Korban TPPO Asal Aceh Tengah Bertambah, Diaspora Gayo Dunia Desak Pemerintah Daerah Bertindak Cepat

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 13:38 WIB

50670 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH | Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kabupaten Aceh Tengah di luar negeri bertambah. “Tiga hari yang lalu (23/10/2025) saya diinformasikan salah satu Komisioner Baitul Mal Aceh Tengah, Pak Abdul Aziz terkait korban baru di Kamboja. Namanya Dwi Putra Darma, asal Kampung Mulei Jadi, Kecatamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah,” kata Yusradi Usman al-Gayoni, Diaspora Indonesia-Inggris melalui pesan WhatsApp dari London, Inggris, Minggu pagi waktu UK (26/10/2025)

Sementara itu, diungkapkan Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) yang sementara sudah mendata dan mengumpulkan orang Gayo tersebar di 40 negara dalam group WhatsApp itu, dua bulan lalu (27/8/2025), ada juga kasus baru, warga Aceh Tengah, perempuan, domisili Kecamatan Atu Lintang, yang jadi korban TPPO di Malaysia. “Dengan tambahan dua kasus baru ini, sejauh ini, ada tiga kasus TPPO asal Aceh Tengah. Ini yang terdata. Kemungkinan, masih ada yang belum terdata,” sebutnya.

Oleh karena itu, sambung Yusradi, sejak kasus pertama dari Aceh Tengah, Al Muttakim (bapaknya asal Kuyun Celala dan ibunya asal Asir Asir Lut Tawar) tanggal 14 Juli 2025 dan sudah berhasil dipulangkan ke tanah air di mana Yusradi terlibat langsung dalam upaya penyelamatan, pendampingan, dan pemulangan PMI asal Aceh Tengah dan Bener Meriah (ada tiga kasus TPPO juga dari Bener Meriah dan sudah kembali ke Indonesia) korban TPPO di Kamboja, tambah ikut serta dalam pemulangan pelajar Aceh Tengah dari Pakistan, mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk membentuk Layanan Pengaduan Korban TPPO Kabupaten Aceh Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ada korban baru, terutama korban dan keluarganya, tahu mengadu ke mana. Mirisnya, jalan tiga bulan setengah sejak kasus pertama, saya melihat, masih belum ada langkah responsif, cepat, nyata, dan berkesinambungan dari Pemkab Aceh Tengah. Padahal, sudah kasus ketiga dan kemungkinan masih ada yang belum terungkap. Termasuk, yang sudah berhasil dipulangkan (Al Muttakim), tidak tahu, bagaimana tindak lanjut pendampingan, bantuan, dan pengembangan yang bersangkutan,” ujarnya.

Dijelaskannya, tidak hanya layanan pengaduan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Tengah juga didorong untuk melakukan edukasi terus menerus terkait PMI Aceh Tengah yang mau berkerja ke luar negeri, khususnya ke negara ASEAN yang kerap terjadi TPPO. “Di luar itu, bagaimana Pemkab Aceh Tengah berusaha menciptakan lapangan kerja di daerah, dengan menghadirkan investor dan memperbanyak kerjasama dengan pihak luar. Persoalan utama sampai PMI asal Aceh Tengah ke luar, karena terbatasnya lapangan kerja di Aceh Tengah. Banyak yang tamat sekolah dan perguruan tinggi, akhirnya menganggur, karena minimnya lapangan kerja di Tanoh Tembuni. Di sisi lain, tidak semuanya yang tamat sekolah dan kuliah, bisa bertani (berume, berempus, besenuen mude, dan begule),” tuturnya.

Untuk jangka panjang, terangnya lagi, entrepreneurship juga mesti dikuatkan. “Alhasil, lahir pengusaha-pengusaha baru, yang ikut menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran di daerah. Lagi-lagi, ini tidak terlepas dari peran Pemkab Aceh Tengah, dengan dukungan DPRK Aceh Tengah,” harapnya.

(red)

Berita Terkait

Flower Aceh Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Tengah
AMG Ultimatum Bupati Aceh Tengah: Hadiri Aksi Senin atau Dilaporkan ke Pusat
Momentum Tahun Baru Islam Dimanfaatkan Komunitas Lebah At-Taqwa Gelar Wisata Religi dan Dakwah Jalanan
Yayasan Arziqi Zumara Gelar Acara Mukhayyam Al Qur’an untuk SDM Az-Zahra Selama Tiga Hari
Seru, SMP IT Cendekia Takengon peringati Isra’ Mi’raj dengan kegiatan Outbound di Danau Lut Tawar
Tiga Tauke Kirim Belasan Eskavator untuk Menambang Emas Ilegal di Linge
AMG Akan Demo Mabes Polri Terkait Tambang Ilegal di Linge
Rizky Hafizh Ajak Mahasiswa IAIN Takengon Kawal PEMIRA Dengan Jujur Dan Adil

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:51 WIB

​Wujudkan Impian Warga, Kodim 0113/Gayo Lues Resmikan Jembatan Beton di Dusun Tukik Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 10:26 WIB

Menjalin Silaturahmi, Babinsa Koramil 08/Blangpegayon Komsos Bersama Warga Binaan

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:50 WIB

Warga Desa Sukadame Mengamuk Dengan Menggruduk Barak Narkoba dan Angkat Meja Tangkas Tembak Ikan Dari Salah Satu Gudang Lalu Bakar di Tengah Jalan Lintas

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:50 WIB

Babinsa Tumbuhkan Rasa Kebersamaan Dengan Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa Binaan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:19 WIB

Wabup Hengky Yasin Hadiri Launching Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Takalar Siap Perkuat Ekonomi Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:02 WIB

​Dandim 0113/ Gayo Lues Hadiri Vidcon Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:17 WIB

Babinsa Komsos dan Memonitoring Wilayah Dengan Warga Binaan

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:12 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues

Berita Terbaru