**GAYO LUES** — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Gayo Lues membawa pesan mendalam mengenai pentingnya kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, anggota Gugus Kecamatan Dabun Gelang dan Blangpegayon menegaskan komitmennya untuk mentransformasi sistem pembelajaran yang lebih inklusif dan merata hingga ke pelosok desa. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi bersama bagi para pendidik, pemerintah daerah, dan orang tua siswa dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.
Dukungan penuh terhadap visi pendidikan ini disampaikan secara kolektif oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Gayo Lues, mulai dari Bupati Suhaidi, S.Pd., M.Si, Wakil Bupati H. Maliki, SE., M.AP, Plt. Sekda H. Irwansyah, S.Si., M.M, hingga Kepala Dinas Pendidikan Salid, S.Pd., M.M. pimpinan daerah dalam mendukung gerakan literasi dan numerasi di tingkat gugus menunjukkan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Negeri Seribu Bukit tersebut. Penekanan pada partisipasi semesta mengisyaratkan bahwa tanggung jawab mendidik anak bangsa tidak lagi hanya bertumpu pada pundak guru di sekolah, melainkan melibatkan keterlibatan aktif masyarakat dan sektor swasta secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tingkat akar rumput, para kepala sekolah dan tenaga pendidik yang tergabung dalam Gugus Kecamatan Dabun Gelang dan Blangpegayon menyambut antusias semangat perubahan ini. Mereka menyadari bahwa mewujudkan pendidikan bermutu memerlukan keselarasan antara sarana prasarana yang memadai dengan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Melalui bingkai kerangka kearifan lokal Gayo yang kental, proses belajar mengajar diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta memegang teguh nilai-nilai moral. Tantangan geografis di wilayah Dabun Gelang dan Blangpegayon justru menjadi pemicu kreativitas bagi para guru untuk terus berinovasi dalam memberikan pengajaran terbaik bagi siswa tutur salah seorang anggota gugus yaitu kepala sdn 4 dabun gelang (Wahidin Ferisa. S.Pd)
Lebih jauh, pesan yang tersirat dalam peringatan Hardiknas 2026 ini adalah aksesibilitas pendidikan yang harus menyentuh seluruh lapisan tanpa terkecuali. Pendidikan bermutu untuk semua berarti tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena kendala ekonomi atau jarak tempat tinggal. Upaya kolektif dari para kepala sekolah dalam Gugus ini menjadi cermin dari semangat gotong royong dalam memperbaiki mutu pendidikan di tingkat dasar. Dengan sinkronisasi program antara kebijakan Dinas Pendidikan dan implementasi di lapangan, Kabupaten Gayo Lues optimistis dapat melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global di masa depan.
Perayaan ini juga menjadi pengingat akan jasa para pahlawan pendidikan yang telah meletakkan dasar-dasar pengetahuan di tanah Gayo. Semangat “partisipasi semesta” yang didorong tahun ini diharapkan menjadi gerakan masif yang berkelanjutan, melampaui sekat-sekat administratif kecamatan. Ke depan, penguatan kualitas guru melalui komunitas belajar di dalam gugus akan terus diintensifkan sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan dunia pendidikan yang kian berbasis teknologi digital tanpa meninggalkan identitas budaya lokal yang menjadi jati diri masyarakat Gayo Lues. Peringatan Hardiknas 2026 pun ditutup dengan harapan besar bahwa pendidikan akan terus menjadi mesin penggerak utama dalam memutus rantai kemiskinan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas. (Wahid)






































