Skandal MBG Aceh Tenggara: 17 Dapur Dihentikan, Dugaan Pembiaran Sistemik Menguat

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 03:11 WIB

50474 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS – INVESTIGASI

Aceh Tenggara — Skandal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh Tenggara kini tak lagi bisa ditutup-tutupi. Fakta dihentikannya 17 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional bukan sekadar “temuan administratif”—ini adalah alarm keras atas dugaan bobroknya tata kelola program negara.

Surat resmi bernomor 1529/D.TWS/04/2026 tertanggal 12 April 2026 menjadi bukti bahwa negara sendiri mengakui adanya kegagalan serius. Infrastruktur tak layak. Standar gizi diabaikan. Operasional berjalan tanpa kendali. Pertanyaannya: semua ini baru diketahui sekarang?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan normatif bahwa “SPPG belum memenuhi standar” justru terdengar seperti upaya meredam ledakan persoalan. Sebab publik paham, program sebesar ini tidak mungkin berjalan tanpa rantai pengawasan—dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pencairan anggaran. Jika pelanggaran terjadi secara masif di 17 titik, maka ini bukan lagi soal kelalaian. Ini mengarah pada dugaan pembiaran yang terstruktur.

Lebih jauh, pembekuan dana justru membuka lapisan persoalan yang lebih dalam. Dana sudah mengalir. Dapur sudah beroperasi. Namun standar dasar tak terpenuhi. Lalu ke mana pengawasan selama ini? Siapa yang menandatangani kelayakan? Siapa yang membiarkan program ini tetap berjalan meski diduga cacat sejak awal?

Sumber investigasi RADARNEWS menyebut kondisi di lapangan sudah masuk kategori “liar dan ugal-ugalan.” Program strategis nasional yang seharusnya menjadi simbol keberpihakan kepada rakyat justru berubah menjadi proyek tanpa kendali, tanpa akuntabilitas, dan tanpa rasa tanggung jawab.

“Ini bukan sekadar gagal. Ini indikasi kuat adanya pembiaran. Tidak mungkin 17 dapur bermasalah tanpa ada yang ‘tutup mata’,” ungkap sumber tersebut.

Lebih mengkhawatirkan, jika praktik seperti ini dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas makanan, tetapi keselamatan dan kesehatan masyarakat penerima manfaat. Program gizi yang seharusnya menyelamatkan justru berpotensi membahayakan.

RADARNEWS menilai, penghentian operasional bukanlah solusi, melainkan pintu masuk untuk membongkar lebih jauh. Aparat penegak hukum harus turun tangan. Audit menyeluruh wajib dilakukan. Setiap pihak yang terlibat, baik di tingkat pelaksana maupun pengambil kebijakan, harus diperiksa tanpa pandang bulu.

Jika tidak, publik berhak curiga bahwa skandal ini akan berakhir seperti banyak kasus lainnya: ramai di awal, tenggelam tanpa kejelasan.

Kesabaran masyarakat ada batasnya. Ketika program rakyat dipermainkan, dan negara terkesan lamban bertindak, maka kekecewaan bisa berubah menjadi kemarahan yang lebih luas. Ini bukan sekadar isu lokal, ini potensi krisis kepercayaan.

Negara kini berada di persimpangan: membersihkan secara total, atau membiarkan luka ini membusuk menjadi bom waktu sosial.

RADARNEWS menegaskan, jika kebenaran tidak segera dibuka, maka publik sendiri yang akan menuntutnya, dengan cara yang tak lagi bisa dikendalikan.

LAPORAN TIM RADARNEWS
FERNANDO. H

Berita Terkait

Pernyataan Resmi Lapas Kutacane Soal Meninggalnya Ishak Alias Ical Setelah 1 Tahun Jadi Buron Pelarian Maret 2025
Relawan Prabowo Desak Jembatan Kuning I Dibongkar, Warga Terus Menderita dan Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Lumpuh
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Bersama Warga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Gotong Royong Bersihkan Parit

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0113/Gayo Lues Gelar Kesamaptaan Jasmani Periodik II Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 11:17 WIB

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Kamis, 5 November 2026 - 21:20 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Kamis, 5 November 2026 - 10:57 WIB

Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut

Kamis, 5 November 2026 - 10:54 WIB

Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Babinsa Koramil 09/Putri Betung Bersama Yonif TP 855/Raksaka Dharma dan Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Dusun Air Panas

Berita Terbaru

REGIONAL

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:17 WIB