Jembatan Mbarung–Kedataran Terbakar, Proyek Rp7,8 Miliar di Aceh Tenggara Jadi Sorotan

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 19:09 WIB

50317 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran yang berperan vital sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menuai sorotan. Sabtu malam, 1 November 2025, jembatan darurat yang dibangun sebagai bagian dari proyek senilai Rp7,8 miliar itu mengalami insiden pembakaran oleh orang tak dikenal.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Babussalam ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Abadi. Jembatan darurat yang semula menjadi penunjang kelancaran pekerjaan proyek kini terputus akibat api yang melalap sebagian konstruksi kayunya sepanjang dua meter. Api dilaporkan membakar bagian jembatan hingga tak lagi dapat dilalui.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sujarno, ST., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan pertama kali diterima dari petugas keamanan yang berjaga di lokasi proyek pada Minggu dini hari, sekitar pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendapat laporan dari pihak keamanan bahwa jembatan darurat di lokasi proyek telah dibakar oleh orang tak dikenal,” ujar Sujarno saat dihubungi.

Menurut Sujarno, laporan dari petugas keamanan menjadi dasar bagi pihaknya untuk segera menindaklanjuti dengan meningkatkan intensitas penjagaan di sekitar area proyek. Ia menyebut pengamanan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang dan mengganggu jalannya pembangunan infrastruktur penting tersebut.

“Sudah kami instruksikan untuk meningkatkan pengamanan di lokasi. Keselamatan pekerja dan kelancaran proyek adalah prioritas,” tambahnya.

Meski motif pelaku belum diketahui secara pasti, dugaan sementara mengarah pada adanya perselisihan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan camp proyek. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai pelaku maupun penyebab pasti insiden yang terjadi.

Dari pantauan di lapangan, bekas kebakaran terlihat jelas pada bagian jembatan darurat yang dilapisi papan. Aroma kayu hangus dan sisa-sisa arang masih tampak di lokasi saat petugas mulai mengevaluasi kerusakan dan menyusun langkah perbaikan.

Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran sendiri merupakan salah satu dari program strategis infrastruktur yang diharapkan menjadi koneksi penting antarwilayah di Aceh Tenggara. Akses ini akan menghubungkan masyarakat pedalaman dengan pusat kecamatan serta mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Namun, dengan adanya insiden pembakaran ini, pelaksanaan proyek kembali menghadapi hambatan. Jika tidak ditangani secara serius, keterlambatan progres pekerjaan dikhawatirkan akan berdampak pada kepentingan masyarakat luas serta efektivitas penggunaan anggaran.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian diminta untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut. Warga berharap kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian temporer, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek publik agar tak rentan terhadap konflik dan sabotase.

Pihak Dinas PUPR masih terus melakukan pemantauan situasi di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk upaya pemulihan serta mitigasi risiko ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan terkait apakah jalannya proyek mengalami penundaan atau tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun dipastikan, pihak kontraktor dan dinas terkait tengah berupaya menstabilkan situasi agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan sesuai target.

FERNANDO.H

Berita Terkait

Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
Dugaan Pungli Dana BOS di Dinas Pendidikan Agara, Kepsek Diminta Bayar Uang Pelicin
TARUH JABATAN! Pimpinan DPR Bersumpah: RUU Perampasan Aset Wajib Sah 15 Desember 2026 BILA GAGAL, SEMUA MUNDUR!
ORMAS BUKAN NEGARA DALAM NEGARA! JANGAN UBAH PERBEDAAN MENJADI PERTARUNGAN MASSA
Bupati Aceh Tenggara Tak Hadiri Rapat Paripurna DPRK, Pertanggungjawaban APBK 2025 Dibacakan Sekda
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Legalitas Material Proyek Longsor Jalan Nasional Aceh Tenggara Dipertanyakan, APH dan Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:32 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Dampingi Pendistribusian Pembagian Beras Bulog Untuk Warga Binaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:29 WIB

Rakornis TMMD ke-130, Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa

Rabu, 16 September 2026 - 21:52 WIB

Terkait Video Viral Pelayanan Kapus Munte,Kepala Dinas Kesehatan Karo Memberikan Klarifikasi dan Peringatan

Rabu, 16 September 2026 - 18:26 WIB

Tiga PPL dan Dua ASN Dinas Pertanian Gayo Lues Terima Piagam Penghargaan dari Presiden RI

Rabu, 16 September 2026 - 14:24 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 14:20 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Rabu, 16 September 2026 - 10:17 WIB

​Percepat Akses Ekonomi, TNI dan Warga Uning Pune Lanjutkan Gotong Royong Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Reje Bujang

Selasa, 15 September 2026 - 21:48 WIB

BC Game: вигідні бонуси та акції для любителів слотів у 2026

Berita Terbaru