh orang tak dikenal,” ujar Sujarno saat dihubungi.

Menurut Sujarno, laporan dari petugas keamanan menjadi dasar bagi pihaknya untuk segera menindaklanjuti dengan meningkatkan intensitas penjagaan di sekitar area proyek. Ia menyebut pengamanan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang dan mengganggu jalannya pembangunan infrastruktur penting tersebut.

“Sudah kami instruksikan untuk meningkatkan pengamanan di lokasi. Keselamatan pekerja dan kelancaran proyek adalah prioritas,” tambahnya.

Meski motif pelaku belum diketahui secara pasti, dugaan sementara mengarah pada adanya perselisihan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan camp proyek. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai pelaku maupun penyebab pasti insiden yang terjadi.

Dari pantauan di lapangan, bekas kebakaran terlihat jelas pada bagian jembatan darurat yang dilapisi papan. Aroma kayu hangus dan sisa-sisa arang masih tampak di lokasi saat petugas mulai mengevaluasi kerusakan dan menyusun langkah perbaikan.

Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran sendiri merupakan salah satu dari program strategis infrastruktur yang diharapkan menjadi koneksi penting antarwilayah di Aceh Tenggara. Akses ini akan menghubungkan masyarakat pedalaman dengan pusat kecamatan serta mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Namun, dengan adanya insiden pembakaran ini, pelaksanaan proyek kembali menghadapi hambatan. Jika tidak ditangani secara serius, keterlambatan progres pekerjaan dikhawatirkan akan berdampak pada kepentingan masyarakat luas serta efektivitas penggunaan anggaran.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian diminta untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut. Warga berharap kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian temporer, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek publik agar tak rentan terhadap konflik dan sabotase.

Pihak Dinas PUPR masih terus melakukan pemantauan situasi di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk upaya pemulihan serta mitigasi risiko ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan terkait apakah jalannya proyek mengalami penundaan atau tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun dipastikan, pihak kontraktor dan dinas terkait tengah berupaya menstabilkan situasi agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan sesuai target.

FERNANDO.H

Berita Terkait

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
SMA Negeri 1 Kutacane Terus Berinovasi Cetak Generasi Unggul dari Tanoh Alas
Dana Miliaran Digelontorkan, Namun 70 Persen Penghuni Lapas Kutacane Terjerat Narkoba, Ada Apa dengan Penanganan Narkoba di Aceh Tenggara?
Revitalisasi SD Negeri 2 Kuning: Ratusan Lembar Seng Raib, Kepala Sekolah Diduga Monopoli Proyek
Empat Tahun Menanti Kepastian Hukum, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penanganan Kasus DPO Penipuan dan Penggelapan
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:43 WIB

Sesuai Narasi Unggahan Tik Tok Aseng Bupati Karo Bantah dan Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:53 WIB

Rumah Ilmu Yang Menghangatkan: SMAN 8 Pekanbaru Buktikan Guru Yang Terus Belajar Lahirkan Generasi Emas

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:35 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Pimpin Pengecekan Lahan dan Pembukaan Jalan Karya Bhakti TNI TA 2026 di Desa Pertik

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:27 WIB

Babinsa komsos dengan tokoh masyarakat didesa binaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:14 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Komsos dan Monitoring Pembagian MBG di SD Negeri Pining

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:29 WIB

Heboh! Baznas Ogan Ilir Diduga Langkahi Kades, Bedah Rumah ODGJ Picu Tanda Tanya Besar, Publik Desak Buka Dokumen!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:21 WIB

Tingkatkan Kesigapan Petugas, Lapas Binjai Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Dengan Dinas Damkar Pemko Medan

Berita Terbaru