Jembatan Mbarung–Kedataran Terbakar, Proyek Rp7,8 Miliar di Aceh Tenggara Jadi Sorotan

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 19:09 WIB

50307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran yang berperan vital sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menuai sorotan. Sabtu malam, 1 November 2025, jembatan darurat yang dibangun sebagai bagian dari proyek senilai Rp7,8 miliar itu mengalami insiden pembakaran oleh orang tak dikenal.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Babussalam ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Abadi. Jembatan darurat yang semula menjadi penunjang kelancaran pekerjaan proyek kini terputus akibat api yang melalap sebagian konstruksi kayunya sepanjang dua meter. Api dilaporkan membakar bagian jembatan hingga tak lagi dapat dilalui.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sujarno, ST., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan pertama kali diterima dari petugas keamanan yang berjaga di lokasi proyek pada Minggu dini hari, sekitar pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendapat laporan dari pihak keamanan bahwa jembatan darurat di lokasi proyek telah dibakar oleh orang tak dikenal,” ujar Sujarno saat dihubungi.

Menurut Sujarno, laporan dari petugas keamanan menjadi dasar bagi pihaknya untuk segera menindaklanjuti dengan meningkatkan intensitas penjagaan di sekitar area proyek. Ia menyebut pengamanan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang dan mengganggu jalannya pembangunan infrastruktur penting tersebut.

“Sudah kami instruksikan untuk meningkatkan pengamanan di lokasi. Keselamatan pekerja dan kelancaran proyek adalah prioritas,” tambahnya.

Meski motif pelaku belum diketahui secara pasti, dugaan sementara mengarah pada adanya perselisihan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan camp proyek. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai pelaku maupun penyebab pasti insiden yang terjadi.

Dari pantauan di lapangan, bekas kebakaran terlihat jelas pada bagian jembatan darurat yang dilapisi papan. Aroma kayu hangus dan sisa-sisa arang masih tampak di lokasi saat petugas mulai mengevaluasi kerusakan dan menyusun langkah perbaikan.

Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran sendiri merupakan salah satu dari program strategis infrastruktur yang diharapkan menjadi koneksi penting antarwilayah di Aceh Tenggara. Akses ini akan menghubungkan masyarakat pedalaman dengan pusat kecamatan serta mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Namun, dengan adanya insiden pembakaran ini, pelaksanaan proyek kembali menghadapi hambatan. Jika tidak ditangani secara serius, keterlambatan progres pekerjaan dikhawatirkan akan berdampak pada kepentingan masyarakat luas serta efektivitas penggunaan anggaran.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian diminta untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut. Warga berharap kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian temporer, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek publik agar tak rentan terhadap konflik dan sabotase.

Pihak Dinas PUPR masih terus melakukan pemantauan situasi di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk upaya pemulihan serta mitigasi risiko ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan terkait apakah jalannya proyek mengalami penundaan atau tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun dipastikan, pihak kontraktor dan dinas terkait tengah berupaya menstabilkan situasi agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan sesuai target.

FERNANDO.H

Berita Terkait

Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah
Perdagangan Manusia Kejahatan Luar Biasa, HTW Serukan Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan bagi Korban
13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes
35 Calon Berebut 13 Kursi Anggota Majelis Pendidikan Daerah Gayo Lues Periode 2026-2031**
Jejak Pengabdian AKBP Yulhendri di Aceh Tenggara: Ketegasan, Humanisme, dan Sinergi yang Patut Dikenang
Kepala Cabang Bungkam, Publik Cemas: Isu Intimidasi dan Pelecehan di BSI Kutacane Belum Terjawab
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
SDS Terpadu Raudlatul Jannah menjadi contoh, baik di kabupaten gayo lues maupun di provinsi Aceh.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Anggota Koramil 08/Blangpegayon Dan Personil Yon TP 855/RD Melaksanakan Pengecatan Jembatan Gantung

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jembatan Gantung Perintis Garuda I di Desa Kendawi selesai diresmikan, Warga Dapat Beraktivitas Kembali

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Cek Kesiapan Paskibraka Jelang Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Bersama Ketua Persit Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WIB

AKSI NYATA PEMULIHAN DARI BENCANA ALAM GABUNGAN TNI & WARGA GOTONG ROYONG MASAL PEMBANGUNAN JEMBATAN MERAH PUTIH

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Kebut Finishing Pembangunan Jembatan Gantung Demi Keselamatan dan Kesejahteraan Warga Masyarakat Desa Binaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Laksanakan Jum’at Bersih, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren dan Masyarakat Bersihkan Munasha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat Diduga Keracunan MBG, Bupati dan Kapolres Karo Langsung Tinjau 

Berita Terbaru