Babinsa Koramil 09/Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues, Serda Eriadi bersama personel BKO Batalyon Teritorial Pembangunan (YonTP) 855/Raksaka Dharma dan masyarakat setempat kembali menggelar aksi gotong royong melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Daun Salam Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Senin (5/10).
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bantuan langsung dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0113/Gayo Lues. Infrastruktur ini dibangun untuk memulihkan akses mobilitas warga yang sempat melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat sektor pertanian dan perkebunan akibat bencana alam hidrometeorologi serta luapan arus sungai.
Proses pengerjaan dilakukan secara bersinergi dari tahap awal hingga tahap penyelesaian (finishing). Pemanfaatan material alam seperti pasir dan batu dilakukan secara swadaya memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di sekitar lokasi. Saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 25 persen, dengan fokus pengerjaan hari ini pada pengecoran dasar pondasi tiang tower tepi dekat.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih bertujuan untuk:
Meningkatkan Aksesibilitas: Menjadi jalur transportasi utama yang aman dan andal untuk mendukung aktivitas harian masyarakat.
Efisiensi Waktu dan Jarak: Memangkas jarak dan waktu tempuh warga secara signifikan dari area pemukiman menuju lahan perkebunan.
Dongkrak Perekonomian: Mempermudah mobilitas pengangkutan hasil panen guna meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan warga lokal.
Pemerintah Daerah dan unsur TNI berharap rampungnya pengerjaan jembatan ini dapat sepenuhnya mengembalikan konektivitas wilayah yang sempat terputus, memperlancar rantai distribusi hasil bumi, serta menjaga kepercayaaan masyarakat pedalaman terhadap perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah.
Testimoni Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Serda Eriadi:
”Pembangunan jembatan ini adalah bukti nyata kehadiran negara dan TNI di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Melalui semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga Desa Pintu Gayo, kami optimistis pengerjaan ini berjalan lancar. Harapan kami, jembatan ini tidak hanya memulihkan roda perekonomian warga yang terdampak bencana, tetapi juga semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah pedalaman.”







































