SDN 3 Cikahuripan Bandung Barat Disorot: Dugaan Pungutan Liar & Guru Honorer Fiktif, Orang Tua Murid Resah

Redaksi

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 19:17 WIB

50304 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS.CO.ID ||

Bandung Barat – SDN 3 Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tengah menuai sorotan tajam dari kalangan orang tua murid. Sejumlah praktik yang diduga pungutan liar hingga keberadaan guru honorer yang lama tidak mengajar namun tetap menerima gaji, mencuat ke permukaan.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dwi Handayani, M.Pd, orang tua siswa kerap dipungut biaya di luar ketentuan.

 

“Awal tahun ajaran baru kami diminta membayar formulir Rp25 ribu per siswa. Lalu ada lagi pungutan untuk sampul rapor, pas foto, dan KIA sebesar Rp125 ribu hingga Rp180 ribu per anak. Bahkan kami juga diminta iuran Rp100 ribu untuk bayar wifi,” ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, orang tua siswa juga dibebankan iuran Rp80 ribu per anak untuk memperbaiki tembok benteng sekolah yang roboh. Bahkan alat tulis (ATK) untuk penilaian sumatif pun diminta dari orang tua.

 

Lebih miris lagi, dua guru honorer bernama Adel dan Arif disebut sudah lama tidak mengajar, namun masih terdaftar di Dapodik serta tetap menerima honor. Parahnya, penjaga sekolah bahkan dipaksa mengajar mata pelajaran PJOK.

 

“Kegiatan belajar jadi tidak efektif. Kepala sekolah jarang masuk kantor, sementara dua guru honorer yang tak pernah mengajar itu ternyata anak kepala sekolah sendiri,” tegas narasumber lain.

 

Orang tua murid bersama tokoh masyarakat pun sudah melayangkan surat pengaduan resmi ke Dinas Pendidikan Bandung Barat, menuntut agar kepala sekolah diganti.

 

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Dwi Handayani, M.Pd membantah sebagian tudingan. Ia mengklaim pungutan formulir hanyalah untuk kebutuhan operasional. Soal pungutan sampul rapor dan pas foto, menurutnya itu diakomodasi bendahara sekolah, bukan instruksi dirinya.

 

Sementara terkait guru honorer, Dwi mengakui keduanya adalah anaknya, namun berdalih tugas mereka lebih banyak di administrasi dan ekstrakurikuler, bukan di kelas setiap hari.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Orang tua siswa mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Dinas Pendidikan Bandung Barat untuk turun tangan menyelesaikan persoalan, agar proses belajar-mengajar di SDN 3 Cikahuripan bisa kembali berjalan normal. Red *T.S*

 

Berita Terkait

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
IWO Indonesia Jabar Perkuat Konsolidasi Organisasi, Puluhan Ketua DPD Satukan Langkah Menuju Rakernas II
Sambut Maulid Nabi & HUT RI ke-81, Karang Taruna RW 08 Wangunjaya Gelar Lomba Hingga Tabligh Akbar
Masjid Ihsanulhuda Dipenuhi Jamaah, K.H. Adip Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Jalan Gelap Fly Over Laswi Telan Korban Jiwa, RAGA Desak Pemkot Bandung Audit Total PJU

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:27 WIB

RDP KOMISI II DPR RI: Hak Rakyat Jangan Dikalahkan Oleh Kekuasaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Dari Kompetensi ke Pendidikan Tinggi, SWI dan UMJ Buka Jalan Baru bagi Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:52 WIB

Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:22 WIB

Dari Jakarta untuk Indonesia, SWI Resmikan Kepengurusan Baru dan Gaungkan Gerakan Sampah Jadi Cuan

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:50 WIB

Horor Antrian BBM Sudah Terjadi Dimana Mana Menjadi Dilema Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:51 WIB

Fahd El Fouz Arafiq Pasang Badan untuk Bahlil: Siapa Pun yang Menyerang Ketum Golkar Akan Berhadapan dengan Ormas Golkar

Berita Terbaru