TNI dan Warga Gumpang Lempuh Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung 135 Meter, Pasca Bencana Alam Aceh

SYUKRI

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:09 WIB

50431 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Putri Betung-Semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat Desa Gumpang Lempuh Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues, menjadi bukti nyata kekuatan kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana alam yang melanda Aceh.
(Rabu, 11/02/2026)

Pasca bencana yang menghancurkan infrastruktur vital desa, Babinsa Koramil 09/ Putri Betung dan Personel Yon TP 855/ Raksaka Dharma serta sekitar 50 orang masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan gantung sepanjang 135 meter. Yang menarik, seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari swadaya masyarakat tanpa menunggu bantuan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepemimpinan Lapangan yang Inspiratif
Bati Tuud Koramil 09/Putri Betung, Peltu Khalidin turun langsung memimpin kegiatan gotong royong ini. Tidak hanya memberikan arahan, Peltu Khalidin ikut bekerja bersama warga dalam setiap tahap pembangunan.
“Jembatan ini sangat vital bagi mobilitas masyarakat, terutama untuk akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kami dari TNI siap bersama masyarakat membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana,” ujar Peltu Khalidin saat ditemui di lokasi pembangunan.

Kehadiran TNI dalam pembangunan ini merupakan wujud nyata program TNI Manunggal dengan Rakyat, di mana TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga aktif membantu pembangunan di wilayah binaan.

Meski baru saja dilanda bencana yang menguras harta benda, masyarakat Desa Gumpang Lempuh menunjukkan kemandirian luar biasa. Mereka mengumpulkan dana secara swadaya untuk membiayai pembangunan jembatan yang menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami tidak bisa terus menunggu. Anak-anak harus sekolah, ibu hamil perlu akses ke puskesmas, petani harus bisa mengangkut hasil panen. Makanya kami putuskan untuk membangun sendiri dengan kemampuan yang ada,” ungkap Pengulu Desa Gumpang Lempuh.

Dana dikumpulkan dari iuran warga sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbang uang, ada yang menyumbang material, dan semua masyarakat turut menyumbangkan tenaga untuk bekerja gotong royong.

Saat ini, pembangunan jembatan gantung telah memasuki tahap pengecoran 4 titik pondasi jembatan. Proses pengecoran dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan fondasi yang kuat dan kokoh.
Menurut rencana, setelah hasil cor semen mengering sempurna dalam waktu sekitar 10 hari, tahap selanjutnya adalah pemasangan tali sling baja yang akan menjadi struktur utama jembatan gantung.
“Kami harap dalam beberapa minggu ke depan jembatan ini bisa mulai digunakan masyarakat. Semua bekerja dengan penuh semangat karena ini untuk kepentingan bersama,” tambah Peltu Khalidin.

Jembatan gantung sepanjang 135 meter ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi menjadi jembatan penghubung kehidupan masyarakat Desa Gumpang Lempuh. Sebelumnya, warga harus memutar jalan jauh atau menyeberangi sungai dengan cara berbahaya, terutama saat musim hujan.
Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat akan kembali normal, anak-anak bisa bersekolah dengan aman, akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar kembali.

Kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan jembatan ini menjadi contoh inspiratif bagaimana kebersamaan dapat mengatasi keterbatasan. Di tengah kondisi pasca bencana yang sulit, semangat gotong royong dan kemandirian menjadi kunci untuk bangkit kembali.

Pembangunan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak selalu bergantung pada pemerintah, tetapi mampu berinisiatif dan bergerak mandiri untuk memenuhi kebutuhan mereka, tentu dengan dukungan TNI yang selalu siap mengabdi kepada rakyat.

Pembangunan jembatan gantung Desa Gumpang Lempuh diharapkan dapat selesai sesuai rencana dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi dampak.
Pembangunan jembatan gantung yang menjadi simbol kebangkitan dan kemandirian masyarakat Aceh pasca bencana alam.

Berita Terkait

4 Terdakwa Kasus Kematian Robby Di Tuntut JPU Kejaksaan Negeri Karo 13-14 Tahun Kurungan Penjara
Pengamat Civil Society Apresiasi Polres Cimahi Rangkul Ratusan Pengemudi Ojol Jadi Mitra Strategis Kamtibmas
Motivasi Kepada Petani Bawang Merah di Desa Binaan
Menjalin Kedekatan Bersama Masyarakat
Melalui Patroli Malam, Babinsa Koramil 04 /Kuta Panjang Sosialisasikan Bahaya Karhutla kepada Masyarakat Desa Binaan
Karhutla Mengintai, Muspika Terangun Turun Tangan: Jangan Tunggu Api Membesar
Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa lesten
Terus Lakukan Pencegahan Karhutla Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Rutin Laksanakan Patroli Dan Sosialisasi

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:09 WIB

4 Terdakwa Kasus Kematian Robby Di Tuntut JPU Kejaksaan Negeri Karo 13-14 Tahun Kurungan Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Pengamat Civil Society Apresiasi Polres Cimahi Rangkul Ratusan Pengemudi Ojol Jadi Mitra Strategis Kamtibmas

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Menjalin Kedekatan Bersama Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Melalui Patroli Malam, Babinsa Koramil 04 /Kuta Panjang Sosialisasikan Bahaya Karhutla kepada Masyarakat Desa Binaan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Karhutla Mengintai, Muspika Terangun Turun Tangan: Jangan Tunggu Api Membesar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa lesten

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Terus Lakukan Pencegahan Karhutla Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Rutin Laksanakan Patroli Dan Sosialisasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:02 WIB

LSM Tekan Pemerintah Sumedang Sampaikan Klarifikasi Dugaan Kekerasan dan Intimidasi ASN

Berita Terbaru