Aktivis Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Dana BOS di Takalar: Bendahara Hanya Jadi “Pajangan”  

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:44 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – radarnews.coid | Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Takalar kini tengah menjadi sorotan tajam. Sejumlah aktivis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik monopoli anggaran oleh kepala sekolah yang dinilai menyalahi prosedur.

 

Aktivis senior Takalar, Sainuddin (Tuang Sore), mengungkapkan adanya indikasi bahwa peran bendahara BOS di banyak sekolah hanya formalitas. Berdasarkan informasi lapangan, bendahara diduga hanya bertugas mencairkan dana di bank, namun setelah itu seluruh kendali penggunaan anggaran langsung diambil alih oleh kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Bendahara hanya mencairkan dana, setelah itu diduga langsung dikelola kepala sekolah. Peran bendahara seolah hanya ‘pajangan’ administratif,” ujar Tuang Sore. Ia menambahkan bahwa pos anggaran yang paling rawan penyimpangan meliputi biaya pemeliharaan sarana prasarana serta anggaran publikasi sekolah yang seringkali tidak sesuai dengan kondisi riil.

 

Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan salah satu bendahara sekolah yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku hanya mencairkan dana di Bank Sulselbar sebelum uang tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kepala sekolah. Hal ini terungkap saat seorang jurnalis mencoba mengonfirmasi terkait kerja sama publikasi di SDN 39 Centre Palleko.

 

Kepala UPT SDN 39 Centre Palleko, Hasana Hamza, S.Pd., saat dikonfirmasi memberikan penjelasan dengan nada tinggi. Ia menyebutkan bahwa sekolahnya menerima dana BOS sekitar Rp117 juta yang digunakan untuk operasional dan honor guru, namun ia tampak reaktif terhadap banyaknya pihak yang mempertanyakan pengelolaan dana tersebut.

 

Menyikapi fenomena ini, Tuang Sore meminta Kejaksaan Negeri Takalar dan instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Takalar. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan dana negara yang diperuntukkan bagi kemajuan pendidikan benar-benar dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.(DT)

Berita Terkait

Antisipasi Banjir, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Cek Debit Air Sungai Di Desa Binaan
Babinsa Bergerak, Data Perlinsos Berbasis IKD Diperkuat di Terangun
Menciptakan Hubungan Baik Dengan Warga didesa binaan Babinsa Komsos dengan Tokoh Pemuda
Babinsa Koramil 02/Rikit Gaib laksanakan pemasangan tiang gapura Jembatan Gantung Perintis di Desa Mangang.
Tingkatkan Kemanunggalan dan Akses Ekonomi, TNI Bersama Warga Ramung Musara Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih
Jalin Kebersamaan Babinsa Gotong Royong Bangun Masjid
Babinsa melaksanakan komsos dengan petani Kopi
De leukste casinospellen van 2026: ontdek de nieuwste trends en functies

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:42 WIB

Antisipasi Banjir, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Cek Debit Air Sungai Di Desa Binaan

Minggu, 27 September 2026 - 13:36 WIB

Babinsa Bergerak, Data Perlinsos Berbasis IKD Diperkuat di Terangun

Minggu, 27 September 2026 - 13:33 WIB

Menciptakan Hubungan Baik Dengan Warga didesa binaan Babinsa Komsos dengan Tokoh Pemuda

Minggu, 27 September 2026 - 13:08 WIB

Babinsa Koramil 02/Rikit Gaib laksanakan pemasangan tiang gapura Jembatan Gantung Perintis di Desa Mangang.

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53 WIB

Jalin Kebersamaan Babinsa Gotong Royong Bangun Masjid

Sabtu, 26 September 2026 - 10:47 WIB

Babinsa melaksanakan komsos dengan petani Kopi

Jumat, 25 September 2026 - 17:26 WIB

De leukste casinospellen van 2026: ontdek de nieuwste trends en functies

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Babinsa membaur Dengan Warga Gotong royong memperbaiki Sarana Ibadah

Berita Terbaru