Diduga Proyek Siluman Beroperasi di Jalan Nasional Kutacane – Blangkejeren

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 8 Desember 2024 - 22:49 WIB

50567 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Proyek Pengaspalan Jalan Nasional Kutacane – Blangkejeren, tepatnya di Desa Seldok, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga Proyek siluman, karena terlihat kegiatan itu tidak adanya keterbukaan publik. Apakah pengaspalan itu bersumber dari Dana Desa atau Dana dari hasil Patungan oleh warga setempat.

Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Provinsi Aceh (Pajri Gegoh), kini angkat bicara, dari hasil pantauan Gegoh Selian dilapangan, kegiatan pengaspalan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dikerjakan asal jadi, tanpa adanya transparansi yang jelas.

Dari hasil investigasi Gegoh selian dengan salah satu warga setempat, ia menyebutkan kegiatan tersebut bersumber dari APBN, dibawah BPJN Provinsi Aceh, dan dikerjakan oleh pihak ketiga, sebutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai control sosial, meski tidak adanya papan proyek tersebut, salah satu warga setempat sempat memberikan keterangan kepada kami, dimana kegiatan pengaspalan tersebut bersumber dari APBN, dibawah BPJN Provinsi Aceh, dan dikerjakan oleh pihak ketiga, jelas Gegoh Selian pada awak media, Minggu (08/12/2024).

Masih kata Gegoh Selian, Proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi yang biasanya mencantumkan rincian anggaran, waktu pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut.

Gegoh selian meminta Kepada Kejati Aceh, agar menurunkan Tim khusus untuk melakukan Lidik terhadap pengerjaan proyek pengaspalan di Desa Seldok Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara, dari amatan kami kegiatan tersebut telah mengangkangi peraturan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 serta Perpres nomer 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012, mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek, yang memuat jenis dan lokasi kegiatan, nomor kontrak, waktu pelaksanaan, serta jangka waktu dan lama pelaksanaan,” ucap Gegoh Selian.

Disisi Lain, masyarakat juga sangat khawatir setelah ditemukan bahwa ketebalan lapisan aspal hanya berkisar antara 1 hingga 2 cm, jauh dari standar ketebalan ideal 4 hingga 5 cm, bahwa jalan ini seharusnya memiliki ketebalan yang memadai demi memastikan ketahanan dan keamanan untuk pengendara jalan.

“Kami juga tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas proyek ini karena tidak ada papan proyek yang terpasang,” bahkan rambu-rambu jalan dalam pengaspalan inipun tidak ada, sehingga menyusahkan bagi pengguna jalan, sehingga rawan terjadi kecelakaan, tegasnya.

Ketiadaan informasi publik serta ke tidak sesuaian kualitas pengerjaan memicu dugaan adanya penyimpangan anggaran.

Lebih lanjut, kami mencurigai bahwa proyek ini berpotensi tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan, beberapa bagian jalan yang baru selesai diaspal mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti terkelupasnya lapisan pinggir aspal di beberapa titik dan juga lapisan aspal sangat tipis.

Gegoh Selian mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera memberikan klarifikasi terkait sebagai berikut :

1. Sumber anggaran yang digunakan dalam proyek ini.

2. Pihak pelaksana dan pengawas proyek untuk memastikan akuntabilitas.

3. Kesesuaian teknis dan ketebalan aspal dengan standar yang telah ditetapkan dalam RAB, bebernya lagi.

Sekali lagi, kami meminta agar pemerintah dapat meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur, transparansi dan keterbukaan informasi dianggap penting, untuk menghindari terjadinya penyimpangan dan memastikan kualitas infrastruktur yang dapat bertahan lama demi kesejahteraan masyarakat, harap Gegoh Selian.

Menyikapi pemberitaan itu, awak media melakukan Konfirmasi terkait pemberitaan tersebut ke PPK BPJN Provinsi Aceh melalui via Aplikasi WhatsApp, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban dari pihak PPK BPJN Provinsi Aceh, meski pesan WA sudah berceklist dua (sudah dibaca), dan Lewat telpon juga berdering namun tidak diangkat dan diabaikan begitu saja.

Berita Terkait

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Jalan Raya Bukan Arena Kebisingan, Polres Aceh Tenggara Musnahkan 46 Knalpot Brong
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
Dugaan Pungli Dana BOS di Dinas Pendidikan Agara, Kepsek Diminta Bayar Uang Pelicin
TARUH JABATAN! Pimpinan DPR Bersumpah: RUU Perampasan Aset Wajib Sah 15 Desember 2026 BILA GAGAL, SEMUA MUNDUR!
ORMAS BUKAN NEGARA DALAM NEGARA! JANGAN UBAH PERBEDAAN MENJADI PERTARUNGAN MASSA
Bupati Aceh Tenggara Tak Hadiri Rapat Paripurna DPRK, Pertanggungjawaban APBK 2025 Dibacakan Sekda
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53 WIB

Jalin Kebersamaan Babinsa Gotong Royong Bangun Masjid

Sabtu, 26 September 2026 - 10:47 WIB

Babinsa melaksanakan komsos dengan petani Kopi

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Babinsa membaur Dengan Warga Gotong royong memperbaiki Sarana Ibadah

Jumat, 25 September 2026 - 13:48 WIB

Babinsa Koramil 02/Rikit Gaib laksanakan pengecatan clamp hanger Jembatan Gantung Perintis di Desa Penomon Jaya

Jumat, 25 September 2026 - 12:18 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Laksanakan Pendaftaran Peserta Perlinsos IKD Di Wilayah

Jumat, 25 September 2026 - 11:16 WIB

Babinsa Koramil 03/ Blangkejeren Membantu warga mendata dan mengakses layanan Bantuan Sosial Secara Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:11 WIB

Babinsa membaur Dengan Warga Gotong royong memperbaiki Sarana Ibadah

Jumat, 25 September 2026 - 10:59 WIB

Puldatater Penting untuk Pembinaan Teritorial bagi Babinsa

Berita Terbaru

REGIONAL

Jalin Kebersamaan Babinsa Gotong Royong Bangun Masjid

Sabtu, 26 Sep 2026 - 10:53 WIB

REGIONAL

Babinsa melaksanakan komsos dengan petani Kopi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 10:47 WIB