Jepara 22-5-2025– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 yang digelar oleh Kodim 0719/Jepara menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. TMMD yang digelar di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara ini tidak hanya melibatkan anggaran dari Pemda dan Pemprov, namun juga berhasil menggandeng pihak swasta untuk turut ambil bagian dalam pembangunan.
Melalui pendekatan yang humanis dan koordinasi yang efektif, TMMD Reguler ke-124 mampu meningkatkan cakupan pembangunan secara signifikan. Salah satu capaian yang menonjol adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari target awal sebanyak 3 unit, jumlah rumah yang berhasil direhab meningkat menjadi 5 unit berkat dukungan dari sektor swasta. Peningkatan serupa terjadi pada pembangunan sumur bor, yang semula direncanakan 5 unit, kini menjadi 6 unit.
Tidak hanya itu, TMMD kali ini juga berhasil merealisasikan pembangunan di luar target awal. Salah satu yang menarik perhatian adalah pembangunan fasilitas MCK di Petilasan Mbah Reni, yang dikenal sebagai sesepuh Desa Kecapi dan menjadi lokasi ziarah yang sering dikunjungi masyarakat. Pembangunan fasilitas ini sangat penting untuk mendukung kenyamanan para peziarah dan masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak ketinggalan, perhatian juga diberikan pada dunia pendidikan. Dalam pelaksanaan TMMD, kursi untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) juga turut disalurkan. Ini menjadi bagian dari upaya menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga pendidikan dan sosial.
Di balik kesuksesan pelaksanaan TMMD Reguler ke-124 ini, terdapat sosok kunci yang berperan besar dalam membangun jembatan kerja sama antara TNI dan swasta. Ia adalah Dansatgas TMMD Reguler ke-124, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E. Di bawah kepemimpinannya, TMMD tidak hanya menjadi program kerja tahunan, namun juga momentum kebersamaan dan gotong royong lintas elemen dalam membangun desa.
Letkol Khoirul Cahyadi menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. “Pembangunan desa tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Dibutuhkan sinergi dari berbagai unsur, termasuk masyarakat dan pihak swasta. Alhamdulillah, pada TMMD kali ini, kita mendapat dukungan luar biasa dari semua pihak,” ungkapnya dalam wawancara di lokasi kegiatan.
Keberhasilan TMMD Reguler ke-124 ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan nasionalisme. Masyarakat Desa Kecapi kini bisa menikmati berbagai fasilitas yang lebih layak, dan mereka pun turut aktif dalam proses pembangunan yang dilakukan secara gotong royong.
Program TMMD telah lama menjadi program unggulan TNI AD dalam memperkuat pembangunan wilayah pedesaan dan perbatasan. Namun pelaksanaan TMMD Reguler ke-124 di Jepara kali ini menunjukkan model baru pelibatan sektor non-pemerintah secara lebih aktif. Ini dapat menjadi contoh pelaksanaan TMMD di daerah lain, bahwa kolaborasi adalah kunci percepatan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta dukungan dari sektor swasta, TMMD Reguler ke-124 di Jepara membuktikan bahwa bersama, kita bisa membangun desa yang lebih maju, sejahtera, dan mandiri.
(Rud)





































