Menuju Indonesia Emas 2045, Penrad Siagian Serukan Revolusi Pembangunan di Nias

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025 - 08:36 WIB

50184 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RadarNews.Nasional.com,Kepulauan Nias – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Pdt. Penrad Siagian melakukan kunjungan kerja selama sepekan penuh ke wilayah Kepulauan Nias, Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan yang berlangsung sejak Jumat, 4 April 2025 hingga 11 April 2025 itu, Penrad mengunjungi Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara.

 

Selama kunjungan, Penrad menemui berbagai elemen masyarakat.Mulai dari tokoh gereja, pimpinan sinode, organisasi masyarakat, hingga pejabat pemerintahan.

 

Ia secara langsung menyerap berbagai aspirasi dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat setempat. Beberapa kantor pemerintahan yang turut disambangi antara lain Kantor Bupati Nias, Nias Utara dan Nias Selatan.

 

Dalam sejumlah dialog yang dilakukan, Penrad menyampaikan kegelisahannya atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kepulauan Nias.

 

Senator asal Sumut ini juga menyinggung sejumlah data yang menjadi dasar keprihatinannya.

“Ada kekhawatiran kami bahwa Nias tidak ikut dalam arak-arakan Indonesia Emas 2045. Hal ini kami sampaikan berdasarkan berbagai data yang kami terima, termasuk data BPS. Data anak putus sekolah, tingkat kemiskinan, nikah dini dan lain-lain.”ujar Penrad dalam keterangannya, Selasa, 15 April 2025.

 

Ia mengungkapkan bahwa fakta-fakta yang tertuang dalam data tersebut membuatnya prihatin sehingga menggugah hatinya untuk melakukan kunjungan ke Kepulauan Nias.

 

“Data-data itulah yang membuat kami sedikit galau ketika ingin berkunjung ke Kepulauan Nias.” katanya.

 

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengajak seluruh pihak agar bangkit dan bersatu mengejar ketertinggalan yang ada.

 

“Oleh sebab itu, kehadiran kami ke Nias ingin meminta kepada seluruh stakeholder terkait untuk ikut berkontribusi dalam mengejar ketertinggalan ini. Kita ingin pada tahun 2045 mendatang, masyarakat Nias ikut menjadi bagian dalam arak-arakan Indonesia Emas itu.” ucapnya.

Menurut Penrad, jika pendekatan pembangunan dilakukan secara konvensional, Nias akan tertinggal semakin jauh dan gagal menjadi bagian dari kemajuan nasional di masa depan.

 

“Melihat data-data itu, kalau kita melakukan proses evolusi atau biasa-biasa saja, saya yakin Nias tidak akan ikut (Indonesia Emas 2045). Maka harus ada langkah revolusioner yang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan ini.” tegasnya.

 

Selain soal pembangunan, Penrad juga menyoroti permasalahan mendasar yang masih dihadapi warga Nias, yakni banyaknya warga yang tidak memiliki identitas kependudukan.

 

Ia menyebutkan bahwa dalam berbagai kunjungan ke daerah lain, ia kerap bertemu dengan warga Nias yang hidup tanpa KTP.

 

“Di beberapa kesempatan, saya acap kali bertemu dengan warga Nias yang tidak memiliki identitas atau kartu kependudukan. Mereka bertemu di luar Kepulauan Nias, seperti Sibolga, Tapanuli Selatan, dan lain-lain.” ujarnya.

 

Masalah tersebut, menurut Penrad, harus segera ditangani.Ia pun telah mengajak para pimpinan gereja untuk turut mengambil peran dalam membantu masyarakat.

 

“Saya meminta pendeta-pendeta yang ada di daerah tersebut untuk membantu mereka (masyarakat Nias) untuk mendapatkan hak kewargaannya, terutama yang menjadi buruh-buruh perkebunan di berbagai daerah di Sumut.” jelasnya.

 

Dengan latar belakangnya sebagai pendeta, Penrad menekankan bahwa perjuangannya bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan tanggung jawab moral yang ia emban.

 

“Saya ‘kan seorang pendeta, bukan politisi. Maka dari itu, ini menjadi beban moral bagi saya yang diperkenankan untuk ada di tempat ini dengan keterbatasan wewenangnya. Situasi dan kondisi itu membuat saya punya utang moral bagi saya.” tuturnya.

 

“Dan itu kenapa kunjungan saya ke Pulau Nias mengunjungi semua kepala daerah dan semua pimpinan gereja-gereja, hanya ingin mengajak ‘ayo bersama-sama melakukan langkah revolusioner agar Nias ikut dalam arak-arakan Indonesia Emas 2045’,” sambung Penrad.

 

Penrad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, melampaui keterbatasan yang ada, demi masa depan yang lebih baik bagi Kepulauan Nias.

 

“Bapak ibu semua, saya meminta, apa yang bisa saya lakukan ke depan sehingga gerak progresif revolusioner ini bisa berjalan. Saya mempunyai ruang gerak yang terbatas, tapi saya ingin maksimal untuk berbuat bagi Pulau Nias,” tegasnya.

 

Penrad menutup dengan harapan bahwa suara keprihatinan ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi panggilan bersama bagi seluruh masyarakat Nias.

 

“Mungkin sudah ditangkap apa yang menjadi keprihatinan kami seperti apa yang saya sampaikan, dan kita harus bersama-sama berjalan karena kami anggap ini sebuah panggilan moral.” ucap Penrad Siagian.

 

(Shelly WS)

Berita Terkait

Brigjen Guslin Bersama Kemendagri dan Pemkab Gayo Lues Pantau Normalisasi Sungai Aih Bobo, Upaya Tekan Risiko Luapan Air Diperkuat
Pemerintah Pusat dan Pemkab Gayo Lues Perkuat Sinergi, 16 Alat Berat Disiapkan untuk Percepatan Penanganan Pascabanjir
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Wakapolres dan Sejumlah PJU
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Rambutan Aipda Zahrudin, Ajak Warga Kel. Jakabaring Selatan Kec. Rambutan Kembangkan Pekarangan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Imbau Warga Sungai Rengit Cegah Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Polres Banyuasin Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Musi 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Brigpol Wahyu Agung Kamaludin, Ajak Warga Desa Lubuk Lancang Kec. Suak Tapeh Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Polsek Banyuasin I Padamkan Karhutla di Desa Duren Ijo, Luas Lahan Terbakar Sekitar 1,5 Hektare

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Polres Banyuasin Lakukan Ground Check Hotspot di Desa Muara Telang, Temukan Bekas Pembakaran Batok Kelapa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin I Aiptu Yudi S, Ajak Warga Desa Merah Mata Kec. Banyuasin I Kembangkan Pekarangan Produktif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Betung Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Kelurahan Betung

Berita Terbaru