BLANGKEJEREN – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Gayo Lues kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga marwah dunia pendidikan di wilayah tersebut melalui gerakan preventif menghadapi ancaman narkotika dan perjudian daring atau yang akrab disebut judi online (judol). Dalam sebuah Dialog Inter Aktif yang digelar pada Selasa (6/5/2026) hari inisecara tegas menyuarakan visi untuk mewujudkan sekolah-sekolah yang bersih dari bahaya narkoba dan judi online demi masa depan generasi muda Gayo Lues.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sinergitas antara elemen pendidikan lokal dan aparat penegak hukum. Mengusung tema besar “Kita Wujudkan Sekolah Tanpa Judol dan Narkoba”, forum ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang diskusi intensif yang melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari pengurus MPD hingga perwakilan kepolisian resor setempat. Hal ini didasari oleh kekhawatiran meningkatnya akses pelajar terhadap konten negatif yang dapat merusak karakter dan mental mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu narasumber kunci yang hadir memberikan penerangan mendalam terkait aspek hukum dan dampak sosial dari penyalahgunaan narkoba adalah Satres Narkoba Polres Gayo Lues Ipda Jefri Hend yang menjabat sebagai Kasatres Narkoba Polres Gayo Lues. Dalam paparannya, Ipda Jefri menekankan urgensi edukasi sejak dini kepada siswa-siswi tentang mekanisme kerja peredaran gelap narkotika serta bagaimana modus operasi judi online seringkali menjadi pintu masuk utama menuju penyalahgunaan zat terlarang.
“Kami dari Satuan Reserse Narkoba Polres Gayo Lues sangat mengapresiasi langkah Majelis Pendidikan Daerah Gayo Lues. Sinergi kami dengan dunia pendidikan adalah strategi utama untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang sasaran utamanya adalah generasi muda. Kami akan terus memberikan penyuluhan agar seluruh warga sekolah memiliki imunitas moral yang kuat,” ujar Ipda Jefri Hend saat menyampaikan materi dalam acara tersebut.
Lebih lanjut, Ipda Jefri menjelaskan bahwa fenomena judi online saat ini sudah merambah ke lingkungan sekolah dengan cara yang sangat halus, sehingga sering tidak disadari oleh pihak guru maupun orang tua. Ia menyarankan adanya sistem pengawasan yang lebih ketat namun tetap mendidik, guna melindungi siswa dari godaan permainan daring ilegal yang menjanjikan keuntungan instan namun berisiko tinggi menghancurkan ekonomi dan psikologis remaja.
Di sisi lain, pengurus Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Gayo Lues juga turut mengambil peran sentral dalam mensosialisasikan agenda ini. Dalam sambutannya, Ketua MPD Gayo Lues, Drs. Jamaluddin Ilyas menegaskan bahwa sekolah harus menjadi benteng pertahanan terakhir masyarakat sebelum terjun ke dunia nyata yang penuh tantangan. Menurutnya, peran guru dan tenaga pendidik tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan akademis, tetapi juga fungsi kontrol sosial dalam memantau perkembangan perilaku siswa.
Kehadiran tokoh-tokoh pendidikan dan pemerintah daerah lainnya mempertegas dukungan politik dan struktural terhadap program bebas narkoba ini. Mereka sepakat bahwa pembangunan SDM yang unggul di Kabupaten Gayo Lues tidak akan terwujud jika para pelajar terjebak dalam jerat kecanduan yang bisa mematikan kreativitas dan semangat juang.
Selain fokus pada pencegahan, dialog ini juga membahas skema rehabilitasi dan penanganan awal jika ditemukan indikasi keterlibatan siswa dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Pihak kepolisian menjamin akan memberikan prioritas pemulihan bagi pelajar yang terjerat masalah, dengan pendekatan persuasif daripada hukuman pidana semata, selama hal tersebut dilakukan dalam koridor pembinaan yang tepat.
Acara yang diselenggarakan di Aula Gedung Keismimewaan Gayo Lues ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan di seluruh pelosok daerah untuk segera menyusun program kerja serupa. Dengan digulirkannya kampanye sekolah tanpa judol dan narkoba ini, MPD Gayo Lues berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berintegritas, sehingga anak-anak Gayo Lues tumbuh menjadi generasi emas yang tangguh di tengah arus globalisasi yang serba digital saat ini (Wahid)






































