Aktivis Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Dana BOS di Takalar: Bendahara Hanya Jadi “Pajangan”  

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:44 WIB

50195 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – radarnews.coid | Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Takalar kini tengah menjadi sorotan tajam. Sejumlah aktivis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik monopoli anggaran oleh kepala sekolah yang dinilai menyalahi prosedur.

 

Aktivis senior Takalar, Sainuddin (Tuang Sore), mengungkapkan adanya indikasi bahwa peran bendahara BOS di banyak sekolah hanya formalitas. Berdasarkan informasi lapangan, bendahara diduga hanya bertugas mencairkan dana di bank, namun setelah itu seluruh kendali penggunaan anggaran langsung diambil alih oleh kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Bendahara hanya mencairkan dana, setelah itu diduga langsung dikelola kepala sekolah. Peran bendahara seolah hanya ‘pajangan’ administratif,” ujar Tuang Sore. Ia menambahkan bahwa pos anggaran yang paling rawan penyimpangan meliputi biaya pemeliharaan sarana prasarana serta anggaran publikasi sekolah yang seringkali tidak sesuai dengan kondisi riil.

 

Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan salah satu bendahara sekolah yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku hanya mencairkan dana di Bank Sulselbar sebelum uang tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kepala sekolah. Hal ini terungkap saat seorang jurnalis mencoba mengonfirmasi terkait kerja sama publikasi di SDN 39 Centre Palleko.

 

Kepala UPT SDN 39 Centre Palleko, Hasana Hamza, S.Pd., saat dikonfirmasi memberikan penjelasan dengan nada tinggi. Ia menyebutkan bahwa sekolahnya menerima dana BOS sekitar Rp117 juta yang digunakan untuk operasional dan honor guru, namun ia tampak reaktif terhadap banyaknya pihak yang mempertanyakan pengelolaan dana tersebut.

 

Menyikapi fenomena ini, Tuang Sore meminta Kejaksaan Negeri Takalar dan instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Takalar. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan dana negara yang diperuntukkan bagi kemajuan pendidikan benar-benar dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.(DT)

Berita Terkait

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Bantu Warga Jemur Padi, Wujud Dukungan TNI dalam Ketahanan Pangan
Rutin Jalin Komsos Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Sambangi Peternak Sapi Di Desa Binaan
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Babinsa Koramil 05/Pining laksanakan pengecekan dapur SPPG MBG di wilayah binaan
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
PEDULI SESAMA, BABINSA DAN PERANGKAT DESA TERANGON GALANG OPEN DONASI UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI KAMPUNG TELEGE JERNIH
Babinsa melaksanakan pendampingan petani Padi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Bantu Warga Jemur Padi, Wujud Dukungan TNI dalam Ketahanan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:37 WIB

Rutin Jalin Komsos Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Sambangi Peternak Sapi Di Desa Binaan

Rabu, 4 November 2026 - 13:55 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Selasa, 3 November 2026 - 11:47 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 11:43 WIB

PEDULI SESAMA, BABINSA DAN PERANGKAT DESA TERANGON GALANG OPEN DONASI UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI KAMPUNG TELEGE JERNIH

Selasa, 3 November 2026 - 11:40 WIB

Selasa, 3 November 2026 - 11:35 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Padi

Selasa, 3 November 2026 - 10:15 WIB

Tahap finishing jembatan gantung Perintis di Desa Lukub Baru Kec. Rikit Gaib

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:55 WIB