Jembatan Mbarung–Kedataran Terbakar, Proyek Rp7,8 Miliar di Aceh Tenggara Jadi Sorotan

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 19:09 WIB

50329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran yang berperan vital sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menuai sorotan. Sabtu malam, 1 November 2025, jembatan darurat yang dibangun sebagai bagian dari proyek senilai Rp7,8 miliar itu mengalami insiden pembakaran oleh orang tak dikenal.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Babussalam ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Abadi. Jembatan darurat yang semula menjadi penunjang kelancaran pekerjaan proyek kini terputus akibat api yang melalap sebagian konstruksi kayunya sepanjang dua meter. Api dilaporkan membakar bagian jembatan hingga tak lagi dapat dilalui.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sujarno, ST., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan pertama kali diterima dari petugas keamanan yang berjaga di lokasi proyek pada Minggu dini hari, sekitar pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendapat laporan dari pihak keamanan bahwa jembatan darurat di lokasi proyek telah dibakar oleh orang tak dikenal,” ujar Sujarno saat dihubungi.

Menurut Sujarno, laporan dari petugas keamanan menjadi dasar bagi pihaknya untuk segera menindaklanjuti dengan meningkatkan intensitas penjagaan di sekitar area proyek. Ia menyebut pengamanan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang dan mengganggu jalannya pembangunan infrastruktur penting tersebut.

“Sudah kami instruksikan untuk meningkatkan pengamanan di lokasi. Keselamatan pekerja dan kelancaran proyek adalah prioritas,” tambahnya.

Meski motif pelaku belum diketahui secara pasti, dugaan sementara mengarah pada adanya perselisihan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan camp proyek. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai pelaku maupun penyebab pasti insiden yang terjadi.

Dari pantauan di lapangan, bekas kebakaran terlihat jelas pada bagian jembatan darurat yang dilapisi papan. Aroma kayu hangus dan sisa-sisa arang masih tampak di lokasi saat petugas mulai mengevaluasi kerusakan dan menyusun langkah perbaikan.

Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran sendiri merupakan salah satu dari program strategis infrastruktur yang diharapkan menjadi koneksi penting antarwilayah di Aceh Tenggara. Akses ini akan menghubungkan masyarakat pedalaman dengan pusat kecamatan serta mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Namun, dengan adanya insiden pembakaran ini, pelaksanaan proyek kembali menghadapi hambatan. Jika tidak ditangani secara serius, keterlambatan progres pekerjaan dikhawatirkan akan berdampak pada kepentingan masyarakat luas serta efektivitas penggunaan anggaran.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian diminta untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut. Warga berharap kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian temporer, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek publik agar tak rentan terhadap konflik dan sabotase.

Pihak Dinas PUPR masih terus melakukan pemantauan situasi di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk upaya pemulihan serta mitigasi risiko ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan terkait apakah jalannya proyek mengalami penundaan atau tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun dipastikan, pihak kontraktor dan dinas terkait tengah berupaya menstabilkan situasi agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan sesuai target.

FERNANDO.H

Berita Terkait

MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Jalan Raya Bukan Arena Kebisingan, Polres Aceh Tenggara Musnahkan 46 Knalpot Brong
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:30 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Aipda Andri Yana Susanto, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Respons Cepat, Polisi Tangani Kebakaran Lahan di Mariana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:25 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Bripka Andy Setiyawan, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:16 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Aiptu Suseno, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Ops Sikat I Musi 2026, Satreskrim Polres Banyuasin Amankan DPO Kasus Curanmor 2019

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Tujuh Hotspot Terdeteksi di Wilayah Pulau Rimau, Polisi Lakukan Ground Check

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Betung Edukasi Warga Talang Ipuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin ll Aiptu Joni Setiawan, Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Untuk Dukung Swasembada Pangan”.

Berita Terbaru

REGIONAL

Percepatan Pembangunan Jembatan Perintis

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:18 WIB

BANYUASIN

Respons Cepat, Polisi Tangani Kebakaran Lahan di Mariana

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:28 WIB