Skandal MBG Aceh Tenggara: 17 Dapur Dihentikan, Dugaan Pembiaran Sistemik Menguat

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 03:11 WIB

50452 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS – INVESTIGASI

Aceh Tenggara — Skandal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh Tenggara kini tak lagi bisa ditutup-tutupi. Fakta dihentikannya 17 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional bukan sekadar “temuan administratif”—ini adalah alarm keras atas dugaan bobroknya tata kelola program negara.

Surat resmi bernomor 1529/D.TWS/04/2026 tertanggal 12 April 2026 menjadi bukti bahwa negara sendiri mengakui adanya kegagalan serius. Infrastruktur tak layak. Standar gizi diabaikan. Operasional berjalan tanpa kendali. Pertanyaannya: semua ini baru diketahui sekarang?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan normatif bahwa “SPPG belum memenuhi standar” justru terdengar seperti upaya meredam ledakan persoalan. Sebab publik paham, program sebesar ini tidak mungkin berjalan tanpa rantai pengawasan—dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pencairan anggaran. Jika pelanggaran terjadi secara masif di 17 titik, maka ini bukan lagi soal kelalaian. Ini mengarah pada dugaan pembiaran yang terstruktur.

Lebih jauh, pembekuan dana justru membuka lapisan persoalan yang lebih dalam. Dana sudah mengalir. Dapur sudah beroperasi. Namun standar dasar tak terpenuhi. Lalu ke mana pengawasan selama ini? Siapa yang menandatangani kelayakan? Siapa yang membiarkan program ini tetap berjalan meski diduga cacat sejak awal?

Sumber investigasi RADARNEWS menyebut kondisi di lapangan sudah masuk kategori “liar dan ugal-ugalan.” Program strategis nasional yang seharusnya menjadi simbol keberpihakan kepada rakyat justru berubah menjadi proyek tanpa kendali, tanpa akuntabilitas, dan tanpa rasa tanggung jawab.

“Ini bukan sekadar gagal. Ini indikasi kuat adanya pembiaran. Tidak mungkin 17 dapur bermasalah tanpa ada yang ‘tutup mata’,” ungkap sumber tersebut.

Lebih mengkhawatirkan, jika praktik seperti ini dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas makanan, tetapi keselamatan dan kesehatan masyarakat penerima manfaat. Program gizi yang seharusnya menyelamatkan justru berpotensi membahayakan.

RADARNEWS menilai, penghentian operasional bukanlah solusi, melainkan pintu masuk untuk membongkar lebih jauh. Aparat penegak hukum harus turun tangan. Audit menyeluruh wajib dilakukan. Setiap pihak yang terlibat, baik di tingkat pelaksana maupun pengambil kebijakan, harus diperiksa tanpa pandang bulu.

Jika tidak, publik berhak curiga bahwa skandal ini akan berakhir seperti banyak kasus lainnya: ramai di awal, tenggelam tanpa kejelasan.

Kesabaran masyarakat ada batasnya. Ketika program rakyat dipermainkan, dan negara terkesan lamban bertindak, maka kekecewaan bisa berubah menjadi kemarahan yang lebih luas. Ini bukan sekadar isu lokal, ini potensi krisis kepercayaan.

Negara kini berada di persimpangan: membersihkan secara total, atau membiarkan luka ini membusuk menjadi bom waktu sosial.

RADARNEWS menegaskan, jika kebenaran tidak segera dibuka, maka publik sendiri yang akan menuntutnya, dengan cara yang tak lagi bisa dikendalikan.

LAPORAN TIM RADARNEWS
FERNANDO. H

Berita Terkait

Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan
Musda X Golkar Aceh Tenggara: Denny Febrian Roza Ambil Kendali, Arah Baru Partai Mulai Dipertanyakan
MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Jalin Komunikasi dengan Kepala Sekolah dan Guru, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Berkunjung Ke SDN Di Wilayah Binaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Jalin Komunikasi dengan Kepala Sekolah dan Guru, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Berkunjung Ke SDN Di Wilayah Binaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Babinsa Dampingi Warga Daftar Bantuan Lewat Aplikasi Perlinsos

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Menciptakan Hubungan Baik Dengan Warga didesa binaan Babinsa Komsos dengan Tokoh Pemuda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa dan BKO Yon TP 855/Raksaka Dharma Bangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Mangang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Anjangsana pererat tali silaturahmi Babinsa komsos dengan perangkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:10 WIB

​Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Gotong Royong Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues Capai 36 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Semangat Gotong-royong TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues

Berita Terbaru