Jepara 8-6-2025– Dalam rangka menjaga kelancaran dan ketertiban kegiatan budaya masyarakat, Babinsa Desa Mindahan, Peltu Joko Riyanto, bersama Bhabinkamtibmas Aipda Yusran, serta didukung oleh anggota Satlinmas Desa Mindahan, melaksanakan pengamanan kegiatan Karnaval Pawai Ancak dalam rangka Sedekah Bumi Desa Mindahan Tahun 2025, Minggu (8/6/2025).
Kegiatan Sedekah Bumi merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu acara inti yang paling dinantikan warga adalah Pawai Ancak, yang menampilkan hasil bumi dalam bentuk hiasan tradisional dan dikirab keliling desa.
Guna memastikan acara berlangsung tertib, aman, dan lancar, ketiga unsur pengamanan desa — TNI, Polri, dan Linmas — bersinergi melakukan pengamanan jalur, pengaturan arus lalu lintas, serta pengawasan di titik-titik keramaian sepanjang rute karnaval.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bersama Bhabinkamtibmas dan Satlinmas bertugas mengamankan jalannya kegiatan pawai agar masyarakat dapat merayakan tradisi ini dengan nyaman dan aman,” ujar Peltu Joko Riyanto, Babinsa Koramil 03/Batealit.
Pengamanan dilakukan secara humanis, sambil tetap memberikan imbauan kepada peserta dan penonton agar tetap menjaga ketertiban, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Aipda Yusran selaku Bhabinkamtibmas menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat sinergitas antara aparat keamanan dengan masyarakat.
“Tradisi harus tetap hidup, dan kami hadir untuk menjaga agar pelaksanaannya tetap kondusif,” ujarnya.
Kegiatan karnaval berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari warga. Suasana desa menjadi semarak dengan hiasan ancak, arak-arakan warga mengenakan pakaian adat, serta suguhan budaya lokal yang menambah warna dalam perayaan.
Keterlibatan aparat kewilayahan dalam kegiatan masyarakat seperti ini menjadi bukti nyata bahwa TNI-Polri dan pemerintah desa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan mitra dalam membangun desa yang aman, rukun, dan berbudaya.
(Rud)





































