Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal

RADAR NEWS

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:53 WIB

50285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Insiden ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melukai 15 orang di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuai kritik keras dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, mengecam keras kejadian tersebut dan mendesak otoritas terkait untuk membongkar secara transparan penyebab di balik petaka yang menimpa belasan taruna praktik tersebut.
Suryadi Djamil mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para korban, khususnya para taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan Kepala Kamar Mesin (KKM) yang kini harus menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di RSUD dr. Zainoel Abidin.

“Pertama-tama, saya menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak kita, para taruna yang sedang menimba ilmu di sana. Kejadian ini adalah tamparan keras bagi dunia pelayaran kita,” ujar Suryadi kepada awak media, Jumat malam (12/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di samping rasa duka, Suryadi secara tegas mendesak pihak kepolisian, khususnya Polda Aceh, Kejaksaan, KPK dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), untuk mengusut tuntas kasus ledakan ini secara transparan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ia menilai, letupan di ruang *Auxiliary Engine* bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan indikasi adanya persoalan sistemik.

“Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dari hulu ke hilir. Khususnya untuk melanjutkan Investigasi yang Masih Menggantung, Harus dicari tahu apa penyebab mendasar dari ledakan ini, agar ada pertanggungjawaban hukum yang jelas dan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suryadi melontarkan kritik menohok terkait sejarah pengadaan kapal feri tersebut. Ia memunculkan kembali kecurigaan lama publik mengenai kelayakan material KMP Aceh Hebat 2 sejak awal dibeli oleh Pemerintah Aceh.

“Sejak awal kehadirannya, proyek kapal ini sudah memicu polemik. Dengan adanya ledakan ini, wajar jika masyarakat kembali menduga-duga, apakah pembelian KMP Aceh Hebat 2 itu sebenarnya adalah kapal bekas yang hanya dicat ulang agar terlihat mentereng?” cecar Suryadi.
Ia mempertanyakan kepastian spesifikasi teknis kapal yang melayani rute Banda Aceh–Sabang tersebut. Suryadi menilai otoritas harus berani membuka dokumen pengadaan untuk memastikan status sesungguhnya dari komponen vital kapal.

“Publik berhak tahu, ini sebenarnya kapal baru yang utuh, atau justru kapal baru dengan mesin lama? Logikanya, kapal yang relatif belum terlalu tua tidak seharusnya mengalami kegagalan sistem hidrolik fatal hingga meledak seperti itu, kecuali ada masalah pada usia komponen mesinnya,” tambahnya.

Suryadi juga menyoroti manajemen operasional dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola. Menurutnya, insiden mengerikan ini menjadi bukti nyata atas rendahnya standar perawatan (*maintenance*), lemahnya pengawasan berkala, serta kelalaian dalam penerapan *Standard Operating Procedure* (SOP) keamanan di atas kapal.
“Kamar mesin adalah jantungnya kapal. Jika sistem hidrolik pintu kedap saja bisa meledak saat dioperasikan, ini menandakan fungsi kontrol dan perawatan rutin tidak berjalan maksimal. Nyawa manusia, apalagi para taruna muda yang merupakan aset bangsa, dipertaruhkan di sini akibat kelalaian manajemen keselamatan,” pungjawabnya.
Ia berharap investigasi yang sedang berjalan tidak berhenti pada kesimpulan “kecelakaan teknis semata”, melainkan menjadi momentum evaluasi total terhadap seluruh armada pelayaran publik di Aceh demi menjamin keselamatan warga ke depan. []

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara
Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara
Kepala Inspektorat Banda Aceh Dicopot Dan Jadi Tersangka Hubungan Sejenis di Ruang Kerja
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Bantu Warga Jemur Padi, Wujud Dukungan TNI dalam Ketahanan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:37 WIB

Rutin Jalin Komsos Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Sambangi Peternak Sapi Di Desa Binaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining laksanakan pengecekan dapur SPPG MBG di wilayah binaan

Selasa, 3 November 2026 - 11:47 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 11:43 WIB

PEDULI SESAMA, BABINSA DAN PERANGKAT DESA TERANGON GALANG OPEN DONASI UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI KAMPUNG TELEGE JERNIH

Selasa, 3 November 2026 - 11:40 WIB

Selasa, 3 November 2026 - 11:35 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Padi

Selasa, 3 November 2026 - 10:15 WIB

Tahap finishing jembatan gantung Perintis di Desa Lukub Baru Kec. Rikit Gaib

Berita Terbaru